Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2018

Amalan Doa Agar Terhindar dari Musibah

GURUMUDA.WEEB.ID - Berita bencana di televisi menyisakan derita bagi kita sebagai saudara ketika menyaksikan evakuasi korban. Terenyuh saat mayat dibopong petugas. Lalu bagaimana sikap kita menyikapi bencana yang terus Allah turunkan?



Islam, mengajarkan kepada pemeluknya untuk selalu menumbuhkan asa, keinginan, termasuk untuk urusan duniawiyah. Kita pun sangat memahami bahwa seluruh hari dan seluruh bulan tersebut baik. Dan setiap hari dan waktu pun mempunyai keberkahannya.

Islam meendidik kita untuk selalu memiliki mental optimistis dan membubuhkan harapan yang baik terhadap kehidupan, dan segala yang berhubungannya.

Sebaliknya, ajaran agama islam tidak mengizinkan kita mempercayai sangkaan-sangkaan yang salah, yang menyangkut kecelakaan dalam kehidupan, sebagaimana kepercayaan orang-orang Jahiliyyah masa lampau.

Banyak hadits yang menerangkan perkara tersebut. Diantaranya ialah di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Disebutkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “ Tidak ada penularan (penyakit), tidak terdapat thiyarah, tidak terdapat hamah, dan tidak terdapat pula Safar,”

Seorang Arab Badwi bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan unta yang sehat yang lantas dicampuri unta yang berpenyakit, sehingga membuatnya berpenyait juga?”


Maka, Rasulullah shalallhu ‘alaihi wa sallam berkata, “Lalu siapa menulari yang pertama?”

Arti Hamah ialah burung hantu. Orang-orang Jaailiyah mempercayai  bahwa, bila burung hantu mengitari lokasi tinggal salah seorang diantara lokasi tinggal mereka, maka orang itu atau di antara dari anggota keluarnganya bakal meninggal.

Maka, maksud tidak terdapat hamah ialah tidak terdapat tanda-tanda kecelakaan (kesialan) dengan burung hantu.

“Tidak terdapat Safar” artinya ialah tidak adanya safar yang diakhirkan daeri waktunya. Dahulu, orang-oran Arab mengakhirkan Bulan Muharam ke Safar. Dan menjadikan bulan Safar menjadi bulan yang mulia.

Maksudnya, mereka dahulu mempercayai bahwa adanya kemalangan, dengan masuknya Bulan Safar. Karena mereka menginginkan di dalam bulan tersebut tidak ada bencana dan ujian.

Maka, definisi “tidak terdapat Safar” ialah tidak terdapat kesialan dengan masuknya bulan tersebut.

Dalam kitabnya Al Atsar,Imam Ath Thahawi  melafalkan hadist berkaitan dengan perkara ini, yang berbunyi, “iyafah, thiyarah, dan tharq ialah termasuk syirik."


Apa itu iyafah?


Iyafah ialah membuat burung terbang untuk menyaksikan apakah ia pergi ke kanan atau ke kiri. Orang yang melakukan tersebut menggunakannya sebagai tuntunan untuk memutuskan mengerjakan perjalanan atau tidak.

Jika burung tersebut terbangnya ke arah kanan, mereka menyimpulkan untuk pergi. Sebaliknya, andai burung tersebut terbang ke kiri, maka mereka menyimpulkan untuk tidak pergi.

Thiyaroh, ialah mengambil keputusan firasat kesialan dengan memakai nama-nama burung, warnanya, dan arah terbangnya. Meskipun tidak diciptakan terbang secara dipaksa.

Jadi, Thiyaroh lebih umum dikomparasikan dengan iyafah.

Sedangkan, Thorq ialah menggunakan batu kerikil untuk memungut ciri-ciri tuah atau mencatat dengan pasir. Dengan destinasi untuk mengindikasikan perkara yang ghoib.

Berkaitan dengan hadist “tidak terdapat penularan,” ada pula hadits-hadist yang diperkirakan oleh beberapa me-nasakh-kan hadist itu.

