Tampilkan postingan dengan label Guru Digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Digital. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 November 2018

√ Tips Cara Memilih Domain Brandable adalah Gunakan Nama Domain yang Unik

GURUMUDA.WEB.ID - Kebanyakan blogger yang baru terjun ngeblog, tidak merasa penting dengan domain. Karena tidak begitu paham manfaatnya domain untuk jangka panjang. Beberapa hari yang lalu, mahasantri (mahasiswa yang juga santri) saya menghubungi saya untuk minta diajarkan membuat blog. Saya ajarkan step by step, mulai dari kira-kira mau menulis apa di blognya nanti. “Pengen apa aja, A. Yang penting saya nulis.”


Saya menyarankan lebih baik menulis di blog seputar teknologi informatika saja. Alasannya, karena dia adalah mahasiswa sekolah tinggi teknologi yang ada di Garut. Dia mengiyakan, lalu dengan semangat memulainya.

“Jangan tanggung-tanggung, kalo bisa setelah buat blognya, itu juga kalo kamu punya duit sekalian aja beli domainnya,” saran saya.

“Apa itu domain, A?”

“Seperti www.gurumuda.web.id” jawab saya.

Ternyata masih banyak orang-orang di sekitar kita yang melek internet, tapi tidak begitu banyak mencari informasi dan menggunakan internet secara sehat. Seperti pengalaman di atas. Maka, inilah pentingnya memberikan edukasi.

Berikut yang saya berikan informasikan kepada mahasantri bahwa domain adalah ibarat kampus kuliah, hosting adalah kelasnya. Yang dimana pada kampus itu ada ruang kelas. Nah, tiap ruang belajar itulah yang disebut Hosting.

Sementara Domain ibarat alamat untuk menuju ke kampus. Dengan alamat kampus yang jelas, mahsiswa akan dibimbing untuk menuju ke kampus dengan ruang belajarmasing-masing. Yang mana semuanya tersebut berdiri di suatu bangunan kampus, dinamakanlah website atau blog.
Saya pun menyarankan mahasantri saya ini untuk cerdas memilih dan menggunakan domain serta tempat penyedia providernya.

√ 1. Gunakan nama domain yang pendek, Jangan Terlalu Panjang


Nama domain bukanlah nama alamat lengkap rumah, sekolah, kampus yang rinci dengan nama jalannya. Domain haruslah singkat. Karena nama domain yang singkat akan diingat. Seperti nama domain gurumuda.web.id ini. Disarankan 1-2 kata saja. Maksimal, kalaupun domain ada yang punya maksimal 3 kata. Itu pun tetap harus pendek. Misalnya, “guru muda” ini 2 kata, puisigurumuda.blogspot.com, ini ada 3 kata.

√ 2. Mudah Diingat Gampang Diketik dan UNIK


Setelah nama domain kita pendek, pastikan juga nama domain kita mudah diingat, mudah dihafal. Karena pengunjung blog sebelum pergi dan terdampar di blog kita, mereka mencari informasi di Google Pencarian. Nah, biasanya mereka akan mampir kembali ketika artikelnya bermanfaat. Dan akan menyimpan di memori otaknya apa nama domainnya. Maka, jika nama domain mudah diingat, menjadi keuntungan bagi pemilik blognya.

Tidak hanya itu, pastikan juga nama domain kita gampang diketik. Jangan yang aneh-aneh dengan kata yang kurang familiar, bahkan memakai simbol atau angka. Kecuali memang angka tersebut sudah familiar seperti angka 99. Justru jika nama domain memakai angka, akan ribet dihafal, diingat bagi pembaca.

Jika nama domain mudah diingat, mudah diketik, pastikan juga harus unik. Karena unik membedakan antara milik kita dengan orang lain. Keunikan pula yang mengingatkan dalam memori bawah sadar pengunjung blog.

√ 3. Pakai Nama Anda atau Branding Anda Sendiri


Saya pernah mengadakan sedikit polling di media sosial. Dari kebanyakan jawabannya adalah Guru Muda. Sudah dipastikan bahwa brand Guru Muda tersematkan di pribadi saya. Karena berkat penamaan dari domain blog gurumuda.web.id ini.

