Tampilkan postingan dengan label Guru Muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Muda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 April 2017

Ice Breaker Guru Muda di SMPN 1 Leles

GURUMUDA.WEB.ID --- Ketika anak didik merasa bosan saat guru memberikan materi ajar, perlu cara menyiasatinya supaya anak betah bahkan tetap fokus pada materi dan pemateri/guru.


Kamis, 27 April 2017, saya diberikan kesempatan untuk memberikan 'sesuatu' kepada siswa kelas 9 di SMPN 1 Leles, Garut.

Bersama 3 rekan guru, mendampingi SMK IT IQRO untuk memberikan penerangan seputar visi misi SMK IT IQRO yang baru berdiri dua tahun yang lalu.

Ada kesempatan saya untuk memberikan Ice Breaker sama anak-anak yang sebentar lagi akan keluar untuk melanjutkan ke jenjang SMA.

Anak-anak SMP 1 Leles sangat antusias ketika saya ajak mereka untuk senam otak. Kebanyakan dari mereka tidak tahu apa itu Senam Otak. Padahal senam otak ini yang merupakan bagian dari ice breaker harus menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran.

Menurut Guru Muda, setiap guru harus bisa menciptakan atau mengolaborasikan metoda pembelajaran supaya disukai siswa.
Read More

Kamis, 17 Maret 2016

Mengetik 10 Jari dengan Keybook

GURUMUDA.WEB.ID - - - DIANTARA pelajaran dasar TIK, pengenalan tentang alat-alat Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) menjadi bahasan utama. Selanjutnya, pembahasan perangkat komputer: Hardware, Software dan Brainware.

Gambar-gambar perangkat tersebut biasa saya tampilkan dengan LCD Proyektor. Tampak antusias siswa MI IQRO, mereka menyangka akan menonton video kartun.

Saya menampilkan beberapa contoh  perangkat Hardware (perangkat keras),  salah satunya keyboard. Deretan huruf dan angka di papan kunci QWERTY saya perlihatkan kepada mereka. Lalu, saya menyuruh mereka untuk belajar mengetik 10 jari

Terus terang, sekolah belum bisa memfasilitasi laboratorium komputer, itu menandakan belum banyak komputer yang dimiliki. Jumlah komputer bisa dihitung dengan jari.

Untuk menyiasati kekurangan perangkat komputer, sementara anak-anak harus praktik. Maka, inspirasi itu datang ketika saya melihat salah seorang siswa yang mengetik di buku. Bukunya ia buka, seakan ia tengah membuka laptop. 

Melihat itu, saya menginstruksikan kepada dua puluh siswa supaya membuka bukunya masing-masing. Sampul buku mereka akan dijadikan layar monitor, sementara beberapa lembar kertas  sisanya akan dijadikan Keyboard.

“Ketika bapak perintahkan ketik A, maka kalian tekan kelingking kiri!” mereka pun memeragakan apa yang saya intruksikan.
“S...” mereka menekan jari manis kiri.
”D... ”
”F...
”space... ”
”J... ”
”K... ”
”L... ”
”titik koma,” mereka sangat serius dengan imajinasinya.

Mereka menggunakan Keybook. Ya, saya namai “Keybook”, artinya papan buku. Mengetik di buku sebagai pengganti Keyboard.

1 Laptop untuk 20 Siswa! Solusinya?
dok. yusronfauzi.com


Yakin dimana ada masalah di situ ada solusi terbaik. Pun dengan saya sebagai guru TIK yang sangat minim fasilitas TIK. Dimana satu laptop ternyata bisa dimanfaatkan oleh puluhan siswa. Mereka harus antri untuk mempraktikkan materi yang telah saya sampaikan. 


Namun, ketika kita berkreasi dan berimprovisasi dalam mengajar, maka solusi yang solutif akan datang di saat yang tepat.

Seperti masalah kekurangan media pembelajaran yang saya alami. Tak ada Keyboard, keybook pun jadi. Yang penting materi bisa disampaikan dengan baik, anak-anak bisa memahami dengan baik pula. Ini salah satu keberhasilan pembelajaran.

Apa Target Guru TIK Seperti Saya?


Hampir semua orang mempunyai target keberhasilan. Hasil dari sebuah proses tentunya ada target yang harus dicapai, termasuk guru TIK seperti saya. Sebenarnya apa target guru seorang guru TIK?

