Tampilkan postingan dengan label Kisah Nyata Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Nyata Anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juli 2013

Pasti Bisa: Aku Ingin Jadi Satpam

GURUMUDA.WEB.ID - Suatu sore, di Madrasah Nurul Musthofa seperti biasa puluhan anak-anak dari lima kampung berkumpul berharap bisa membaca a ba tsa. Hujan mengguyur sejak siang, namun tak mengikiskan semangat mereka demi sebuah ilmu yang mungkin mereka pun tak tahu tujuan mereka mengaji.

Baca Juga Kisah Inspirasi lainnya: 
Panggung Impian Kreatif nan Mewah 

Pun dengan Iki, Muhammad Rizki lengkapnya. Usianya empat tahun, tahun ini ia bersikeras untuk masuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang jauh dari rumahnya. Ia selalu diantar ibunya yang setia menunggu sampai pengajian usai.

Madrasah Nurul Musthofa tepat di tengah sawah, hanya dua bangunan yang berdiri tegak di sana. Bila hujan mengguyur seperti sore itu, sudah dipastikan mereka akan berbecek melintasi galengan (pematang) sawah yang cukup licin jalannya. 

Tak jarang Iki selalu minta digendong ibunya untuk menuju rumah keduanya. Ya, bagi Iki tempat ngajinya terasa rumah kedua baginya. Ia bebas melakukan apa saja. Membaca buku walau ia tak tahu apa yang ia baca. Melihat gambarnya saja ia sudah puas.

Hari Sabtu ada pelajaran plus di Madrasah Nurul Musthofa,  Public Speaking. Iki tak tahu apa itu public speaking. Yang ia ketahui, tiap hari Sabtu selalu saja ia disuruh untuk maju ke depan, sekedar memperkenalkan diri dan seputar cita-citanya.

"Sekarang giliran Iki yang maju ke depan!" suruh pengasuh.
Masih malu, namun terpaksa ia maju ke depan. Ia melihat mata kawan-kawannya yang tertuju padanya.

"Baiklah, silakan Iki perkenalkan nama. orang tua, alamat dan apa cita-citanya!" kembali pengasuh menyuruhnya.

Tergagap.

"Na..na..ma.. sa..sa..ya... Muhammad Rizki. Alamat saya di kampung Lunjuk Girang. Orang tua saya bernama Bapak Pandi dan Ibu Yuyum," 

Kini ia bisa menguasai dirinya. Namun, ia diam.

"Cita-citanya apa?" tanya kawan-kawannya serempak.

"Aku ingin jadi Satpam..." semua menertawakan. Iki hanya terdiam. Bingung. Kenapa teman-temannya menertawakannya. 

Untunglah pengasuh mengendalikan kondisi yang sudah sangat ribut dengan ocehan-ocehan yang tak dimengerti Iki.

"Wah hebat dong! Tugas satpam itu untuk mengamankan. Iki bisa menjadi pengaman bangsa Indonesia dengan cara menjadi satpam"  hibur pengasuh. Iki tersenyum bangga.

Read More