Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 April 2016

Modal 1 Juz, Berhak Mengikuti Seleksi Calon Peserta Program Beasiswa Tahfizh Al-Qur’an Kementerian Agama-UICCI Tahun 2016

www.gurumuda.web.id - - - Program Tahfiz Qur'an di lingkungan pesantren/madrasah/sekolah menjadi salah satu program unggulan. Karena banyak peluang dari program pencetakan generasi Qur'ani.

Kali ini Guru Muda akan berbagi informasi seputar beasiswa bagi anak-anak yang sudah mencapai hafalannya minimal 1 Juz.

Berikut informasinya:

Program Beasiswa Tahfizh al_Qur’an (PBTQ) Kementerian Agama-UICCI adalah bentuk pelaksanaan kerjasama antara Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dengan Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesia- Turki / United Islamic Cultural Centre of Indonesia-Turkey (UICCI) dalam pengembangan kemampuan santri di bidang Qira’at al-Qur’an, Tahfizh al-Qur’an, Kajian llmu-llmu Keislaman (Aqidah, Akhlaq, Tasawwuf, Fiqh, Hadits, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab), serta Bahasa Turki.

PBTQ dilaksanakan dalam bentuk pemberian beasiswa pendidikan bagi peserta yang lulus seleksi untuk mengikuti program pendidikan non-degree di Indonesia dan di Turki.

ADA 2 PROGRAM

PBTQ Kementerian Agama-UICCI dilaksanakan dalam 2 (dua) kelompok program, yaitu Program Tahfizh Kelompok Usia 18-22 Tahun dan Program Tahfizh Kelompok Usia 13-18 Tahun. 

1. Program Tahfiz Kelompok Usia 18-22 Tahun

Program Tahfiz Kelompok Usia 18-22 Tahun ditujukan bagi mereka yang telah menyelesaikan hafalan al-Qur’an 30 Juz, lancar membaca al-Our’an sesuai kaidah membaca al-Qur’an yang baik dan benar, serta telah memiliki dasar pengetahuan bahasa arab. 

Peserta yang lulus seleksi Program Tahfiz Kelompok Usia 18-22 Tahun akan mengikuti layanan pendidikan sebagai berikut:

A. Pendidikan di Indonesia
Peserta yang lulus seleksi akan diberikan layanan pendidikan selama 1 (satu) tahun pada lembaga pendidikan yang ditunjuk oleh Kementerian Agama di Indonesia untuk memantapkan tahfizh al-Qur’an 30 (tiga puluh) juz, bahasa Arab dan bahasa Turki.
B. Pendidikan di Turki
Setelah menyelesaikan pendidikan di Indonesia, peserta program akan mengikuti
layanan pendidikan di Turki selama 3 (tiga) tahun untuk mendalami tahfizh alQur’an,
pengetahuan keagamaan Islam, serta kemampuan berbahasa Arab dan
Turki.
C. Masa Pengabdian
Setelah menyelesaikan pendidikan di Turki, peserta program diwajibkan untuk
mengabdi sekurangnya selama 1 (satu) tahun dalam rangka mengembangkan
pengetahuannya di:
  1. Pondok pesantren Tahfizh al-Qur’an di Indonesia dengan ketentuan yang diatur oleh Kementerian Agama
  2. Lembaga pendidikan yang dikerjasamakan oleh UICCI di sejumlah negara, dengan persetujuan dan ketentuan yang diatur oleh Kementerian Agama.
D. Paska Pengabdian
Setelah masa pengabdian, peserta program dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau pengembangan program lainnya.
2. Program Tahfiz Kelompok Usia 13-18 Tahun
Program Tahfiz Keiompok Usia 13-18 Tahun ditujukan bagi mereka yang telah menyelesaikan hafalan al-Qur’an 1 Juz sekurangnya Juz ‘Amma (Juz 30), serta lancar membaca al-Qur’an sesuai kaidah membaca al-Qur’an yang baik dan benar.