Pertama, Siswa Memahami Dasar-dasar TIK


Permasalahan penghapusan mata pelajaran TIK di kurikulum 2013 tidak memengaruhi saya untuk tidak mengajar TIK di sekolah. Justru saya semakin semangat untuk memberikan pengetahuan Teknologi Indormasi & Komunikasi di Era Digital saat ini.

Capaian yang ditargetkan, siswa harus memahami pelajaran TIK, minimal faham akan dasar-dasar TIK itu sendiri.

Kedua, Guru GO! BLOG, Siswa Ngeblog

Ya. Pastinya Anda sudah tahu makna Guru GOBLOG, yaitu guru yang senang ngeblog. Berbagi tulisan dengan media blog. Meskipun sudah banyak guru yang melek internet dengan membuat blog sebagai medianya. Namun, sangat jarang guru yang menularkan vitamin ngeblognya kepada anak didiknya.

Padahal pelajaran TIK sudah dikenalkan di sekolah dasar. Materi seperti program Microsoft Office Word dan membuat email sudah cukup membantu untuk mendorong siswa membuat blog. Ini sebagai solusi mengurangi kecanduan siswa dalam bermain game yang menjadi masalah berat bagi kita sebagai guru ataupun orang tua.

Ketiga, Kontes Blog Per Kelas

Sebagai bahan evaluasi dari pembelajaran TIK, khususnya pembuatan blog. Kompetisi blog per kelas menjadi target saya untuk menciptakan Internet Sehat & Terdidik di kalangan siswa juga guru. Lomba kebersihan tiap kelas sudah biasa dilakukan, tapi lomba blog? Cukup jarang.

Tiap hari senin akan diumumkan ketika upacara bendera, siapa pemenang tiap minggunya. Ini akan menjadi terobosan yang cukup menantang bagi saya sebagai guru yang tertuduh “sangat paham tentang TIK.”

Untuk sementara saya hanya bisa mencoba menjadi teladan bagi para siswa dan juga guru, memositifkan media digital. Bila ketiga target di atas sudah terpenuhi, maka ini langkah nyata memanfaatkan  teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menunjang proses mengajar.

Semoga Bermanfaat.

***
(Tulisan ini pindahan dari tulisan di blog saya sebelumnya yusronfauzi.com tanggal 5 September 2014)

Read More

Rabu, 30 Desember 2015

Guru Kampung yang Nggak Kampungan

GURUMUDA.WEB.ID - - KATA MUTIARA dari Menteri Pendidikan Dasar & Menengah dan Kebudayaan, Anies Baswedan ini mewakili impian saya ke depan. Bathin mengamini untuk segera memantapkan diri fokus saja mengasuh dan mendidik anak-anak kampung. Mereka yang setiap sore sampai malam belajar mengaji dari si pendosa ini. sebagian dari mereka adalah anak-anak yang diabaikan oleh bapaknya, bahkan ada yang tak beribu bapak.

“Lokasi belajar boleh di kampung,
tapi standar tidak boleh kampungan”
(Anies Baswedan)


Ada dorongan kuat pada diri saya,
“Saya harus menjadi ayah sekaligus guru bagi mereka!”

Tak terbayang bagaimana perasaan Farhan (bukan nama sebenarnya) yang hampir tiga belas tahun tidak bertemu dengan bapaknya. Ditinggalkan begitu saja ketika ia berusia beberapa bulan saja di dunia. Jelas-jelas diabaikan.

Atau Yanto, anak kelas enam yang belum fasih membaca abjad. Saat ini tinggal bersama kakek neneknya yang pemulung. Ditinggal mati bapaknya karenaa tertabrak kereta api.

Karena anak-anaklah saya lebih memantaskan diri untuk menjadi guru kampung saja. Tentunya menjadi guru kampung yang nggak kampungan. Mengasuh dan mendidik dengan mengolaborasikan pembelajaran kreatif dan pengimbang zaman.

Sangat disadari, saya sudah muak kalau harus berurusan dengan birokrasi yang pintar main ‘game’ offline. Banyak sekali permainan yang berpedoman “uang adalah segalanya”.

Ah, rasanya saya pengin cepat-cepat hengkang saja jadi guru formal.