Kalau sulit dengan branding Anda sendiri, sederhana saja, pakai nama Anda sendiri. Seperti yuronfauzi.blogspot.com.

Dan ini diebut juga dengan brandable, yaitu nami yang unik dan menarik. Karena dengan brandable bukan saja nama domain kita diingat, melainkan juga disukai.

√  4. Lebih Baik Gunakan Domain dengan .COM atau .NET


Orang akan mengingat alamat domain yang berakhiran .COM atau .NET. Karena extensi ini sangat familiar di jagat dunia maya. Dan tentunya lebih profesional ketimbang extensi lainnya.

Kenapa alamat domain Guru Muda memakai .web.id?

Hehehe...

Setelah saya mencari dan mengecek nama domain berakhiran .COM dan .NET, ternyata sudah dimiliki oleh orang lain. Maka, saya pun mencari ekstensi lain. Beruntung extensi .web.id masih bisa digunakan. Maka, blog tercinta gurumuda.web.id inilah yang menjadi pilihannya selama dari tahun 2016.

Extensi .web.id adalah ccTLD,  singkatan dari Country Code Top Level Domain, dimana ccLD ini aadalah sebuah ekstensi domain yang dikhususkan untuk Negara tertentu.

√  5. Memilih Jasa Penyedia Domain Terpercaya

Terakhir dari cara memilih domain yang brandable adalah kita memilih provider, tempat penyedia layanana jasa pembelian domain hosting yang terpercaya. Karena dimana kita akan mendaftarkna nama domain pun adalah perkara yang sangat penting. Jangan sebatas terpicu karena promo yang murah, apalagi dibatasi hanya beberapa bulan saja.

Jika tidak terpercaya, maka jangan aneh jika nama domain kita akan hilang. Seperti salah satu domain saya yang hangus, tidak bisa diperpanjang. Karena promonya hanya setahun saja.

Maka, pastikan Anda harus cerdas memilih tempat penyedia domain & host terbaik dan terpercaya.

Kesimpulan:
Nama domain sebuah website atau blog dianggap penting jika kita tahu apa manfaatnya.Apalagi jika domain untuk jangka panjang sebagai investasi. Karena semakin lama umur domain tersebut hidup, maka akan mendapatkan reputasi yang besar pula dengan nilai Domain Authority (DA) yang besar. Biasanya, kualitas suatu blog atau website juga dinilai dari berapa lamanya domain tersebut hidup.
baca selengkapnya

Senin, 12 November 2018

Serunya Jadi Guru Blogger di Era Digital

GURMUDA.WEB.ID - Bagaimana jadinya jika Ponselnya pintar, siswanya melek internet, sementara gurunya gaptek?

Jelas sekali  ini akan menjadi masalah yang sangat riskan bukan? Terutama bagi dunia pendidikan. Jika gurunya tidak melek internet, tidak menggunakan internet secara sehat, maka ini adalah salah satu faktor menurunnya kualitas dan kompetensi bagi guru.


Era Digital yang semakin masif, mengharuskan guru untuk terus update informasi, terutama untuk kemajuan pendidikan. Entah itu pendidikan yang ruang lingkupnya di dalam, seperti metoda pembelajaran di kelas, maupun ruang lingkupnya secara global -guru melakukan inovasi pendidikan di luar jam mengajar-.

Jika guru yang peka pada kondisi zaman saati ini, apalagi hampir kebanyakan perangkat yang diakses berbasis digital, maka seyogyangya para guru diharapkan mampu memberikan edukasi bagi sesama rekan guru, terlebih bagi siswa.

Guru yang kreatif akan aktif memanfaatkan digital learning dalam pembelajarannya. Karena dengan cara itu guru akan banyak menginspirasi siswa dan guru lainnya dalam penerapan pembelajaran secara digital. Dengan teknologi informasi akan memudahkan guru dan murid untuk memperoleh materi pembelajaran dimanapun dan kapanpun. Maka, ini sama dengan guru kreatif membantu meningkatkan kualitas guru dan pendidikan di Indonesia.