Peserta yang lulus seleksi Program Tahfiz Kelompok Usia 13-18 Tahun akan mengikuti layanan pendidikan sebagai berikut:

a. Pendidikan di Indonesia
  1. Peserta yang lulus seleksi akan diberikan layanan pendidikan selama 2 (dua) tahun pada lembaga pendidikan yang ditunjuk oleh Kementerian Agama untuk dapat menghafal (tahfizh) al-Qur’an 30 juz, peningkatan kemampuan bahasa Arab dan Turki serta pendidikan keagamaan Islam.
  2. Di awai tahun ke-3, dilakukan seleksi peserta yang akan diberangka tkanke Turki untuk mengikuti program lanjutan
  3. Bagi peserta yang tidak lulus seleksi program lanjutan ke Turki, bagi yang belum memiliki ijazah pendidikan menengah (MA/sederajat) dan memenuhi ketentuan diwajibkan tetap mengikuti pendidikan di Indonesia selama 1 (satu) tahun untuk menyelesaikan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C
  4. Bagi peserta yang tidak lulus seleksi program lanjutan ke Turki, setelah menyelesaikan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C, dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang Iebih tinggi atau pengembangan program lainnya 
b. Pendidikan di Turki
Peserta yang telah mengikuti pendidikan di Indonesia seiama 2 (dua) tahun dan lulus seleksi program lanjutan ke Turki peserta program akan mengikuti layanan pendidikan di Turki selama 3 (tiga) tahun untuk mendalami tahfizh al-Qur’an, pengetahuan keagamaan Islam, serta kemampuan berbahasa Arab dan Turki.
c. Masa Pengabdian
Setelah menyelesaikan pendidikan di Turki, peserta program diwajibkan untuk mengabdi sekurangnya selama 1 (satu) tahun dalam rangka mengembangkan pengetahuannya di:
  1. Pondok pesantren Tahfizh al-Qur’an di Indonesia dengan ketentuan yang diatur oleh Kementerian Agama
  2. Lembaga pendidikan yang dikerjasamakan oleh Yayasan Pusat Persatuan kebudayaan Islam Indonesia-Turki atau United Islamic Cultural Centre of Indonesia-Turkey di sejumlah negara, dengan persetujuan dan ketentuan yang diatur oleh Kementerian Agama.
d. Paska Pengabdian 
Setelah masa pengabdian, peserta program dapat melanjutkan ke jenjang
pendidikan yang Iebih tinggi atau pengembangan program lainnya.

Untuk Mengetahui Informasi dan Pengumumannya silakan di download DI SINI
Sumber Gambar ada di sini

Semoga ada diantara anak didik kita yang bisa lolos Seleksi Calon Peserta Program Beasiswa Tahfizh Al-Qur’an Kementerian Agama-UICCI Tahun 2016 ini.

Read More

Kamis, 14 April 2016

Santri Berdakwah #2

www.gurumuda.web.id - - - Berdakwah tidak harus menunggu menjadi Kyai atau Ajengan. Sebagai santrilah dakwah dimulai.
Alhamdulillah, Santri Berdakwah kali keduanya kami lakukan ini merupakan salah satu Program Lembaga Pendidikan Islam & Dakwah Nurul Musthofa. Pelaksanaannya dilakukan sebulan sekali, dimana Santri langsung terjun ke masyarakat.

Kali ini, rumah yang dijadikan tempat kajian yaitu Ibu Hajjah Aida Lestari, salah satu warga masyarakat Kampung Lunjuk Girang yang mendedikasikan diri berdakwah di bidang Kesehatan.
Do'akan kami selalu semoga istiqomah untuk membelajarkan diri untuk menjadi pribadi yang berkualitas dan sholeh.
Waktu: Ba'da Maghrib s.d 20.30 WIB
Tempat: Ibu Hajjah Aida Lestari
Materi:
- Mahabbatur Rasul
- Do'a Bareng Yatim Dhuafa
- KItab Maulid Adh Dhiyaul Lami'

DONASI DAKWAH
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM & DAKWAH NURUL MUSTHOFA
No. Rekening: 7085678919
Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451)
an. Pondok Pesantren Nurul Musthofa
Read More

Kapan Santri Harus Berdakwah (1)

GURUMUDA.WEB.ID - Berdakwah bukan saja tugas Kyai/Ustad/Ajengan, dakwah pun harus dilakukan Santri meski saat ini masih menimba ilmu, di pesantren atau di madrasah dekat rumah. Berdakwah berarti mengajak kepada kebaikan, menyeru kepada jalan Allah Ta'ala dan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.