Sok idealis. Benar. Idealis untuk masalah seperti ini sangat wajar bagi orang seperti saya.  Yang tak mau ikut ke dalam lingkaran setan. Toh, masih banyak rezeki di luar sana. Jadi trainer, misalnya. Yang penting tidak jauh dengan dunia pendidikan. Karena pendidik sudah menjadi passion bagi saya. Apalagi yang menguatkan, ayah saya seorang pendidik juga.

Guru Kampung yang Nggak Kampungan. Kenapa nggak?

Read More

Minggu, 20 Desember 2015

Pondok Kreatif & Pesantren Impian Asma Nadia mengundang Anda

www.gurumuda.web.id - - ADA 4,8 juta anak terabaikan dan yatim piatu diluar sana membutuhkan empati serta uluran tangan dari saudara-saudaranya yang baik hati. Kondisi ekonomi Indonesia yang sedang turun, semakin membuat mereka kekurangan perhatian. Mereka butuh kehadiran kita semua, uluran hati dan kasih sayang dari kita semua. 

Tidak semua anak-anak akan bisa kita tampung, terlalu sombong bila mengatakan bahwa kita bisa menampung mereka semua. Namun kita bisa melakukannya, membantu mereka, menyayangi mereka, menyediakan tempat pembelajaran yang layak bagi mereka. Kita bisa bergandengan tangan demi mereka dan memasuki pintu surga bersama-sama. 

Seperti hadits yang memperlihatkan contoh dari Rasulullah SAW tentang kasih sayang beliau terhadap anak-anak dan juga anak yatim piatu:

Al-Imam Bukhari dan Al-Imam Muslim r.a. meriwayatkan daripada Sayyidina Anas bin Malik r.a, bahwa junjungan kita Nabi s.a.w. bersabda:
"Sedianya sembahyangku akan kupanjangkan, namun bila ku dengar tangisan bayi, terpaksa aku singkatkan karena mengetahui betapa gelisah hati ibunya, dan di mana saja baginda dengan anak kecil maka dengan penuh kasih sayang dipegangnya."
Sedang terhadap yatim piatu, perhatian Nabi Muhammad SAW. sangat besar sekali, prihatin, melindungi, dan menjamin keperluan hidup mereka, dan selalu dipesankan dan dianjurkan kepada umatnya dalam tiap keadaan. 

"Aku dan pemeliharaan anak yatim, akan berada di syurga kelak", sambil mengisyaratkan dan mensejajarkan kedua jari tengah dan telunjuknya, demikianlah sabda baginda s.a.w. (H.R. Bukhari) 


Rasulullah menjamin pintu surga bagi umatnya yang mengasihi anak yatim piatu:

Rasulullah Saw. bersabda, “Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran, di hari kiamat Allah Swt. tidak akan mengazab orang yang mengasihi anak yatim, dan bersikap ramah kepadanya, serta bertutur kata yang manis. Dia benar-benar menyayangi anak yatim dan memaklumi kelemahannya, dan tidak menyombongkan diri pada tetangganya atas kekayaan yang diberikan Allah kepadanya.” (H.R. Thabrani)

Dan dalam Al Quran disebutkan orang-orang yang menghardik anak yatim piatu sebagai pendusta Agama:

“Tahukah kamu orang yang mendustakan Agama, itulah orang yang menghardik anak  yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin “ {QS. Al-ma’un : 1-3}


Pondok Kreatif & Pesantren Impian Asma Nadia

Merupakan sebuah tempat yang akan menjadi pusat pembelajaran kreatif, rumah inap yatim piatu dan anak-anak terabaikan serta pendidikan pendampingan kejar prestasi.

Saat ini pembelajaran yang sudah/sedang berjalan diantaranya:

- Pembelajaran Mewarnai/Menggambar

- Komputer

- Sastra

- Public Speaking

- Tahfiz Qur'an

- Memberantas Buta Huruf Qur'an

Disini sudah ada Farhan yang hampir 13 tahun tidak bertemu ayahnya, dia giat belajar serta aktif bersosial, memiliki kecerdasan untuk bekal masa depan. Farhan, seorang bocah yang ditinggalkan oleh Ayahnya selama belasan tahun. Ayahnya yang tidak bertanggung jawab, tidak pernah lagi terlihat untuk Farhan. 

Pondok Pesantren kami ini mengajak Anda untuk bergandengan tangan, menyelamatkan Farhan-farhan kecil yang lain, yang ada diluar sana. Bila bukan kita yang bisa menyelamatkan mereka, siapa lagi?