Lantas, langkah apa yang mesti dilakukan bagi guru di tengah-tengah hidup di zaman digital seperti saat ini?

Jadilah Guru Blogger


Kenapa saya merekomendasikan kawan-kawan guru, atau juga dengan profesi apapun untuk menjadi seorang blogger?

Karena saya merasakan keseruannya.

Ya. Serunya saya menjadi guru blogger di era digital ini membuahkan bakat dan potensi yang dulunya terpendam, kini bisa dirasakan kemanfaatannya untuk orang lain. Terlebih bagi diri saya pribadi.

Jadi guru blogger itu tidak sulit, namun juga tidak mudah. Karena saat pertama kali mendelarasikan diri “saya adalah blogger”, hal pertama yang saya rasakan adalah BINGUNG. Ya, bingung dengan pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan.

Saya buat blog untuk apa?
Apa yang harus saya tulis?
Apakah dengan blog bisa menghasilkan uang?

Pertanyaan itu terus berkecamuk, padahal actionnya saja belum. Ternyata setelah membaca dari beberapa tulisan akan pentingnya memiliki blog, maka saya putuskan untuk menjadi guru blogger (bukan gurunya para blogger, melainkan guru ngeblog).

Beruntung saya bisa menjadi bagian dari jutaan orang yang berprofesi sebagai guru yang menjadi blogger. Tepatnya Guru Blogger, guru yang senang ngeblog. Dari kesenangan membaca dan menulis, maka terciptalah blog Guru Muda ini.

Dari segelintir guru yang ngeblog, tentunya paling sedikit guru blogger yang terbilang sukses. Maka, menjadi seorang yang pembelajar saya terus menggali, belajar, mempraktikkan ilmu dari guru-guru blogger yang telah sukses.

Lalu, Apa Serunya Jadi Guru Blogger di Era Digital?


1. Membangun Budaya Literasi

Literasi di sini berarti keberaksaraan, yaitu keterampilan menulis dan membaca. Kebiasaan literasi dimaksudkan guna melakukan kelaziman berfikir yang ikuti oleh suatu proses membaca, mencatat yang pada akhirnya apa yang dilaksanakan dalam suatu proses pekerjaan tersebut akan menjai sebuah karya.

Membudayakan atau membiasakan untuk membaca, menulis tersebut memerlukan proses.

2. Open Minded


Menjadi guru blogger itu pikiran menjadi terbuka, berwawasan luas. Ini sangat bertautan sekali dengan literasi (membaca dan menulis). Dengan seringnya membaca, maka pembendaharaan kata bakal bertambah. Dengan membaca pula kita akan tahu kelebihan dan kekurangan dari apa yang kita baca.

Ini artinya jika ingin berwawasan luas kita mesti siap menjadi pembelajar sejati. Ingin terus belajar. Sesuai dengan perintah menuntut ilmu mulai dari ayunan hingga bersiap ke liang lahad.
Berwawasan luas juga harus siap untuk menerima kritikan dan saran dari orang lain. Menghilangkan sifat egois yang bukan pada tempatnya.

3. Bergabung dengan Komunitas


Banyak komunitas blogger di dunia maya. Dari berbagai profesi bisa berkmpul, selama mempunyai blog pribadi. Dengan komunitas ini, keseruan menjadi blogger bertambah. Apalagi diadakannya kopdar sesama blogger.

4. Guru Muda Terpilih Menjadi Guru Blogger Inspiratif


Dengan izin Allah, bersyukur saya terpilih menjadi guru blogger inspiratif tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN). Ini pencapaian apresiasi yang luar biasa. Alhamdulillah.

Tentu saja keseruan selama saya menjadi guru blogger dengan pencapaian yang masih biasa, tidak akan berhasil jika tidak didukung dengan faktor lainnya. Misalnya, tidak akan menjadi blogger inspiratif jika tidak punya blog. Betul kan?

Saya pernah menulis tentang Cara Membuat Blog Termudah untuk guna Guru dan Siswa. Membuat blog itu hanya mengikut 4+1+1 saja.

