Tampilkan postingan dengan label Info Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Guru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Oktober 2016

Kamaruddin Amin, Dirjen Pendis Mewajibkan Guru Baru Ikut PPG

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Kamaruddin Amin mengatakan, guru-guru baru yang belum mengajar tidak lagi mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG). Tetapi semua wajib mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pra Jabatan.

"Saya rencanakan tahun 2017 sudah mulai, jadi untuk untuk guru agama, kita mulai pelaksanaan dulu di fakultas untuk calon-calon guru. Untuk guru-guru yang sudah pernah mengajar itu mengikuti PLPG," kata Kamaruddin yang gurumuda.web.id kutip dari Kemenag.go.id, saat memberikan arahan dan membuka acara Koordinasi Pelaksanaan Program Sertifikasi Guru Madrasah di Bogor, Jumat (30/9).


Masih menurut Kamaruddin, perlu diketahui, ke depan yang menjadi guru itu tidak hanya lulusan tarbiyah, tetapi juga dari fakultas-fakultas non tarbiyah. Karena lulusan Fakultas Ushuluddin, Dakwah, Adab itu juga bisa menjadi guru. Syaratnya harus mengikuti PPG dulu dan mengikuti training di tarbiyah.

"Jadi tarbiyah tidak perlu juga merasa kaplingnya diambil, tetapi seluruh fakultas mengikuti pelatihan intensif PPG sekitar enam bulan sampai setahun untuk bisa mendapatkan ilmu pedagogig di tarbiyah, akan tetapi kontennya fakultas-fakultas lain," ucap Kamaruddin.

Dirjen Pendis juga mengatakan, Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2016 ini tidak hanya guru umum saja, guru agama juga harus mendapatkan sertifikasi tahun ini.

"Kita lihat dan secepatnya kita putuskan berapa kuota berapa guru umum, berapa guru agama," kata Dirjen,

"Kita akan berkoordinasi dengan kementerian terkait akan hal ini," tambahnya.

Kamaruddin Amin mengatakan, kita ada rencana melakukan reformasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Menurutnya, ini juga penting untuk diketahui. Rencana desain LPTK yang sedang kita desain itu adalah nanti kita akan melaksanakan PLPG.

"Jadi PLPG ini untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban kita ini," jelas Dirjen.

Diceritakan Dirjen, saat dirinya melakukan kunjungan ke Skandinavia beberapa waktu lalu, ternyata di Denmark, Finlandia, dan Norwegia, yang namanya guru itu mempunyai dua keahlian yang berimbang antara pengetahuan tentang materinya dan pengetahuan pedagoginya. Itu harus dibuktikan dengan sertifikat dan pelatihan-pelatihan yang intensif.

Penguasaan Konten Guru Madrasah Lemah


"Nah, ini yang menjadi kelemahan mendasar. Guru-guru kita yang berada di madrasah itu khususnya guru-guru agama kita itu, penguasaan kontennya, penguasaan materinya itu lemah sekali. Karena di tarbiyah di seluruh Indonesia desain kurikulumnya lebih pada pedagogignya, tetapi penguasaan materinya lemah," ucap Dirjen.


Ditambahkannya, selama ini desain fakultas tarbiyah itu memang lebih pada pedagogignya,daripada kontennya. Padahal untuk menjadi guru itu harus menguasai materi juga - menguasai ilmunya- kalau hanya menguasai pedagogignya, maka tidak bisa mentranfer ilmunya secara maksimal.

"Jadi kedua duanya harus seimbang. Antara kompetensi pedagogig dengan penguasaan materi itu harus seimbang dan itu harus disempurnakan melalui PPG, yang akan dilaksanakan pada saat yang akan datang," imbuhnya.

Penguasaan Pendagogig Fakultas Tarbiyah harus Kuat

Masih menurut Dirjen, untuk fakultas tarbiyah misalnya, yang pedagoginya kuat itu harus ditambah materi pelajarannya, dan kurikulum tarbiyah akan kita ubah. Kita akan lakukan review kurikulum secara fundamental untuk mencetak guru yang menguasai atau kapasitas bidang materi dan juga pedagogig.

Harapan Dirjen, mahasiswa Fakultas Tarbiyah nantinya tidak akan seperti sekarang. Dimana sarjana pendidikan langsung bisa menjadi guru. Akan tetapi mereka mengikuti pelatihan lagi yang kemudian ketika diwisuda langsung sudah mempunyai sertifikat pendidik.

GURU sama dengan DOKTER

"Jadi sama dengan dokter, kalau dokter itu nanti mencetak sarjana kedokteran kemudian mengikuti kelas lagi untuk bisa menjadi dokter, jadi dokter itu profesi, sama dengan guru, guru itu juga profesi," ucap Dirjen.