Di dalam Sahih Bukhari dan Muslim, ada hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi w sallam, bahwa beliau bersabda, “Hendaklah empunya unta yang sakit tidak mengunjungi unta yang sehat,”

Maksudnya, larangan untuk menyebabkan untu yang sakit ke lokasi yang sehat.
Terdapat pula hadist yang lainnya, “Berlarilah/menyingkirlah dari orang yang berpenyakit kusta laksana berlarinya anda dari singa,”

Dalam hadist beda lagi disebutkan, “Apabila anda mendengar terdapat wabah tho’un di sebuah tempat, janganlah anda memasukinya,”

Hadist-hadist itu di atas seolah-olah berlawanan dengan hadist “Tidak terdapat penularan” sampai-sampai disangka  me-nasakh-kannya. Padahal tidak demikian.

Karena yang dimaksud ialah tidak terdapat penularn sebagaimana yang dipercayai orang-orang Jahiliyah, bahwa penyakit-penyakit tersebut menular. Demikian pun secara otomatis tanpa mempercayai bahwa itu ialah takdir Allah Ta’ala.

Meskipun demikian, dalam proses kehidupan di dunia memang balai (malapetaka) dan bencana tersebut ada. Diantara keterangan-keterangan ulama sehubungan dengan ini ialah bahwa di hari Rabu terakhir/pemungkas bulan Safar turun bala yang paling besar.

Namun, urusan ini tidak berarti bulan Shofar ialah bulan bala. Secara keseluruhan, bulan Shofar sama saja dengan bulan-bulan yang lainnya.

Jadi keterangan tersebut tidak berlawanan dengan kepercayaan bahwa seluruh bulan dan seluruh hari, itu ialah baik.

Karena itu, di bulan Safar dan pun sebagai antispiasi anda terhadap kondisi-kondisi yang mungkin dapat terjadi.


√  Doa-doa Tolak Bala di Bulan Shafar

Berikut ini ialah do’a-do’a tolak bala yang dapat diamalkan di bulan Safar. Diantaranya terdapat yang dibac di hari kesatu bulan Safar, terdapat yang dibaca masing-masing hari di bulan Safar. Ada pula doa yang dibaca di ari Rabu terakhir bulan Safar atau yang tidak jarang disebut Rebo Wekasan/RabuWekasan


 √  Doa Hari Pertama Bulan Safar

Dari perkataan semua ulama sholihin, bisa diketahui bahwa pada hari Rabu terakhir atau Rebo Wekasan di bulan Safar turunyya bala yang paling besar.

Bahkan bala tersebut terbagi-bagi sepanjang tahun, turun di hari itu.

Barang siapa yang hendak selamat dan terjaga dari bala itu, maka hendaklah berdoa di hari kesatu bulan Safar dan di hari Rabu terakhir tersebut dengan doa di bawah ini.

Barang siapa yang membacanya, Allah Ta’ala bakal menyingkirkan darinya kejelekan bala itu.

Inilah do’anya:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan rahmat dan kesejahteraan untuk junjungan kami, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam., pun kepada family dan semua sahabatnya.

Aku berlindung untuk Allah dari kejelekan zaman ini dan orang-orangnya, dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu, kehormatan kesucian-Mu. Agar Engkau melindungiku, kedua keluargaku, anak-nakku, istriku, orang-orang ang aku cintai, dan segala yang disayangi hatiku., dari kejelekan tahun ini.

Dan jagalah aku dari kejelekan yang Engkau tentukan di dalamnya. Palingkanlah dariku kejelekan bulan Safar, Wahai Dzat Yang Mulia Pandangan-Nya.

Dan akhirilah untukku dalam buan dan masa ini dnegan kesalamatan, afiat, dan kebahagiaan untukku, kedua orangtuaku, anak-anakku, istriku, segaa yang disayangi hatiku, da seluruh muslimin.

Semoga Allah Ta’ala meimpahkan rahmat dan kesejahteraan untuk junjungan kaami, Nabi Muhmmad shalallahu ‘alaihi wa sallam, pun kepada keluarga, dan semua sahabatnya.”

