Tampilkan postingan dengan label Guru Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Menulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2019

#Harike1: Surat untuk Rasulullah

Ya Rasulullah...
Di dimensi nyata aku memanggil
Melirih
Menggigil
Pasrah

Di atas dimensi nyata engkau tersenyum
Semoga saja
Karena tak tampak terlihat

2 Ramadhan 1440
5.33 wib
#21harimenulisbuku
Read More

Rabu, 08 Mei 2019

21 Hari Menulis di Bulan Berkah Ramadhan

Bismillah... Saya harus mampu untuk sekadar menulis selama 21 hari ini. Lama sekali saya tidak membiasakan diri lagi untuk menulis, meskipun di blog Guru Muda sekalipun. Padahal banyak sekali sehari-hari yang saya lakukan. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Terlalu banyak alasan yang mengantarkan untuk tidak menulis. Na'udzubillahi min dzalik.

Momentum bulan berkah Ramadhan ini meguatkan saya untuk menulis kembali. Tentunya disela-sela kegiatan yang sebenarnya tidak sibuk-sibuk amat. Karena masih banyaknya pekerjaan yang sangat nyantai. Tidur.

Untuk memotivasi diri, saya memberanikan diri untuk berjanji dengan membuat status di WhatsApp dan Facebook untuk menulis selama 21 hari. Insya Allah.

Satu persatu saya menulis ala kadarnya sesuai dengan hati yang ingin sekali ikut terlibat. Apalagi setelah melihat karya-karya Emha Ainun Najib atau Cak Nun. Karya yang sangat luar biasa bagi saya, mulai dari menulis puisi sampai essay. Belum lagi dengan cara dakwah beliau yang berbeda dengan yang lain. Kental dengan ilmu tasawwuf tingkat tinggi. Terkadang bagi oang awam seperti saya, tidak bisa menjangkau apa yang diutarakannya.

Sampai larut malam, bahkan finish sampai sahur saya tak tidur demi menjemput inspirasi seperti halnya Cak Nun membuat karya yang begitu fenomenal. Ingin rasanya saya membuat terus karya-karya yang dengannya bisa bermanfaat buat saya pribadi, dan juga orang lain yang menyeruputinya.

Insya Allah saya bisa, meskipun tidak secara full bisa apa yang dilakukan oleh Cak Nun. "Hebat bener nih orang," batin saya.

Sungguh Allah begitu sayang sama Cak Nun dengan ilmu-Nya tak terbatas dialirkan kepada Cak Nun yang sangat menyintai-Nya.

Akhirnya... saya bismillah wa laa haula wa laa quwwata illaa billah, tidak daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Ta'ala.

Selamat Menikmati 21 Hari Menulis di Bulan Ramadhan berkah ini
Read More

Sabtu, 03 Maret 2018

Siswa Berprestasi, Guru Tambah Energi. Good Luck KAYLA!!!

GURUMUDA.WEB.ID – Jika siswa menjadi salah satu juara Olimpiade SAINS, bangga dan bersyukur menjadi bagian tak terelakan bagi guru pembimbingnya. 

Selama dua hari (2-3 Maret 2018), OSIS SMAN 2 Garut mengadakan Olimpiade SAINS. Olimpiade SAINS ((Matematika, IPA dan IPS) itu sendiri merupakan ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SMP/sederajat se-Kabupaten Garut. 


Baca juga:
Ibu Ani Terpilih Menjadi Guru Teladan Periode Agustus 2016 

Tidak menyia-nyiakan kesempatan, MTs IQRO pun ikut andil menyemarakkan kegiatan positif ini sebagai ajang pengembangan diri siswa/siswi.






Dengan mengirimkan utusannya dari berbagai bidang, Alhamdulillah salah satu siswa MTs IQRO bisa menjadi bagian dari yang terbaik.

Kayla ‘Afa Aghniya

Dari utusan terbaik MTs IQRO yang berhasil lolos ke-3 besar adalah Kayla ‘Afa Aghniya. Awalnya Kayla, biasa disapa Kekey, menempati peringkat 2 besar untuk tahap pertama. Panitia mengambil 10 besar dari masing-masing bidang (Matematika, IPA & IPS). Kayla yang mewakili bidang IPA harus bersyukur bisa menjadi  terbaik ke-3 bidang IPA.