1. Mempunyai Email
2. Pergi ke flatform blogger.com atau Wordpress
3. Sesudah masuk. Klik tombol yang bertuliskan BLOG BARU
4.  Isi Judul Blog + Alamat Blog +dan Pilih Template


Cukup 4 cara saja untuk mempunyai blog yang sederhana. Namun, jika Anda ingin blognya terlihat profesional, maka diharuskan untuk ditambah 1 lagi pendukungnya. Yaitu mempunyai domain yang berbayar. Awalnya blog saya beralamat inovasigurumuda.blogspot.com yang diupgrade menjadi www.gurumuda.web.id. Tanpa melakukan pembelian hosting, sebab hosting langsung dari pihak Google.

Tapi, setelah cukup lama ngeblog dan merasakan pahitnya ngeblog, seperti artikel yang dicopas oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Maka, saya benar-benar membutuhkan 1 lagi cara dalam penyimpanan data yang aman. Caranya dengan blog self-hosting. Artinya kita tidak hanya membutuhkan domain saja, melainkan juga dengan hosting. Karena dengan self hosting ini kita memiliiki kontrol penuh, tanpa harus ditakut-takuti dengan kehilangan data tulisan yang suatu saat bisa hilang oleh pihak Google.

Memilih harga hosting murah bagi seorang guru honorer seperti saya adalah pilihan tepat. Ya tentu saja. Karena harus disesuaikan dengan isi dompet yang mesti dikeluarkan. Tapi, jangan khawatir. Domainesia sebagai penyedia domain hosting menjadi tempat yang sangat direkomendasikan untuk membeli domain murah dan hosting murah pula.

Namun, sebelum itu perlu kiranya kita ketahui dulu Apa itu Domain dan Hosting, serta kegunaannya.

HOSTING = KELAS

Jika ibarat sekolah, hosting bagaikan sebuah kelas sekolah. Yang dimana pada sekolah tersebut terdapat ruang kelas. Nah, tiap kelas itulah yang kita sebut Hosting.

Sementara Domain ibarat alamat sekolah. Dengan alamat sekolah yang jelas, siswa akan dituntun untuk menuju sekolah dengan kelasnya masing-masing. Yang mana semuanya itu berdiri di sebuah bangunan sekolah yang disebut Website.

Lebih simpelnya adalah:


Sekolah = Website
Kelas = Hosting
Alamat Sekolah = Domain

Lalu Bagaimana Bentuk Nyata dari Domain & Hosting itu sendiri? 


Hosting merupakan sebuah server dengan teknologi terbaik yang disediakan oleh suatu penyedia jasa layanan hosting, seperti halnya DomaiNesia. Layanan hostingnya pun bermacam-macam: Shared Hosting, Dedicated Hosting, Virtual Private Server (VPS) dan Colocation Server.

Biasanya untuk website dengan ukuran yang standar, menggunakan Shared Hosting saja sudah cukup. Seperti beberapa blog lain yang saya miliki.

Sedangkan untuk domain, biasanya berbentuk nama domain beserta ekstensinya. Misalnya alamat blog Guru Muda www.gurumuda.web.id, atau blog murid saya TaktikTekno.com dengan ekstensi .COM yang dibeli di DomainNesia.

Memangnya Apa Kelebihan Memiliki Domain & Hosting Sendiri dengan Penyedia yang Sama?
Bisa saya katakan, jika kita memiliki domain, apalagi sekaligus hosting di tempat yang sama memiliki sejumlah keuntungan bagi pemiliknya.

Pertama, Membangun Personal Branding

Personal branding menyatakan siapa diri kita sebetulnya dan kenapa orang inginkan merekomendasikan domain kita untuk orang lain. Personal branding tidak saja untuk public pigure.  Siapa saja yang merasa ingin menjadi pribadi yang baik di mata stakeholdernya, maka Personal branding memang diperlukan.

Langkah membangun personal branding seperti yang dilakukan oleh Guru Muda adalah sebagai tahapan usaha positif kita untuk memaksimalkan potensi pribadi supaya diketahui orang banyak.
Dalam hal ini pengguna internet.

