Tampilkan postingan dengan label Guru Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Menulis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2017

Gurusiana: Solusi Bagi Guru yang Belum Memiliki Blog

GuruMuda.web.id - Bagi guru blogger, guru yang suka ngeblog, pastinya sudah terbiasa menulis atau posting di blog pribadi. Saya pun demikian. Menulis seputar pendidikan dan dakwah dituangkan di blog Guru Muda tercinta ini dengan alamat www.gurumuda.web.id.

Baca juga artikel yang pernah saya tulis:
Namun, banyak rekan sejawat yang masih belum punya blog. Banyak pula alasannya. Salah satu alasannya:

“Saya nggak bisa membuat blognya, Pak?”

Kalau saya ada waktu renggang, saya sering membuatkan blog rekan guru dan juga dosen secara FREE. Tujuannya supaya mereka aktif menulis di blog. Sayang kalau mereka menulis, apalagi yang panjang-panjang hanya ditulis di kronologi faceboknya saja. Padahal, tulisannya akan terus dihimpit dengan tulisan baru.

Adalah GURUSIANA. Yang menurut hemat saya bisa dijadikan sebagai tempat menuangkan ide tulisan, bisa fiksi maupun non fiksi. Tulisan perdana saya berjudul Selingkuh Bu Sonia. Cerita pendek yang saya tulis ulang di blog Guru Muda. Cerita yang sangat pendek sekali.

Ada beberapa kategori tulisan di Gurusiana:
- Opini
- PTK
- Best Practice
- Reportase
- Kolom
- Cerpen
- Resensi
- Parenting

Tampilannya seperti di bawah ini:



Lalu, bagaimana cara daftar di Gurusiana, Pak?

Untuk daftar di Gurusiana sangatlah gampang:
1. Sila untuk mengunjungi gurusiana.id atau silakan ketik di Pencarian Google "gurusiana.id". Jangan lupa KLIK ya...


2. Silakan nikmati dulu tulisan hasil karya guru. Jika sudah membaca artikel para guru, apalagi cerpen Cerpen Guru Muda Selingkuh Bu Sonia,
Silakan untuk meng-klik Daftar, seperti di bawah ini:


3. Anda akan diarahkan ke halaman pendaftaran:

Silakan isi:
- Nama
- Alamat Email
- Telepon
- Password

Catatan: Jangan lupa klik juga "Saya bukan robot". Lalu KLIK Register.

4. Cek Email
Jika tidak ada di kotak masuk, silakan cek di SPAM. Klik tulisan "Verifikasi Akun Sekarang Klik Disini"


5. SELAMAT
Anda sudah bisa menulis di gurusiana dan bisa mengedit data pribadi.



Salam Aktif Menulis!!!

Eitsss... Tunggu dulu

Ternyata di Gurusiana, kita tidak hanya bisa menulis saja. Menyisipkan video pun sangat-sangat bisa. Tulisan Pak Luki Burhansyah dengan judul "Tutorial Cara Membenamkan Vidio di Gurusiana" bisa membantu.

Selain menulis, Anda bisa menambahkan video sebagai penguat artikel. Selamat berkarya!!!

Semoga Bermanfaat.



Read More

AGUPENA: Wadahnya Guru Penulis Indonesia

GURUMUDA.WEB.ID - Pentingnya guru membudayakan menulis menjadi tugas penting bagi guru yang lainnya untuk mewadahi guru penulis atau calon penulis. Maka, diperlukan organisasi untuk memfasilitasinya.

Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) adalah salah satu organisasi nonprofit di Indonesia yang anggotanya adalah para guru/pensiunan guru, dosen/pensiunan dosen dan tenaga kependidikan/pensiunan tenaga kependidikan yang memiliki minat dalam kepenulisan.

AGUPENA yang berkedudukan di Kota Tangerang, Banten ini berdiri sejak 28 November 2006 di Jakarta. Achjar Chalil (almarhum) adalah pendiri dan sekaligus ketua umum pertama.