Guru Tambah Energi

Bagi guru, siswa yang sekaligus anak di sekolah menjadi objek bagaimana caranya potensi, kemampuan mereka terarahkan. Salah satunya dengan mengikuti olimpiade. Menjadi juara bukan perkara penting, meraih juara adalah berkah dari hasil kemauan dan kerja keras yang maksimal. 

Kalah dan menang bukanlah tujuan utama. Pengalamanlah yang akan mengajarkan mereka bagaimana harus berbuat di kemudian hari.

Melihat, merasakan anak didiknya berprestasi, guru akan bertambah energy. Bagaimana caranya melahirkan anak-anak yang lain bisa berprestasi dengan bakat dan potensi yang dimilikinya.

Tentu saja, pekerjaan guru sangatlah berat. Tidak hanya mengajar di depan kelas, tetapi mendidik dengan nurani akan tampak hasilnya.
Read More

Senin, 30 Oktober 2017

Inilah Caranya Biar Guru Dikangenin Siswa

GURUMUDA.WEB.ID - Salah satu faktor penunjang siswa memahami pelajaran adalah siswa senang, enjoy dulu sama guru mata pelajaran (mapel) tersebut. Mau pelajaran Matematika sekalipun yang kebanyakan siswa ‘kurang suka’ sama pelajaran yang satu ini, tapi jika gurunya dikangenin siswa, maka biasanya siswa akan mudah dan berusaha untuk memahami pelajaran angka itu.


Dikangein Siswa, siapa yang nggak mau?

Termasuk saya dan juga Anda guru-guru yang siap naik kelas menjadi seorang pembelajar. Guru yang tak merasa puas dengan ilmu yang dimiliknya saat ini, tetapi guru yang terus mengupgrade keilmuan dan wawasannya. 

Masalah yang sering dihadapi guru, bagaimana caranya pelajaran yang kita sampaikan mudah diterima dan dipahami oleh anak-anak. Padahal cara penyampaian saat menerangkan pelajaran sangat maksimal.

Pernahkah Anda bertanya sama siswa, “kangen nggak sama Bapak?” , “kangen nggak sama Ibu?”

Tahadduts bi ni’mah, saya termasuk guru yang selalu minta kritik dan saran dari orang lain, termasuk dari anak-anak. Setidaknya ada masukan ketika kita anggap itu benar, padahal bisa jadi itu adalah kesalahan fatal. Jadi terbuka kepada siswa adalah perkara yang sudah seharusnya dilakukan guru, bertanya apakah mereka kangen sama kita atau nggak.

Jika tidak ada jawaban, apalagi ada beberapa dari mereka yang berbisik menandakan mereka nggak “ngeuh” bahkan paling parah mereka benar-benar nggak kangen sama kehadiran kita. Ini menjadi maslah buat kita selaku guru. Dan ini mesti dicarikan solusinya. 

Dengan cara apa?

Yang saya lakukan adalah pertama mencoba untuk memahami letak kesalahan saya. Tidak serta merta kita menyalahkan mereka gegara mereka tidak kangen sama kita.

Kedua, perlakukan mereka benar-benar menjadi anak kita, seperti anak kandung. Tentu ada pembatasan yang berlaku. 

Ketiga, ajak mereka berunding saat ada ada masalah di kelas. Mencari solusinya.

Keempat, perbaiki cara mengajar kita. Karena anak-anak menilai guru tidak hanya di dalam kelas saja. Tetapi, saat di luar kelas mereka terus memantau apakah kita layak menjadi guru sekaligs orang tua bagi mereka.

Setidaknya ada 4 Cara Biar Guru Dikangenin Siswa yang bisa saya bagikan.
Semoga bermanfaat.

Read More

Sabtu, 23 September 2017

Fadil dan Kerupuk Kuning

GURUMUDA.WEB.ID - Ba'da Jum'at ada agenda musyawarah Kecamatan Bersholawat di Ponpes Tarbiyatul Athfal (Pangersan Ajengan Iom). Menunggu jemputan, saja janjian di warung es kelapa depan Wihoga.

Mata saya terusik dengan mendekatnya seorang anak yang medorong roda, isinya kerupuk kuning.
Saya hentikan bocah itu untuk saya ajak ngobrol.

Fadil. Pernah sekolah di SD Karangtengah II. Tapi ia tidak melanjutkan ke SMP.
"Kenapa nggak mau sekolah?" tanya saya.

" Ah alim we..." singkatnya tersipu.