"Seorang guru menjadi profesional itu setelah mengikuti PLPG selama tujuh hari, padahal itu sangat tidak cukup. Oleh karena itu, nanti ke depannya harus kita reformasi," pungkas Kamarudin Amin.
Read More

Sabtu, 27 Februari 2016

Kompetisi My Teacher My Hero Award 2016 untuk Guru Digital

GURUMUDA.WEB.ID - Kompetisi My Teacher  My Hero Award 2016 merupakan program Indonesia Digital Learning (IDL), adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan :

  • Mencetak 100 master trainer (digital Squad) melalui Training  for Trainer untuk menuju 1 juta guru
  • Memberikan penghargaan bagi guru-gutu aktif dan kreatif dalam pemanfaatan digital learning
  • Menginspirasi masyarakan dengan kisah sang guru dalam penerapan digital learning,
  • Membekali master trainer dengan kurikulum Indonesia Digital Learning 2016
  • Meningkatkan kualitas guru dan pendidikan indonesia
  • Teknologi memudahkan guru dan murid untuk memperoleh materi pembelajaran dimanapun dan kapanpun.
Namun, sebelum rekan-rekan mengikuti kompetisi ini, rekan-rekan harus mengikuti seminar yang akan diselenggarakan pada bulan Maret 2016 di 8 kota.

Informasi lebih jelasnya, silakan tanyakan ke Guru Inovatif.

Selamat Mengikuti
Guru Muda
Read More

Guru Digital Wajib Ikuti Indonesia Digital Learning 2016

GURUMUDA.WEB.ID- - -Pada tahun 2016 ini, kembali Telkom Indonesia bekerjasama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menghadirkan program Indonesia Digital Learning (IDL). Program yang menggagas kurikulum berbasis digital bagi para guru ini diharapkan mampu memberikan edukasi bagi para pengajar di Indonesia yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Indonesia Digital Learning” merupakan pelatihan dengan sertifikasi internasional sejak tahun 2014. Untuk tahun ini,  IDL lahir dalam platform kurikulum IDL yang telah dibuat oleh tim pakar pendidikan bersama pihak PGRI dan Telkom Indonesia. Platform Kurikulum IDL ini diharapkan mampu menjadi panduan bagi para pengajar untuk menerapkan sistem pengajaran digital di masing-masing tempat para pengajaran.

Untuk mengikuti pelatihan IDL 2016 ini, rekan-rekan bisa mendaftarkan diri DI SINI

Berikut beberapa file yang harus di DOWNLOAD untuk Mekanisme Seminar dan Kompetisinya.


Read More

Rabu, 02 Desember 2015

Ikuti Pelatihan Menulis Paling Bergengsi di Indonesia

GURUMUDA.WEB.ID - - SUDAH saatnya Anda sebagai guru memantaskan diri menjadi guru multitalenta. Tidak hanya pintar mengajarkan anak didik menulis, tetapi Anda pun harus bisa menjadi guru yang juga menulis.

Tentu saja, bagi guru masih sering 'gagap' ketika ditanya tentang kebiasaan menulis. Sebagian besar guru tidak menyempatkan menulis barang lima menit saja. Padahal menulis menjadi alat rekam yang ajaib dari setiap kejadian.

Inilah saatnya, bagi Anda sebagai guru untuk mengikuti Pelatihan Menulis yang Paling Bergengsi di Indonesia.

Teacher Writing Camp atau disingkat dengan TWC adalah sebuah acara Pelatihan Menulis bagi guru seluruh Indonesia. Tahun 2015 menjadi Teacher Writing Camp yang ke-5. Tentu saja, konsep pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari 2 malam ini diharapkan melahirkan penulis-penulis produktif di kalangan guru.

Baca Juga:


Setiap tahunnya TWC Selalu menghadirkan para pembicara terkenal seperti  Pipiet Senja, Ahmad Fuadi,  Hernowo Hasim, J Sumardianta dan penulis lainnya. Untuk TWC5, pihak panitia berencana akan menghadirkan Fahd Pahdepe, Penulis Buku Rumah Tangga.

Teacher Writing Camp dilaksanakan oleh Komunitas Sejuta Guru NgeBlog (KSGN) sebuah organisasi sosial yang dikelola oleh para guru dan aktivis pendidikan di Indonesia.