Achjar Chalil, S.Pd (alm)

Tujuan dibentuknya AGUPENA untuk membantu pemerintah dalam rangka membangun peradaban dan mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui kegiatan penulisan karya tulis: fiksi atau nonfiksi, karya ilmiah maupun karya sastra, serta bahan ajar yang mengandung nilai-nilai agama, moral, etika, estetika, akhlak mulia, pengembangan dan penguasaan teknologi. Ini selaras dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003: Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen.


AGUPENA Didirikan oleh Para Pemenang Lomba Penulisan Naskah Buku Bahan Bacaan

Atas usulan dan dukungan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) yang saat itu dijabat oleh Prof. DR. Fasli Jalal, AGUPENA didirikan pertama kali pada tanggal 28 November 2006 di Jakarta oleh para Pemenang Lomba Penulisan Naskah Buku Bahan Bacaan yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

AGUPENA ini bersifat keilmuan, profesional, dan mandiri dengan memiliki tiga fungsi:

Pertama, sebagai wadah persatuan, pembinaan dan pengembangan guru penulis Indonesia.
Kedua, sebagai wadah partisipasi aktif profesional guru penulis dalam usaha menyukseskan pembangunan nasional. 
Ketiga, sarana penyalur aspirasi anggota dan komunikasi sosial timbal-balik antarorganisasi profesi, kemasyarakatan, dan pemerintah. 


Kegiatan dan Usaha AGUPENA

Tentunya sebuah organisasi harus di dukung dengan kegiatan dan usahanya. Adapun Kegiatan dan Usaha AGUPENA sebagai berikut:
  • Memberikan  pembinaan dan pelatihan kepada para guru, dosen, dan tenaga kependidikan agar mampu menulis bahan bacaan, buku pelajaran, karya ilmiah dalam bentuk tulisan yang selaras dengan tujuan pendidikan Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
  • Membantu Pemerintah mendorong peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara;
  • Menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintah dan swasta di dalam maupun di luar negeri bagi kemajuan dan kesejahteraan serta peningkatan kualitas profesi guru penulis;
  • Menerima/melayani guru, dosen, dan tenaga kependidikan yang menulis bahan bacaan yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta diperuntukan bagi peserta didik dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi;
  • Menyelenggarakan penelitian, pelatihan, dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan serta studi banding keilmuan dan profesi;
  • Melakukan kegiatan dan usaha lain yang halal yang dapat mewadahi dan menghidupi kegiatan organisasi dan para anggotanya.

Keanggotaan AGUPENA

Ada tiga kategori keanggotaan di AGUPENA, yaitu :

1. Anggota Biasa
Guru/Pensiunan Guru
Dosen/Pensiunan Dosen
Tenaga Kependidikan/Pensiunan Tenaga Kependidikan
2. Anggota Luar Biasa
Mereka yang masih mengikuti pendidikan sebagai calon guru dan siapa pun yang memiliki perhatian kepada dunia kepenulisan yang relevan dengan pendidikan
3. Anggota Kehormatan
Mereka yang karena keahliannya, sifat pekerjaannya, atau kedudukannya oleh organisasi dipandang dapat memberikan partisipasi bagi perkembangan dan kemajuan AGUPENA.
Mereka yang karena minat dan kegiatannya telah berjasa terhadap perkembangan dunia kepenulisan
***
Untuk mengetahui hasil karya tulis Guru Indonesia sila untuk mengunjungi situs AGUPENA: www.agupena.or.id

Read More

Selasa, 11 Oktober 2016

Opini Guru Muda: Upaya Kolaboratif Perpustakaan Sekolah

GURUMUDA.WEB.ID - Alhamdulillah, bagi penulis yang membutuhkan sedikit keahlian dalam menulis, dimuat di media massa, apalagi media yang cukup familiar sangat berbahagia dan bersyukur manakala karyanya dimuat.

Beberapa hari yang lalu, murid saya mengirimkan foto bahwa tulisan saya sedasng dibaca. Berikut tulisan yang dimuat di majalah kandaga.