Membangun personal branding tidak mudah, diperlukan kemampuan, skill dan juga kreativitas yang Anda miliki sebagai nilai jual. GuruMuda.web.id sengaja diciptakan sebagai personal branding, bukan berarti saya benar-benar sebagai seorang guru muda yang pintar. Melainkan, sebagai pemecut untuk saya supaya menjadi guru yang pintar memanfaatkan internet di era digital sebagai media pembelajaran.

Kedua, Terlihat Profesional dan Terpercaya

Saya sering menggali informasi di google pencarian, contohnya cara membuat website,  mencari harga hosting murah, domain murah, hosting Indonesia, sampai dengan lomba blog domainesia.

Sering pula saya memilah dan memilih, mana penyedia domain hosting yang bisa menjadi tempat rujukan terpercaya. Maka , saya lebih memilih DomaiNesia yang profesional dan terpercaya.                     
Ketiga, Hemat Waktu dan Tenaga

Jika kita memilih tempat penyedia Domain & Hosting Sendiri di tempat yang sama, kita akan hemat waktu. Pengunjung blog Guru Muda cukup banyak perharinya. Karena bagi saya yang memiliki banyak pengunjung dan kesibukan secara offline, dengan membeli domain dan hosting sekaligus di tempat yang sama adalah keuntungan tersendiri.

Karena domain hosting yang dibeli, sekaligus bisa menghemat waktu. Termasuk membantu saya menghemat tenaga, saya tidak perlu lagi mencari dua penyedia jasa untuk mendapatkan produk domain dan hosting sekaligus.

Keempat, Harga Murah dengan Pelayanan yang Maksimal

Harga murah adalah pilihan awal saya ketika membeli sebuah produk. Termasuk domain hosting. Rela berjam-jam untuk mendapatkannya dengan membandingkan dengan penyedia lainnya. Karena istilah yang  begitu populer bagi konsumen adalah “harga murah, fasilitas wah...”

Maka, tentunya saya memilih penyedia domain hosting yang berpengalaman dengan sepak terjang yang mumpuni. Termasuk dalam pelayanannya.

Ini kisah murid saya yang ingin membeli domain. Saya rekomendasikan untuk membelinya di DomaiNesia saja. Murid saya yang masih awam dalam urusan beli membeli domain, karena ini merupakan pertamakalinya ia membeli domain. Termasuk untuk transfer rekening ke DomainNesia.
Untungnya, pelayanan dari operator DomainNesia sangat membantu dan melayani dengan cepat. Sehingga hanya beberapa menit saja, domain yang diinginkan sudah dimiliki dan diakses. Tidak menunggu 24 jam atau berhari-hari.

Kesimpulannya:
Menjadi guru blogger kreatif yang memanfaatkan digital learning dalam pembelajarannya, harus didukung oleh media penunjang lainnya seperti penyedia domain hosting yang jelas dan kredibel dalam pelayanannya. Ini demi terwujudnya peningkatan kompetensi guru dan pendidikan di Indonesia mencerdaskan anak bangsa.
baca selengkapnya

Senin, 27 Agustus 2018

GURUMUDAMEDIA: Channel Pendidikan di YouTube Sebagai Media Pembelajaran

GURUMUDA.WEB.ID - Youtube merupakan situs yang memungkinkan pengguna internet untuk mengunggah, menonton, dan berbagi video. terpopuler yang menjadi konsumsi pengguna internet. Jutaan video tersebar di YouTube dengan konten yang beraneka ragam pula. 

Namun, sayang untuk Channel Pendidikan yang dibuat oleh guru masih jarang ditemukan. Padahal YouTube bisa dijadikan sebagai media pembelajaran.


Yang disayangkan, ketika kita search di pencarian YouTube dengan “Channel Pendidikan”, yang muncul bukanlah channel/saluran yang kita inginkan.




Nah, dengan alasan itulah, Guru Muda mencoba menyajikan konten video yang fun, edukatif yang dikemas dengan menghibur. Semoga keberadaan channel pendidikan GURU MUDA MEDIA menjadi ladang berbagi seputar dunia pendidikan sehari-hari.



Ada konten apa saja di channel pendidikan GURUMUDAMEDIA?