√  Do’a Harian Bulan Safar

Di dalam buku Kanzu An Najah wa As Surur, karya Syaikh Abdul Hamid Al Qudsi,  disebutkan, bahwa orang yang membaca setiap hari sekitar bulan Safar doa berikut, niscaya Allah Ta’ala bakal menjaganya dari bencana dan musibah di tahun tersebut sampai bulan Shafar tahun berikutnya.

Dan ia insya Allah tak akan terpapar bala apa pun.

Berikut do’a yang dibaca masing-masing hari di bulan Safar:



√  Amalan dan Do’a yang Harus Dibaca pada terakhir bulan Shafar

Al Imam Al ‘Allamah Asy Syaikh Ad Dairobi dalam kitabnya, Mujarobat, sebagaimana  dikutib dlam buku Kanzun Najah was Surur mengatakan, beberapa ulama arigin billah melafalkan bahwa sepanjang tahun turun 320.000 bala/malapetaka, dan semuanya tersebut ada di Hari Rbu terakhir Buln Shafar.

Maka, hari tersebut adalahhari yang sangat lemah dalam setahun.

Barang siapa di hari tersebut melakukan Sholat 4 rakaat. Yang mana masing-masing rokaatnya setelah menyimak surt Al Fatihah, menyimak surat Al Kautsar 17x,  Al Ikhlash 5x, AL Falaq & An Naas setiap sekali, lalu sesudah salam menyimak do’a inilah ini. Allah dengan Kemurahan-Nya bakal menjaganya dari segala bala yang turun di hari itu.

√  Berikut Do’a Terakhir Bulan Safar:

Cara yang lain dilafalkan oleh Syaikh Al Buni dalam kitabnya, Al Firdaus:
Sesungguhnya Allah Ta’ala menurunkan bala di Rbu terkhir bulan Shafar di anatara langit dan bumi, lalu setiap bala dipungut oleh malaikat yang bertugas atasnya.

Kemudian bala tersebut dibagi-bagi ke semua alam. Maka, kematian, bala, dan kesusahan yang terjadi ialah bala yang dibagi-bagi itu.

Maka, barang sip hendak selamat dari bala itu, hendaklah mengerjakan Shalat empat rokaat, di rokaat kesatu menyimak surat AL Fatihah dan Ayat Kursi. Dan di rakaat kedua menyimak surat Fatihah dan AL Ikhlash.

Itu dilaksanakan setiap 2 rakaat.

Setelah selesai, menyimak sholawat untuk Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi w sallam dengan sholawat apa saja yang hafal. Bisa sholawat Ibroimiyah, Sholawat Adrikni, Sholawat Mubrom, dll.

Lalu, membaca do'a inilah ini:

Sebagian ulama sholihin menuliskan, Rabu terakhir bulan Safar adalah hari yang tidak cukup membawa keberuntungan, sehingga disarankan  pada hari tersebut membaca Surat Yasin.

Ketika hingga pada ayat :

 "SALAMUN QOULAN MIN ROBBI RIHIIM" dibaca sejumlah 313x.
baca selengkapnya

Kamis, 25 Oktober 2018

Alhamdulillah, Santri Nurul Musthofa Raih Juara ke-1 Festival Sholawat Nusantara Kecamatan Kadungora

GURUMUDA.WEB.ID - Bersyukur dan bangga dengan hasil kerja keras, kekompakkan, dan doa dari semua pihak, termasuk wali santri. Akhirnya, grup hadroh Nurul Musthofa AnNuroniyah yang saya asuh bisa meraih juara pertama dalam Festival Sholawat Nusantara se-kecamatan Kadungora.


Festival Sholawat Nusantara se-Kecamatan Kadungora, Garut ini diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Kadungora, sekaligus memperingati Hari Santri Nasional 2018 dengan tema "Bersama Santri, Damailah Negeri."


Baca Juga:

Hafal Al Mulk Mumpung Masih Kecil. Istimewanya Luar Biasa! 
Berkah itu Ketika Santri Aa Gym Ngasih Motivasi 
Santri Multitalent: Tak hanya mengkaji ilmu agama, melainkan mereka harus siap belajar IT dan Seni Budaya 
Dilaksanakan di Gedung Olahraga Binangkit, Desa Cisaat, Kadungora. Dimulai dari jam 09.00 s.d 21.00.