Upaya Kolaboratif Perpustakaan Sekolah

Oleh: Roni Yusron Fauzi

Diwajibkannya para siswa untuk membaca buku 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran sebagai salah satu penerapan program Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) yang dicanangkan Mendikbud, Anies Bawesdan, perlu diapresiasi oleh para stakeholder. (24/7)



Baca Juga Artiekel Menarik lainnya:
Jangan salahkan jika siswa begitu enggan untuk membaca. Menyempatkan membaca buku beberapa menit saja tentu akan dirasakan bosan. Maka, diperlukan adanya pembenahan perpustakaan sebagai pusat referensi di sekolah.

Persoalan yang utama rendahnya minat baca di sekolah karena perpustakaan kurang tertata dengan baik dan sosialiasi pustakawan yang kurang inovasi. Seakan perpustakaan hanya menjadi kebutuhan tertier saja. Padahal fungsi perpustakaan adalah sebagai jantungnya sekolah.

Untuk memperbaiki persoalan ini, maka diperlukan upaya-upaya kolaboratif yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah.


Pertama, kerjasama dengan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)


Saat ini eksistensi TBM sungguh sangat menggembirakan. Kegiatan di TBM tidak hanya membaca buku saja. Meminjam buku, lalu pulang. Tapi diisi dengan program-program tambahan seperti public speaking, bedah karya dan pelatihan menulis. Langkah seperti ini sebagai upaya mengikat pengunjung untuk selalu berada di  lingkungan TBM.

Pihak sekolah bisa meniru dan memodifikasi program di Taman Bacaan Masyarakat untuk bisa diterapkan di perpustakaan sekolah.


Kedua, Membuat Poster Edukatif 

Membuat Poster Edukatif sebagai implementasi pelajaran Seni Budaya & Keterampilan (SBK) ke dalam kehidupan sehari-hari. Poster atau pajangan hasil karya siswa tersebut bisa diisi dengan slogan motivasi berupa ajakan minat baca. Dengan harapan siswa dan guru lebih tergugah akan minat baca.


Ketiga, lengkapi dengan buku bebas 

Koleksi buku di perpustakaan sekolah lebih dominan pada buku kurikulum saja, padahal buku tersebut sudah sering menjadi pembahasan bersama guru.  Atau mengandalkan buku-buku dari pemerintah.

Buku bebas yang sifatnya mendidik seperti novel, kumpulan cerpen, majalah dan koran pun seyogyangya harus dijadikan prioritas. Dengan tujuan untuk menyegarkan pikiran siswa, juga supaya lebih bisa membuka pola pikir dan wawasan.

Tentunya untuk buku bebas ada penyaringan dari pustakawan. Melengkapi perpustakaan dengan buku bebas dengan harapan mencegah siswa supaya tidak bosan dalam membaca.

Jika ada perubahan yang signifikan  pengunjung perpustakaan sekolah yang meningkat, sudah jelas perpustakaan sekolah sudah diminati siswa. Semoga budaya membaca di Indonesia bisa berkembang ke depannya. (***)
 Majalah Kandaga Online

***
Artikel ini Dimuat di Majalah Kandaga  Edisi 73 | Agustus 2015)          



Read More

Senin, 03 Oktober 2016

Kuliah Menulis Online KPKers Garut Bareng Kang Acil

GURUMUDA.WEB.ID - Kuliah Menulis Online KPKers Garut Bareng Kang Acil - Ada info yang sangat menarik dari Komunitas Penulis yang satu ini. Mereka menamakan KPKers alias Komunitas Penulis Kreatif. Kali ini KPKers wilayah Garut mengadakan Kuliah Menulis Online bareng Kang Acil.

Kuliah Menulis Online ini diadakan selama satu bulan ke depan, dimulai sejak 30 September 2016 s.d. 29 Oktober 2016, setiap hari pukul 20.00-21.00 WIB.




Materinya seperti apa?


Materi yang akan dibahas mulai dari motivasi menulis, cara memilih tema, latar/setting, penokohan, kiat tembus ke penerbit mayor, dan langkah-langkah meraih sukses (tidak hanya dalam karir menulis).


Investasi???