Bagi Anda yang ingin lebih tahu apa itu Teacher Writing Camp, bisa diakses DI SINI
dan untuk melihat Jadwal Acara bisa juga diakses DI SINI
Read More

Sabtu, 18 Juli 2015

Peluang Bagi Guru Madrasah untuk Mendapatkan Beasiswa S-2 Tahun 2015

GuruMuda.web.id --- Ini peluang bagi guru madrasah yang sudah sarjana  untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya. Beasiswa S-2 di 6 Perguruan Tinggi (Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, IAIN Antasari Banjarmasin, STAINU Jakarta, dan IAIN Imam Bonjol Padang.
Adapun untuk memperoleh beasiswa S-2 tersebut dengan 9 pilihan prodi, diantaranya:  Bahasa Inggris, Matematika, IPA/Sains, Fisika, Biologi, Kimia, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab dan  Islam Nusantara.
Beasiswa yang diberikan berupa bantuan untuk studi S-2 selama 2 (dua) tahun atau 4 (empat) semester  pada tahun akademik 2013/2014 dan 2014/2015 di perguruan tinggi yang ditetapkan. Bantuan Beasiswa bagi guru Madrasah meliputi: Biaya pendidikan, Living Cost setiap bulan sebesar Rp 1.200.000,- selama dua tahun, Bantuan Sumber Belajar, dan Bantuan transport pergi dan pulang satu kali perjalanan selama studi.
Sasaran Beasiswa adalah Guru PNS Kementerian Agama yang mengajar pada MTs atau MA; Guru Tetap Yayasan (Bukan PNS) yang mengajar pada madrasah swasta (MTsS /MAS); dan Guru Bukan PNS yang mengajar pada madrasah negeri (MTsN atau MAN), sesuai dengan pengumuman beasiswa S-2 bagi guru Madrasah tahun 2013.
Syarat & Ketentuan  Umum Penerima Beasiswa adalah guru madrasah (MTs atau MA) yang memenuhi  sebagai berikut:
  1. Berpendidikan S-1/D-IV;
  2. Pengampu salah satu dari mata pelajaran berikut: Matematka, Bahasa Inggris, Sains (Fisika, Biologi, Kimia), keagamaan (Akidah-Akhlak, Alqur`an-Hadis, Fikih, Sejarah dan Kebudayaan Islam) atau Bahasa Arab yang ijasah S-1/D-IV-nya sesuai/relevan dengan tugas mengajarnya;
  3. Diutamakan yang belum sertifikasi;
  4. Berusia maksimal 40 tahun pada tahun 2013;
  5. Memiliki IPK minimal 2,75 pada skala 4,00 pada jenjang pendidikan S-1/D-IV;
  6. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Syarat & Ketentuan  Khusus Penerima Beasiswa adalah guru madrasah (MTs atau MA) yang memenuhi sebagai berikut:
  1. Diangkat dalam jabatan guru minimal 2 (dua) tahun (khusus untuk PNS);
  2. Mendapat persetujuan dari atasan (untuk PNS dan Bukan PNS yang mengajar pada madrasah negeri);
  3. Memiliki pengalaman mengajar di satuan administrasi pangkal (satminkal) minimal 5 tahun (guru tetap yayasan dan guru Bukan PNS yang mengajar di MTsN atau MAN). Dibuktikan dengan Surat Keputusan yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang;
  4. Memperoleh ijin belajar dan diijinkan kembali mengajar di satminkal dari ketua yayasan penyelenggara pendidikan (khusus untuk Bukan PNS);
  5. Program studi yang dipilih sesuai (relevan) dengan ijasah S-1 dan tugas mengajarnya;
  6. Lulus seleksi;
  7. Membuat pernyataan tentang kesanggupan nyelesaikan studi dalam 2 (dua) tahun di atas kertas bermeterai;
  8. Selama mengikuti program, peserta tidak dibenarkan mengikuti studi S2 lain atas biaya sendiri atau beasiswa dari instansi lain;
  9. Selama mengikuti program, yang bersangkutan dibebastugaskan dari tugas keguruan atau tugas lainnya.
Perguruan Tinggi Penyelenggara Beasiswa
Prodi
  1. Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Prodi: Bahasa Inggris ; Matematika
  2. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).Prodi: Sains/IPA Terpadu ; Bahasa Inggris
  3. Universitas Negeri Semarang (Unnes). Prodi: Fisika ; Biologi ; Kimia
  4. IAIN Antasari Banjarmasin. Prodi: Pendidikan Agama Islam
  5. STAINU Jakarta. Prodi: Islam Nusantara
  6. IAIN Imam Bonjol Padang. Prodi:Bahasa Arab

Sumber: 
http://madrasah.kemenag.go.id
http://pasca.unesa.ac.id/detail/pengumuman/beasiswa-s-2-guru-madrasah
Demikian saya bagikan informasi ini. 
Semoga bermanfaat!
Read More