Benar-benar tidak menyangka, karena semua doa, ikhtiar dan tawakkal dikumpulkan menjadi satu membuahkan hasil yang istimewa.

Berikut Daftar Juara Festival Sholawat Nusantara se-Kecamatan Kadungora:
Juara Pertama: Nurul Mushofa AnNuroniyah
Juara Kedua: Ahbabun Nabi 
Juara Ketiga: Tarbiyatul Athfal

Kenapa Nurul Musthofa AnNuroniyah Juara Pertama?


Dari beberapa pengalaman saya yang tidak bisa dihitung selama menjadi juri festival marawis, hadroh dan terbangan. Bisa saya simpulkan kenapa grup Hadroh Nurul Musthofa AnNuroniyah memang layak menjadi juaranya. Yang pastinya saya profesional penilaian secara objektif.


Berlatih

Syarat utama bagi setiap grup marawis/hadroh/qasidah atau grup apapun yang hendak mengikuti festival adalah berlatih. Berlatih adalah 50% untuk siap menjadi juara. Tanpa berlatih, semuanya bernilai NOL.

Jaga Kekompakkan

Kompak dari semua segi. Vocal, Penampilan, termasuk kostum yang hendak dipakai. Jangan sampai kostum yang dipakai festival asal-asalan. Kostum seragam yang biasa dipakai mengaji tiap hari. Tentunya ini sangat berbeda, kita sedang mengikuti apa? Festival kan?

Survey Lokasi Panggung

Ya. Sebelum kita akan tampil di panggung utama festival, seharusnya kita tahu bagaimana posisi dan lokasi panggung. Ini sebagai solusi bagaimana cara kita masuk dan keluar podium. Karena jika tidak jeli, sering saya dapati peserta festival yang tidak kompak saat masuk dan keluar turun dari panggung.

Pintar Memilih Lagu

Apalagi ini yang penting. Jika panitia mewajibkan judul sholawat satu seperti "Ya Habibal Qolbi" dengan lagu pilihan bebas, asal sholawat (syair pujian kepada Rasulullah), maka itu tidak masalah.

Yang jadi masalah adalah, ketika panitia menyertakan beberapa lagu wajib pilihan sampai 10 judul sholawat. Maka, kita sebagai peserta festival harus pintar-pintar dalam memilih lagu yang akan ditampilkan.

Karena Apa?
Juri adalah manusia yang memiliki keterbatasan. Apalagi ketika menghinggapi kepada dewan juri rasa bosan. Yang didengar sholawat itu-itu saja. 

Maka, pintar memilih lagu adalah solusi tepat bagi peserta festival marawis/hadroh.

Kesimpulan:

Masih banyak yang seharusnya saya tulis, insya Allah di lain waktu saya share juga artikel yang berhubungan dengan festival marawis dan hadroh.

Baca Juga Artikel yang berhubungan:


baca selengkapnya

Jumat, 20 April 2018

Biru Bersholawat

GURUMUDA.WEB.ID - Bulan Rajab yang agung dijadikan moment spesial bagi muslim di seantero negeri, termasuk di Kampung Biru, Karangpawitan, Garut. Tepat di lokasi Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Kampung Biru, saya dan rekan-rekan dari Ikatan Hadorh Marawis Garut (IHMAGA) ikut memeriahkan dengan acara istimewa ini.

Baca Juga artikel menarik lainnya:


Mengajak masyarakat kampung Biru bersholawat, melantunkan, memuji Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dengan diiringi grup Hadroh dan Terbang Tsamrotul Fuadi yang berkolaborasi dengan Santri Nurul Hikmah.

Menjadi bagian dari mulia ini adalah suatu kebahagiaan bagi saya khususnya.

Ya. Bagaimana tidak, mereka tampak terhibur, terpancar kegembiraan manakala saya lantunkan sholawat yang berjudul Ya Asyiqol Musthofa (Wahai Perindu Nabi Terpilih). Mereka asyik masyuk khidmah mengikuti apa yang saya lantunkan.