Seikhlasnya! I
Insya Allah seluruh biaya akan disumbangkan kepada korban yang terkena musibah banjir bandang di Garut.
.
Bagi yang tertarik untuk mengikuti pelatihan ini, silakan menghubungi ketua KPKers Garut: Alisa Septiyani Azizah (0823-2013-5751) atau melalui facebook Azizah Noor Qolam.
.
Untuk pembayaran kelas online dapat ditransfer melalui:
BNI a.n. Alisa Septiyani Azizah (0379921088)
Mandiri a.n. Alisa Septiyani Azizah (1770000250347)

Mari belajar sambil berbagi untuk meringankan beban saudara-saudara kita di kota Intan. Raih ilmunya, dapatkan keberkahannya. Semoga Allah membalas dengan yang lebih baik. Aamiin ya rabbal 'alamin :)


MASIH ADA KESEMPATAN UNTUK KULIAH ONLIN BARENG KANG ACIL INI
SILAKAN GABUNG DI SINI

Sekilas Profil Kang Acil


Kang Acil atau Kurniawan Al Isyhad. Penulis yang juga mentor kepenulisan. Buku yang sudah diterbitkan diantaranya: Lafadz Cinta, Mencintaimu Haruskah Sesakit Ini?, Dosa-Dosa Terindah, Kitab Cinta Malam Pertama, dsb
Read More

Rabu, 28 September 2016

Kepala MTs IQRO: Tingkatkan Mutu MTs IQRO dengan Memilih Guru dan Siswa Teladan

GURUMUDA.WEB.ID - Lagi-lagi, Kepala MTs IQRO, Alan Muhtar, S,Pd melakukan gebrakan yang inovasi. Kali ini dengan tujuan meningkatkan kualitas guru dan siswa, MTs IQRO akan memilih guru dan siswa teladan per bulannya.


Kepala MTs IQRO, Alan Muhtar,S.Pd sedang memberikan sambutan
Pemilihan guru dan siswa teladan ini dengan tujuan mengembangkan semangat kompetisi serta mendorong semangat bersaing sekaligus meningkatkan kemampuan guru dan siswa, pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Madrasah Tsanawiyah IQRO Garut.

Secara umum, masih menurut Kepala MTs IQRO, pemilihan guru dan siswa teladan bertujuan untuk memberikan memberikan penghargaan kepada guru dan siswa yang memiliki prestasi bukan hanya secara akademik, tapi terkhusus adalah prestasi dari segi adab/akhlak/kepribadian.

Baca Juga:
Ibu Ani Terpilih Menjadi Guru Teladan Periode Agustus 2016 
Siswa Berprestasi, Guru Tambah Energi. Good Luck KAYLA!!!  
Guru Honorer Cantik Ini Berpenghasilan Puluhan Juta per bulan

Pemilihan guru dan siswa teladan akan dipilih tiap bulan. Pihak MTs IQRO akan memilih siswa teladan perkelas dan guru.

Semoga ini langkah baik untuk terus meningkatkan kualitas MTs IQRO. [Edu Journalism]

Read More

Sabtu, 07 Mei 2016

Kursus Menulis Sama Guru Renang?

GURUMUDA.WEB.ID - - - Jika suatu perkara diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah akibatnya di kemudian hari. Belajar menulis ya harus ke penulis! Masa iya berguru menulis sama guru renang?

Ya. Saya dengan senang hati jika di kemudian hari saya bisa berguru di dunia kepenulisan kepada 'Guru Renang' yang satu ini. Bambang Trim. Sudah tidak asing lagi dengan nama yang satu ini di jagad kepenulisan. Penulis produktif dengan karya lebih dari 160 judul buku dan ratusan artikel/esai/feature yang tersebar di berbagai media ini, tak hanya sebagai pendiri ManisTebu.com. Tapi, kini beliau mendirikan Institut Penulis atau InsPena.

InsPena sebagai lembaga pendidikan dan kajian di bidang penulisan dan penerbitan menyediakan akses untuk siapa pun dan di mana pun mengikuti kursus penulisan-penerbitan, baik secara daring (online) maupun luring (offline).