1. TUGAS ONLINE


Ya. Seperti video pertama di GURUMUDA MEDIA, video tersebut adalah tugas online Menghafal Kosakata dengan 3 bahasa, yaitu: Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris. 


Pada video ini bukan tugas yang saya berikan, namun saya hanya membantu wali kelas 2B di MI IQRO. Saya kumpulkan video tersebut menjadi satu.


Kalau penasaran, sila bisa di lihat di channel GURU MUDA MEDIA dengan judul “Nandito - Shafira - Isma | PINTAR LUCU Tugas Online Menghafal Kosakata 3 Bahasa Kelas 2B MI IQRO”

2.    TUTORIAL PEMBELAJARAN EDUKATIF
Selain tugas online, di channel pendidikan ini akan diisi juga konten yang masih mendidik, yaitu tutorial pembelajaran dengan sedikit keahlian yang saya miliki.



6 Keunggulan YouTube sebagai Media Pembelajaran:


  1. Potensial.yaitu youtube merupakan situs yang paling poluper di dunia internet saat ini yang mampu memberikan edit value terhadap education/pendidikan.
  2. Praktis yaitu youtube mudah digunakan dan dapat diikuti oleh semua kalangan termasuk siswa dan guru.
  3. Informatif yaitu youtube memberikan informasi tentang perkembangan ilmu pendidikan, teknologi, kebudayaan, dll
  4. Interaktif yaitu youtube memfasilitasi kita untuk berdiskusi ataupun melakukan tanya jawab bahkan mereview sebuah video pembelajaran.
  5. Sheareable yaitu youtube memiliki fasilitas link HTML, Embed kode video pembelajaran yang dapat di share di jejaring sosial seperti facebook, twitter dan juga blog/website.
  6. Ekonomis yaitu youtube gratis untuk semua kalangan. (Sukani/guraru.org)
Mari jadikan YouTube sebagai media pembelajaran dengan berisi konten-konten yang mendidik.
baca selengkapnya

Rabu, 24 Mei 2017

Guru Muda Ikutan Lagi Lomba Menulis di GURARU 2017

GURUMUDA.WEB.ID - Guru Era Baru atau Guraru bagi Guru Muda menjadi tempat berbagi dan belajar bersama guru-guru di Indonesia. Guraru bisa menjadi lahan untuk belajar menulis bagi guru yang hendak membiasakan diri menjadi penulis.

Banyak sekali pengalaman dan ilmu baru di Guraru. Saya bisa berkawan dengan seorang guru inspiratif, berprestasi dan kreatif. Padahal beum bertemu di kehidupan nyata. Sebutlah Guru Besar (guru yang berbadan besar) Pak Wijaya Kusumah atau biasa disapa Om Jay, atau Pak Dedi Dwitagama, Pemenang Guraru Award 2012.

Selain di blog Guru Muda ini, saya sering pula menulis di GURARU. Dari berkah suka menulis, guraru pun memberikan reward kepada guru muda, diantaranya:










Untuk tahun 2017 ini, kembali saya mengikuti lomba menulis guru ini. Tak lain sebagai motivasi saya untuk terus menulis.

Berikut Judul yang saya ikut sertakan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru:

Go Guru Digital dengan Perangkat yang Tepat


 Jangan lupa vote dan memberikan komentar/kritiknya untuk kemajuann kualitas menulis Guru Muda.
baca selengkapnya

Kamis, 17 Maret 2016

Mengetik 10 Jari dengan Keybook

GURUMUDA.WEB.ID - - - DIANTARA pelajaran dasar TIK, pengenalan tentang alat-alat Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) menjadi bahasan utama. Selanjutnya, pembahasan perangkat komputer: Hardware, Software dan Brainware.

Gambar-gambar perangkat tersebut biasa saya tampilkan dengan LCD Proyektor. Tampak antusias siswa MI IQRO, mereka menyangka akan menonton video kartun.

Saya menampilkan beberapa contoh  perangkat Hardware (perangkat keras),  salah satunya keyboard. Deretan huruf dan angka di papan kunci QWERTY saya perlihatkan kepada mereka. Lalu, saya menyuruh mereka untuk belajar mengetik 10 jari

Terus terang, sekolah belum bisa memfasilitasi laboratorium komputer, itu menandakan belum banyak komputer yang dimiliki. Jumlah komputer bisa dihitung dengan jari.