Jangan menunggu BISA
Jangan menunggu PINTAR
Jangan menunggu 'ALIM
Berdakwahlah SAAT INI JUGA!!!

Ya. Cara Santri berdakwah tentunya berbeda sebagaimana gurunya. Tentu saja dengan perkara yang mudah dan ringan, yang terdekat.

Dengan Akhlak

Misi dakwah dengan metode Akhlak sangat mujarab bagi siapapun, tak terkecuali bagi saudara kita yang saat ini masih berjalan di jalan kemungkaran. Preman yang pemabuk, misalnya.

Saya teringat dengan keluhuran akhlak mulia Almarhum Habib Munzir bin Fuad Al Musawwa. Pernah beliau silaturahmi kepada preman yang terkenal dengan kebengisannya, menyiksa atau membunuh sudah biasa dilakukannya. Habib Munzir mendatangi rumahnya. Lalu, Habib Munzir mengucapkan salam. Yang disalaminya tak menjawab. Malah si preman membentaknya, "Mau apa?"
Dengan lembut dan keramahan, Habib Munzir mencium tangan si preman.

“Saya mau mewakili pemuda sini, untuk mohon restu dan izin pada Bapak. Agar mereka diizinkan membuat majelis di musholla dekat sini.”

Hati mana yang tidak bergetar hebat dengan ucapan Habib Munzir 'Sulthonul Qulub' Al Musawwa ini.

“Seumur hidup saya belum pernah ada kyai datang kerumah saya. Lalu kini, Pak Ustadz datang ke rumah saya, mencium tangan saya. Tangan ini belum pernah dicium siapapun. 
Bahkan anak-anak sayapun jijik pada saya dan tak pernah mencium tangan saya.Semua tamu saya adalah penjahat, mengadukan musuhnya untuk dibantai. Menghamburkan uangnya pada saya agar saya mau berbuat jahat lagi dan lagi….

Kini datang tamu minta izin pengajian pada saya. Saya ini bajingan, kenapa minta izin pengajian suci pada bajingan seperti saya.” Si preman tersedu. Ia roboh, terduduk dari kursinya.

Lihatlah. Sungguh. Tidak mudah mengikuti akhlaknya Habib Munzir dalam perjalanan dakwahnya.

Read More

Minggu, 04 Oktober 2015

Panggung Impian Kreatif nan Mewah

GuruMuda.web.id - - UNTUK mengejar impian, tak hanya cukup kata-kata atau tulisan belaka. Harus ada bukti yang nyata untuk mengejarnya. Pun harus ada media untuk menyimpan moment di memori.

Hari Sabtu sudah menjadi rutinitas belajar Public Speaking, dengan harapan anak-anak terbiasa jika suatu saat nanti dipercaya harus berbicara di depan umum. Jika sudah terbiasa, minimal mereka sudah terbiasa mengendalikan grogi.

Panggung Impian Kreatif 


Ya. Judul yang saya dapatkan secara spontanitas ketika kegiatan Public Speaking bersama anak-anak berlangsung di Sabtu sore (3/10/2015).

Kali ini saya ajak mereka belajar Public Speaking di atas tanah yang akan dijadikan Pondok Kreatif & Pesantren Impian AsmaNadia / Ma’had Nurul Musthofa. 

Ada tumpukan pasir, batu koral dan batu bata yang belum sempat dipindahkan. Inspirasi dari langit seketika datang. Akhirnya tumpukan itu disulap menjadi Panggung Impian Kreatif.

Mereka harus berpidato di atas Panggung Impian itu. Di atas tumpukan tanah itu mereka menyampaikan harapan dan cita-cita mereka. 
panggungnya di atas pasir. Keren kan?