Di Institut Penulis ini ada banyak kategori kursus kepenulisan, diantaranya: Penyuntingan (Editing), Penulisan Akademis, Penulisan Anak, Writerpreneurship, Penulisan Kreatif, Penulisan Bisnis, dan Penulisan Jurnalistik.

Kategori kepenulisan ini pun bisa diikuti dengan model kelas online atau offline.

Bambang Trim = Guru Renang?

Menurut Taty Elmir, Relawan Gerakan Ayo Membaca Indonesia, kehadiran InstitutPenulis.id tidak seperti kursus di bidang penulisan kebanyakan yang TIDAK BENAR-BENAR PRAKTIS. 

Bahkan, Elmir percaya bahwa pelajaran renang efektif hanya bisa diberikan guru renang yang memang jago renang. dan tentu saja guru 'renang' tersebut adalah Bambang Trim.


Ayo siapa yang mau ikut Kursus Menulis sama Guru Renang?
Read More

Rabu, 06 April 2016

Komunitas Guru Menulis, Solusi Guru Aktif Menulis

GURUMUDA.WEB.ID - - Menulis bagi guru seakan menjadi beban. Padahal menulis bagi guru seharusnya menjadi kebiasaan yang harus dinikmati di sela-sela rutinitas mengajar. Banyak alasan yang mendasar kenapa masih banyak guru yang tidak menyempatkan waktu untuk menulis walau satu hari saja.

Penulis yakini, sebagian besar guru tidak lagi menulis apa-apa selain menulis perangkat KBM. Yang sangat menyedihkan, ini tidak menimpa guru non bahasa tapi juga guru-guru yang mengampu mata pelajaran Bahasa  Indonesia.

Sebenarnya bila ada niat memperbaiki kualitas diri,banyak yang bisa diikhtiarkan. Menulis bisa menjadi lahan untuk memperbaiki kualitas seorang guru. Intelektualitas guru bisa dilihat sejauh mana ia senang menulis. Entah menulis opini di media massa atau melalui buku. Karena terciptanya tulisan buah daripada membaca.

Pengembangan budaya membaca dan menulis merupakan salah satu prinsip pengembangan pembelajaran pada saat menyusun perangkat pembelajaran. Maka, wajiblah bagi guru memasukkan pengembangan membaca dan menulis di setiap pengelolaan pembelajarannya.

Di media Koran cetak seperti Rubrik seperti Forum Guru di Pikiran Rakyat dan Guru Menulis di Republika seharusnya ditangkap secara cepat untuk kalangan guru. Ini peluang sangat prospektif untuk menggerakkan guru supaya senang menulis. Memberikan ruang khusus bagi guru untuk menuangkan buah pemikirannya.

Apalagi salah satu faktor untuk kenaikan pangkat dibutuhkan karya tulis. Tanpa pembiasaan menulis jangan harap karya tulis bisa tuntas, terkecuali dibuatkan oleh orang lain. 

Maka, sudah seharusnya guru ikut bergabung dengan komunitas menulis guru yang sudah ada atau membuat komunitas sendiri dengan rekan guru yang lain. Yang tak lain saling berbagi dan mengembangkan budaya menulis.

Guru-guru yang melek internet sangat ramai membuat komunitas guru menulis. Entah di blog atau membuat grup khusus di social media. Sayangnya, hanya sedikit yang meresponnya.

 Padahal komunitas guru menulis seperti ini menjadi ajang pembelajaran. Disana guru akan siap belajar menerima kritikan, masukan, dan bagaimana seharusnya menulis yang baik (layak dibaca).

Semoga dengan komunitas guru menulis, tidak ada anggapan bahwa guru malas (tidak bisa) menulis.

***
Opini di atas ditulis pada tanggal 24 Januari 2014. Yang pernah dikirimkan ke Pikiran Rakyat.

Ditulis oleh:

 *) Roni Yusron Fauzi
Guru MI & MTs IQRO Leles Garut
Owner blog www.gurumuda.web.id

Read More