Kita butuh untuk mengulurkan kasih sayang kepada mereka. Mereka membutuhkan tempat, mereka membutuhkan sebuah pondok pesantren untuk bernaung dan belajar. Dan kita bisa untuk mereka.

MARI DUKUNG PROGRAM KAMI!!!

Bantuan berupa dana bisa disalurkan melalui rekening sbb:
Bank Syariah Mandiri (kode bank: 451)
No. Rek: 7052817905
a.n Rumah Baca Asma Nadia Garut

Sementara dalam bentuk buku/Al Qur'an/IQRO bisa dikirimkan ke alamat:
Rumah Baca AsmaNadia Garut
Kp. Hegarmanah Rt. 04 Rw. 11 Ds. Talagasari
Kec Kadungora Garut 44153



Read More

Kamis, 29 Oktober 2015

Demi Mencintai, Mati Lampu Bukan Halangan

GURUMUDA.WEB.ID --- SEDARI sore menjelang Maghrib dilakukan pemadaman listrik berjamaah. Hanya beberapa buah lilin saja yang bisa menerangi rumah kami yang dijadikan tempat pengajian anak-anak shift malam.

Beruntung saya punya anak-anak seperti mereka. Sebab mereka, jiwa ini terus diolah. Rasa cape setelah beraktivitas seharian di luar bukan alasan untuk libur mengasuh.

Beruntungnya mengasuh mereka, saya bisa mendapatkan do’a dari mereka. Apalagi ada dianatara mereka yang sudah tidak beribu atau berbapak. Ya. Dari mereka ada yatim piatu. Saya sangat meyakini ajaibnya sekumpulan do’a dari mereka, terlebih dari yatim.

Malam Jum’at memang rutinitas kami dengan kegiatan istighosah wa sholawah. Juga pembacaan sirah nabi dalam Kitab Syi’rul Hisan berbahasa Sunda huruf Pegon. Saya lantunkan dengan danding Pupuh Sinom. Selaras dengan suasana malam Jum’at (29/10) ini dengan kondisi mati lampu berjamaah. Anak-anak merasa dipepende dengan kisah nabi dengan lantunan pupuh.

Lokasi di tempat kami yang tepat di tengah sawah menambah suasana semakin khidmah dalam kecintaan kepada sang nabi. Lantunan shalawat dengan tabuhan hadroh marawis saling bersahutan dengan suara jangkrik yang sejak maghrib tadi sudah berzikir. Demi mencintai nabinya, mati lampu bukan penghalang untuk terus menyebut namanya. Penghulu para nabi dan rasul.

Do’a yang dipanjatkan bukan untuk kami saja, melainkan bagi sahabat kami yang selalu mencintai dan mendukung perjuangan kami membangun Pondok Kreatif & Pesantren Impian AsmaNadia yang akan dijadikan sebagai rumah inap yatim piatu dhuafa, pusat pembelajaran prestasi dan pendampingan kejar prestasi ini.

Sungguh…

Malam ini sangat berbeda dengan malam Jum’at sebelumnya. Bukan berarti setiap waktu memang berbeda, melainkan serasa ada angin segar yang bukan biasa mengelilingi kami.

Isak tangis anak-anak begitu menggetarkan jiwa-jiwa yang menghadiri majelis kecil ini. Apalagi bagi si pendosa ini. Saya ajak mereka kepada perjalanan mengingat mati.

“Bagaimana jika esok lusa ayah dan ibu kalian meninggal?”


Apa yang akan kalian lakukan. Kalian hanya bisa menangis dan menangis.

Anak Adam di dunia teh moal lila
Hiji mangsa urang teh baris teu aya
Lamun maot geus katanca anak Adam
Hamo aya nu bisa ngahalang-halang

“Ayolah... Sekarang kita manfaatkan waktu untuk bisa berbakti kepada orang tua, berbakti pula kepada guru-gurumu!”

Ingat anak-anakku…

“Jangan jadikan ke-yatim-an mu melemahkan semangat untuk menjadi manusia bermanfaat!”


Semoga pula nabi kita menolong kita dengan lautan kecintaan.


***


Lepas berdo’a sebagai penutup, keempat puluhan anak-anak menyusuri galengan sawah dalam kegelapan. Karena listrik belum juga menyala.

29 Oktober 2015
22.35 WIB

#PondokKreatifPesantrenImpian AsmaNadia
#AjaibnyaDoaYatim
#JumatBerkah

Read More