Bagi saya, ini moment yang sangat penting. Dan saya yakini moment yang special ini akan terekam dalam otak dan hati mereka. Bahwa mereka pernah mengemukakan impian mereka di atas Panggung Impian Kreatif nan Mewah (mepet-mepet sawah)

Semoga pun, tulisan ini menjadi saksi juga do’a bagi impian-impian saya dan mereka. Saya hanya mencoba untuk mengantarkan mereka untuk mengejar impian mereka.
Read More

Santri Multitalent: Tak hanya mengkaji ilmu agama, melainkan mereka harus siap belajar IT dan Seni Budaya

GuruMuda.web.id -- Diantara kehidupan yang paling berharga adalah hidup sebagai seorang santri. Ya. Selama 24 jam hidup di lingkungan pesantren tentu saja dihitung dalam jihad - berjuang di jalan Allah -.

Santri yang mandiri, diharapkan menjadi sosok penerus risalah keulamaan dan kenabian. Pengemban tanggung jawab yang amat berat, menjadi khadimul ummah (pembantu masyarakat) ketika kembali ke lingkungan masing-masing.

Dengan kondisi zaman seperti sekarang ini, tentu saja santri harus ekstra serba bisa. Multitalent.

Tak hanya ilmu agama yang dipelajari, pembelajaran pengimbang zaman pun seperti Teknologi Informasi tak kalah harus dipahami.

Zaman digitalisasi harus diimbangi. Ketika media dakwah semakin luas, maka santri harus peka memanfaatkannya.

Ini pula yang memotivasi saya untuk terus selalu menambah khazanah keilmuan. Ilmu Dunia wal Akhirat.

Diamanahi beberapa puluh anak santri, menjadi motivasi untuk berbuat 'sesuatu'. Apalagi dengan kondisi masyarakat dan latar belakang keluarga mereka.

Baca: Ini Cara KAmi Menghafal Al Qur'an

Maka, saya bersikukuh untuk mengantarkan mereka menjadi santri multitalent. Tak hanya mengkaji ilmu agama, melainkan mereka harus siap belajar IT dan Seni Budaya.
Para Santri sedang berlatih Upacara Adat Mapag Panganten versi Hadroh Marawis.

Karena bagi saya, garapan dakwah sangatlah luas. Santri berdakwah tak harus di atas podium. Mereka pun harus bisa bersdakwah dengan media lain yang kreatif. Dakwah melalui kaos yang sedang saya garap, misalnya. Atau dengan membuat TV ala santri yang memanfaatkan smartphone, dengan studio yang bisa diakali meskipun ukuran kecil.

TV ala santri pun sedang saya garap sebagai media santri untuk berkreasi.

Santri benar-benar harus serba bisa. Dengan memegang teguh, " Sebaik-baik manusia adalah ia yang bermanfaat untuk orang lain."
Read More

Minggu, 19 Juli 2015

Ilmu Berkah, Cari Ridha Guru

GuruMuda.web.id --- ILMU menjadikan kualitas seorang hamba berbeda satu sama lain. Ilmu yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Pantaslah Allah Ta'ala memberikan predikat istimewa bagi orang-orang yang berilmu. Yakinlah akan janji Allah yang akan memberikan derajat kemulyaan yang sangat tinggi bagi mereka pencari ilmu.

Namun, dengan ilmu pula seorang hamba akan menuai kecelakaan. Ilmu tanpa amal. Ilmu yang tidak berkah. Na'udzubillah.

Lantas bagaimana meraih ilmu yang berkah?


Ilmu yang berkah bukan ilmu yang banyak. Meskipun ilmu yang sedikit, bila dimanfaatkan itu salah satu tanda ilmu yang dinaungi keberkahan. Bagi pencari ilmu sejati, keberkahan ilmu adalah do'a yang sering digadang-gadangkan setelah mendo'akan orang tua.

Sekedar tahadust bi ni'mah, semoga ilmu yang saya dapat pun mendapatkan keberkahan. Selepas saya mondok di beberapa pesantren. Hanya secuil ilmu yang bisa saya dapatkan dari guru-guru mulia. Jadwal kajian ba'da Dhuha  sering tidak saya ikuti sepenuhnya. Apalagi saya sering terlambat masuk kelas. Ketiduran selepas sorogan (setoran baca kitab kuning)  ba'da Shubuh. Karena malamnya ikut Pangersa Kyai ta'lim di beberapa daerah. Atau masih mengerjakan tugas beres-beres; ngepel dan nyapu di  rumah Kyai.