Dari anak-anak sampai para tetua tampak hadir di acara mulia itu. Alhamdulillah.
baca selengkapnya

Jumat, 16 Juni 2017

Materi Ceramah untuk Tafaruqon Pesantren Kilat Ramadhan

GURUMUDA.WEB.ID -  Istilah Tafaruqon adalah masa penutupan atau perpisahan pesantren kilat yang diadakan di bulan ramadhan. Istilah ini biasanya diucapkan atau untuk mempermudah pengucapan bahasa saja.


Tafaruqan (dibaca: tafaruqon) diambil dari mufrodnya Farroqo - yatafarroqu - tafarruqon. jadi Tafaruqon adalah isim masdarnya.

Pada kesempatan kali ini saya tidak akan mengkaji secara luas tentang arti Tafaruqan atau Tafaruqon. Namun, akan berbagi Materi Ceramah untuk Tafaruqon Pesantren Kilat Ramadhan.

Ceramah biasanya menjadi salah satu agenda acara Tafaruqon. Untuk persiapan tampil ceramah, ada baiknya sahabat Guru Muda memilih materi yang akan disampaikan. Tema-tema ceramah untuk tafaruqon pesantren ramadhan ini sangatlah luas.

Nah, untuk memudahkan saya akan memberikan sedikit materi, lebih jelasnya tema ceramah untuk tafaruqon tersebut.

  1. Menjadi Manusia Seperti Bayi di Hari Lebaran
  2. Lebaran itu Lubaran
  3. Meraih Cinta Allah di Hari-hari Terakhir Ramadan
  4. Keistimewaan Santuni Anak Yatim 
  5. Mencintai Nabi Sejak Dini
  6. Kewajiban Mengeluarkan Zakat dan Keutamaannya
  7. Pentingnya Ziarah Kubur
  8. Fadhilah Silaturahim Kepada Orang Tua, Kerabat dan Tetangga
  9. Memperbanyak Amal Kebaikan di 10 Malam Terakhir
  10. Pentingnya Menjaga Lisan tidak hanya di Bulan Ramadhan saja
  11. Menjemput Lailatul Qadr
  12. Rasulallah & Anak Yatim
Sebenarnya masih ada banyak  materi ceramah untuk mengisi acara tafaruqon. Insya Allah akan ditulis secara berkala materi ceramah ini. Sebagai tabungan saya untuk dibukukan...

Semoga Bermafaat

baca selengkapnya

Minggu, 04 Juni 2017

Hafal Al Mulk Mumpung Masih Kecil. Istimewanya Luar Biasa!

GURUMUDA.WEB.ID – Agak lama saya tidak menulis di blog guru muda tercinta ini. Kegiatan Pesantren Ramadhan CeriaQU bersama anak-anak cukup menyita waktu. Tak lain, ada beberapa target yang mesti dipenuhi. Salah satunya, saya berharap pesantren ramadhan tahun ini, anak-anak santri bisa hafal surat Al Mulk yang berjumlah 30 ayat ini.

Saya tahu daya ingat ketika masih belia berbeda dengan orang dewasa. Daya tampung otak anak-anak masih dianggap bersih dan jernih. Ketika diisi dengan hal-hal yang postifi, apalagi ini ayat-ayat Allah, saya berharap ini salah satu langkah mengantarkan saya dan juga anak-anak menjadi pribadi shaleh yang diidam-idamkan setiap hamba.


Satu demi satu ayat, mulai dari ayat pertama Tabaarokalladzi biyadihil mulku wa huwa ‘ala kulli syaingqodiir...

Satu ayat diulang beberapa kali, bahkan sampai sebelas kali. Di hari ke-5 pesantren ramadhan, Alhamdulillah mereka baru hafal 5 ayat. Meskipun menurut saya agak lambat, tapi ini menjadi motivasi saya untuk terus membiasakan mereka mencintai Al Qur’an. 

Lambat? 

Ya.Logikanya, dengan otak anak yang masih jernih, mereka seharusnya bisa menghafal sehari 2-5 ayat. Apalagi surat Al Mulk tergolong ayat-ayat pendek. 