Untuk menyiasati kekurangan perangkat komputer, sementara anak-anak harus praktik. Maka, inspirasi itu datang ketika saya melihat salah seorang siswa yang mengetik di buku. Bukunya ia buka, seakan ia tengah membuka laptop. 

Melihat itu, saya menginstruksikan kepada dua puluh siswa supaya membuka bukunya masing-masing. Sampul buku mereka akan dijadikan layar monitor, sementara beberapa lembar kertas  sisanya akan dijadikan Keyboard.

“Ketika bapak perintahkan ketik A, maka kalian tekan kelingking kiri!” mereka pun memeragakan apa yang saya intruksikan.
“S...” mereka menekan jari manis kiri.
”D... ”
”F...
”space... ”
”J... ”
”K... ”
”L... ”
”titik koma,” mereka sangat serius dengan imajinasinya.

Mereka menggunakan Keybook. Ya, saya namai “Keybook”, artinya papan buku. Mengetik di buku sebagai pengganti Keyboard.

1 Laptop untuk 20 Siswa! Solusinya?
dok. yusronfauzi.com


Yakin dimana ada masalah di situ ada solusi terbaik. Pun dengan saya sebagai guru TIK yang sangat minim fasilitas TIK. Dimana satu laptop ternyata bisa dimanfaatkan oleh puluhan siswa. Mereka harus antri untuk mempraktikkan materi yang telah saya sampaikan. 


Namun, ketika kita berkreasi dan berimprovisasi dalam mengajar, maka solusi yang solutif akan datang di saat yang tepat.

Seperti masalah kekurangan media pembelajaran yang saya alami. Tak ada Keyboard, keybook pun jadi. Yang penting materi bisa disampaikan dengan baik, anak-anak bisa memahami dengan baik pula. Ini salah satu keberhasilan pembelajaran.

Apa Target Guru TIK Seperti Saya?


Hampir semua orang mempunyai target keberhasilan. Hasil dari sebuah proses tentunya ada target yang harus dicapai, termasuk guru TIK seperti saya. Sebenarnya apa target guru seorang guru TIK?

Pertama, Siswa Memahami Dasar-dasar TIK


Permasalahan penghapusan mata pelajaran TIK di kurikulum 2013 tidak memengaruhi saya untuk tidak mengajar TIK di sekolah. Justru saya semakin semangat untuk memberikan pengetahuan Teknologi Indormasi & Komunikasi di Era Digital saat ini.

Capaian yang ditargetkan, siswa harus memahami pelajaran TIK, minimal faham akan dasar-dasar TIK itu sendiri.

Kedua, Guru GO! BLOG, Siswa Ngeblog

Ya. Pastinya Anda sudah tahu makna Guru GOBLOG, yaitu guru yang senang ngeblog. Berbagi tulisan dengan media blog. Meskipun sudah banyak guru yang melek internet dengan membuat blog sebagai medianya. Namun, sangat jarang guru yang menularkan vitamin ngeblognya kepada anak didiknya.

Padahal pelajaran TIK sudah dikenalkan di sekolah dasar. Materi seperti program Microsoft Office Word dan membuat email sudah cukup membantu untuk mendorong siswa membuat blog. Ini sebagai solusi mengurangi kecanduan siswa dalam bermain game yang menjadi masalah berat bagi kita sebagai guru ataupun orang tua.

Ketiga, Kontes Blog Per Kelas

Sebagai bahan evaluasi dari pembelajaran TIK, khususnya pembuatan blog. Kompetisi blog per kelas menjadi target saya untuk menciptakan Internet Sehat & Terdidik di kalangan siswa juga guru. Lomba kebersihan tiap kelas sudah biasa dilakukan, tapi lomba blog? Cukup jarang.

Tiap hari senin akan diumumkan ketika upacara bendera, siapa pemenang tiap minggunya. Ini akan menjadi terobosan yang cukup menantang bagi saya sebagai guru yang tertuduh “sangat paham tentang TIK.”