Fadil. Yatim. Ia tiap hari berkeliling jualan kerupuk kuning yang digoreng ibunya. Itu pun bukan milik mereka. Tapi harus setor ke home industri dimana ibunya bekerja.

Harga kerupuk kuning dari pabrik Rp. 4.500. Fadil menjualnya Rp. 5.000. Lumayan Fadil dapat laba per bungkus lima ratus. Kalau laku semua ia dengan bersyukur bisa bawa pulang ke rumah Rp. 15.000.

"Lima belas ribu buat apa? Jajan?" Saya berondong pertanyaan.

"Buat beli beras,"

Fadil mendorong roda kecilnya dari Kampung Salamanjah, Kadungora menuju Leles, sampai Leuwigoong. Lumayan jauh untuk ukuran anak-anak.

--->> bersambung
Read More

Sabtu, 17 Juni 2017

KURIKULUM MANDIRI GURU MUDA

GURUMUDA.WEB.ID - Hebohnya isu Full Day School bikin marah bagi pemerhati pendidikan. Kebijakan sekolah selama lima hari yang direncanakan Pak Menteri dengan durasi delapan jam setiap harinya, ternyata  tidak hanya memicu kekhawatiran di kalangan siswa, tetapi juga para guru. 

Ternyata merebaknya opini di masyarakat, bikin marah juga bagi Pak Menteri sang pembuat kebijakan, karena demo opini dari para tokoh pendidikan terus menyebr di media sosial.


Menanggapi semacam ini, saya sih nyantai-nyantai aja, karena saat ini saya sedang/sudah merancang formula kurikulum mandiri ala guru muda yang insya Allah semua pihak akan setuju.

Kenapa saya begitu yakin Kurikulum Mandiri ini akan di setujui semua pihak???

Dalam kurikulum mandiri yang saya buat ini ada kolaborasi antara teori dan praktik yang berbeda dengan saat ini.

Teori dan Praktik harus Apik
Ilmu dan Amal harus Bersama

Dengan kurikulum mandiri ala guru muda ini anak tak akan jenuh belajar meskipun fasilitas sekolah/madrasah kurang memadai. Dimana kurang meratanya fasilitas pendidikan di daerah, apalagi di pedalaman nusanatra tercinta ini.

Ada strategi lain untuk siswa yang tak melulu belajar di dalam kelas. Diantaranya penilaian anak  tidak melulu mengedapankan nilai akademik saja. Melainkan ada nilai tambah bagi mereka siswa yang lemah nilai akademiknya.

Bisa jadi, dengan kurikulum mandiri ala guru muda ini, siswa yang punya IQ pas-pasan, tetapi mempunyai hafalan Qur'an, katakanlah 3 juz, bisa menjadi rangking ke-1.

Rangking ke-2 nya, siswa yang bisa membuat aplikasi android. Game, misalnya...

Keren bukan???

Insya Allah rancangan metoda Kurikulum Mandiri Guru Muda ini insya Allah dibukukan...

#gurumuda
#kurikulumgurumuda
#gurumudainstitute
Read More

Rabu, 24 Mei 2017

Guru Muda Ikutan Lagi Lomba Menulis di GURARU 2017

GURUMUDA.WEB.ID - Guru Era Baru atau Guraru bagi Guru Muda menjadi tempat berbagi dan belajar bersama guru-guru di Indonesia. Guraru bisa menjadi lahan untuk belajar menulis bagi guru yang hendak membiasakan diri menjadi penulis.

Banyak sekali pengalaman dan ilmu baru di Guraru. Saya bisa berkawan dengan seorang guru inspiratif, berprestasi dan kreatif. Padahal beum bertemu di kehidupan nyata. Sebutlah Guru Besar (guru yang berbadan besar) Pak Wijaya Kusumah atau biasa disapa Om Jay, atau Pak Dedi Dwitagama, Pemenang Guraru Award 2012.

Selain di blog Guru Muda ini, saya sering pula menulis di GURARU. Dari berkah suka menulis, guraru pun memberikan reward kepada guru muda, diantaranya:










Untuk tahun 2017 ini, kembali saya mengikuti lomba menulis guru ini. Tak lain sebagai motivasi saya untuk terus menulis.

Berikut Judul yang saya ikut sertakan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru:

Go Guru Digital dengan Perangkat yang Tepat


 Jangan lupa vote dan memberikan komentar/kritiknya untuk kemajuann kualitas menulis Guru Muda.
Read More