Untuk urusan keilmuan, terus terang saya terlalu dangkal bila dibanding dengan sahabat santri lain. Ada dari mereka sudah hafal Nadzham Alfiyah yang isinya lebih seribu bait. Atau hafal hadist, minimal Hadist Arba'in. 

Ilmu yang Sedikit itu begitu Berkah


Saya begitu meyakini "Berkah Ilmu tergantung sejauh mana guru ridha." 
Ya. Saya begitu merasakannya. Ilmu yang sedikit ini begitu terasa manfaat ketika diamalkan oleh sendiri dan juga bisa berbagi dengan anak-anak. Mungkin ini berkah berkhidmah (membantu) Kyai. Sering saya rasakan kenikmatan yang luar biasa, manakala memijit Kyai. Saya bisa meringankan penatnya aktivitas sehari-hari Kyai yang begitu padat dengan rutinitas pengajiannya. 


Saya (kanan) bersama guru mulia, KH. Fahruddin bin Ghozali (tengah) dan sobat saya (kiri)

Terkadang, ada satu hari jadwal Kyai sampai lima tempat. Itu pun bukan jarak yang dekat. Dari Sumedang menuju Kuningan, balik ke Majalengka dan berakhir di Sumedang lagi. Hebatnya Kyai, beliau tak memperlihatkan lelahnya. Justru sebaliknya, beliau begitu bersemangat untuk urusan dakwah. 

Semoga Allah terus memberkahi ilmu kepada saya, sebab saya mencari keridhaan dari guru-guru mulia. [***]

Salam Ta'dzim,

Guru Muda

Read More

Sabtu, 18 Juli 2015

Berkah itu Ketika Santri Aa Gym Ngasih Motivasi

GuruMuda.web.id --- DIANTARA serangkaian acara Tafaruqon (perpisahan) Pesantren Ramadhan 1436 H di Rumah Baca AsmaNadia Garut & Ma'had Nurul Musthofa Hegarmanah adalah sesi motivasi. Kali ini yang memberikan motivasinya santri Aa Gym, Daarut Tauhid Bandung.

A Fahmy, Santri Aa Gym senang bisa berbagi. Dok: pribadi
Fahmy Fauzi atau biasa disapa A Fahmy memberikan motivasi bagaimana kiat cepat dan benar mengahafal Al Qur'an. Santri yang hafiz 6 Juz ini sangat senang bisa berbagi ilmu yang telah ia dapatkan sewaktu mondok.

Kiat menghafal dari A Fahmy cukup mudah:

Pertama, Luruskan Niat
Niat menghafal Al Qur'an untuk apa? Sangat penting bagi calon hafiz untuk selalu meluruskan niatnya. Ingin penyambung Rasulullah SAW., salah satunya. Karena dengan Al Qur'an penyebaran Agama Islam sampai kepada kita.

Niat menjadi tolak ukur seorang hafiz, apakah ia menjadi hafiz kebanggaan Rasulullah atau tidak. Tentunya hafiz yang bisa mengamalkan hafalannya.
Fahmi, salah satu santri Aa Gym sedang memberikan motivasi cara menghafal Al Qur'an

Kedua, Baca Satu Halaman
Ketika kita membuka mushaf Qur'an, jangan langsung mengahafalnya. Tetapi, baca dulu satu halaman yang akan menjadi target hafalan kita. Jika sudah selesai membaca satu halaman, maka boleh kita menghafal 1 ayat dulu.

Ketiga, Berulang-ulang
Satu ayat yang sudah kita baca dan dihafal, terus dibaca lagi berulang-ulang. Bisa 3 - 7 kali.

Keempat, Istiqomah
Hafalkan secara istiqomah 1 ayat dulu setiap hari selama seminggu. Jika sudah istiqomah, bisa ditambah sampai 3 ayat/hari.

Semoga Allah taqdirkan anak-anak kita menjadi hafiz Qur'an.

Salam Ta'dzim,
Guru Muda

Read More