Untuk sementara saya hanya bisa mencoba menjadi teladan bagi para siswa dan juga guru, memositifkan media digital. Bila ketiga target di atas sudah terpenuhi, maka ini langkah nyata memanfaatkan  teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menunjang proses mengajar.

Semoga Bermanfaat.

***
(Tulisan ini pindahan dari tulisan di blog saya sebelumnya yusronfauzi.com tanggal 5 September 2014)

baca selengkapnya

Kamis, 03 Maret 2016

Smartfren Community & Media Gathering Sarat dengan Edukasi (Part. 1)

GURUMUDA.WEB.ID - - - Beruntung saya menjadi peserta yang diundang khusus oleh Mas Tri Herlambang mewakili Smartfren untuk mengikuti Smartfren Community & Media Gathering di Kampung Sampireun, Samarang, Garut (25/2) kemarin.


Undangan yang sudah direkomendasikan sebelumnya oleh Koordinator Smartfren Community wilayah Garut,  Ipan Setiawan kepada saya tentunya karena Jang Ipan (biasa disapa) mengenal saya sebagai guru blogger, Founder Kalamuna (Komunitas Literasi Digital) dan sebagai pengasuh Taman Bacaan "Rumah Baca Asma Nadia Garut."

Berhujan-hujan diantar rekan untuk menempuh ke daerah Kampung Sampireun yang letaknya di Kecamatan Samarang itu. Tiba di lokasi, beberapa wajah sudah saya kenal, tentunya Ipan Setiawan dan Pak Rinda Cahyana. Namun, saya mencari-cari seorang blogger, juga dosen yang lebih familiar dengan sebutan Abah Raka. Cium tangan hangat biasa saya lakukan ketika bertemu dengan paling sepuh.

Sambutan Hangat Mas Tri

Mas Tri dari Klix Digital langsung menghapiri dengan bersahabat serasa sudah kenal sebelumnya.\
"Kang Roni, ya?" sejurus kemudian.
Saya mengangguk, membalas dengan senyum.
"Silakan Kang istirahat dulu!" Mas Tri tahu saya agak basah kuyup. Lantas ia memberikan jaket Smartfren dan Produk Terbaru dari Smartfren, MIFI M2Y.

Istirahat sejenak, karena harus langsung berkumpul di resto untuk makan malam. Semeja dengan Abah Raka, calon guru di dunia per-blog-an ini harus saya ikuti terus. Saya harus dapat ilmu dari beliau tentang Content Writing.
Abah Raka langsung nyeruduk nasi.
Smartfren, Jaringan 4G LTE Pertama di Garut

klik untuk memperbesar
Smartfren bukan hanya operator telekomunikasi pertama yang menggunakan teknologi 4G LTE di Indonesia, melainkan juga di Garut. 95 % wilayah di Garut sudah bisa memanfaatkan akses 4G LTE
baca selengkapnya

Sabtu, 27 Februari 2016

Kompetisi My Teacher My Hero Award 2016 untuk Guru Digital

GURUMUDA.WEB.ID - Kompetisi My Teacher  My Hero Award 2016 merupakan program Indonesia Digital Learning (IDL), adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan :

  • Mencetak 100 master trainer (digital Squad) melalui Training  for Trainer untuk menuju 1 juta guru
  • Memberikan penghargaan bagi guru-gutu aktif dan kreatif dalam pemanfaatan digital learning
  • Menginspirasi masyarakan dengan kisah sang guru dalam penerapan digital learning,
  • Membekali master trainer dengan kurikulum Indonesia Digital Learning 2016
  • Meningkatkan kualitas guru dan pendidikan indonesia
  • Teknologi memudahkan guru dan murid untuk memperoleh materi pembelajaran dimanapun dan kapanpun.
Namun, sebelum rekan-rekan mengikuti kompetisi ini, rekan-rekan harus mengikuti seminar yang akan diselenggarakan pada bulan Maret 2016 di 8 kota.

Informasi lebih jelasnya, silakan tanyakan ke Guru Inovatif.

Selamat Mengikuti
Guru Muda
baca selengkapnya