Tapi tidak demikian. Ada beberapa alasannya. Diantaranya, mereka hanya menghafal di Rumah Qur’an Nurul Musthofa yang saya asuh. Sementara di rumah, belum tentu mereka muroja’ah dibantu orang tuanya. Inilah pentingnya kolaborasi antara pengasuh dan orang tua.

Baca juga:



Kenapa saya menargetkan Anak-anak 
harus Hafal Al Mulk?


Alasan utamanya adalah mumpung mereka masih anak-anak. Sekali lagi, otak mereka masih jernih. Jangka panjannya, ketika mereka sudah dewasa, bahkan sudah menjadi orang tua, mereka sudah hafal dan terbiasa dengan surat Al Muk.

Dan alasan lainnya, karena Surat Al Mulk bukan hanya surat pendek biasa. Melainkan ada keutamaan bagi orang yang membiasakan membacanya. Apalagi sebelum tidur. 

Untuk menambah khazanah pengetahuan seputar keistimewaan Surat Al Mulk, wajar bila saya sertakan keterangan yang menguatkan untuk kita membiasakan membaca surat Al Mulk

Keutamaan Membaca Surat Al Mulk 

adalah Penyelamat Siksa Kubur


Di dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir

وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مَالِكٍ النُكْرِيُّ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ أَبِي الْجَوْزَاءِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : ضَرَبَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - خِبَاءَهُ عَلَى قَبْرٍ ، وَهُوَ لَا يَحْسَبُ أَنَّهُ قَبْرُ إِنْسَانٍ يَقْرَأُ سُورَةَ الْمُلْكِ حَتَّى خَتَمَهَا ، فَأَتَى النَّبِيَّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، ضَرَبْتُ خِبَائِي عَلَى قَبْرٍ وَأَنَا لَا أَحْسَبُ أَنَّهُ قَبْرٌ ، فَإِذَا إِنْسَانٌ يَقْرَأُ سُورَةَ الْمُلْكِ " تَبَارَكَ " حَتَّى خَتَمَهَا ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - : " هِيَ الْمَانِعَةُ ، هِيَ الْمُنْجِيَةُ ، تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ " ثُمَّ قَالَ : " هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ . 

At Tirmidzi telah berkata: "Ttelah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdul Malik bin Abi Syawarib, telah menceritakan kepada kami, Yahya bin Malik An Nukri dari Ayahnya, dari Abil Jauza' dari Ibnu 'Abbas berkata :

"Salah satu Sahabat Nabi membuat kemah di atas kuburan (dia tidak mengira itu kuburan). Tiba-tiba ada seseorang yang sedang membaca Surah Al Mulk sampai selesai. Ia pun menghadap Nabi dan berkata:' Wahai Rasulullah aku membuat kemahku di atas kuburan, aku tidak mengira itu ada kuburan.

Tiba-tiba ada suara seseorang sedang membaca Surah Al-Mulk (Tabarak) sampai selesai.'

Nabi bersabda:' Surah Al-Mulk adalah surat yang mencegah dan menyelamatkan dari siksa kubur."
- Hadist ini Hasan Ghorib.
(HR. At Tirmidzi )

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ لِرَجُلٍ : أَلَا أُتْحِفُكَ بِحَدِيثٍ تَفْرَحُ بِهِ ؟ قَالَ : بَلَى . قَالَ اقْرَأْ : " تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ " ، وَعَلِّمْهَا أَهْلَكَ ، وَجَمِيعَ وَلَدِكَ ، وَصِبْيَانَ بَيْتِكَ ، وَجِيرَانَكَ ، ، فَإِنَّهَا الْمُنْجِيَةُ وَالْمُجَادِلَةُ ، تُجَادِلُ - أَوْ تُخَاصِمُ - يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّهَا لِقَارِئِهَا ، وَتَطْلُبُ لَهُ أَنْ يُنْجِيَهُ مِنْ عَذَابِ النَّارِ ، وَيُنْجِي بِهَا صَاحِبَهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ; قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - : " لَوَدِدْتُ أَنَّهَا فِي قَلْبِ كُلِّ إِنْسَانٍ مِنْ أُمَّتِي " . 

Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu., bahwasanya beliau berkata pada seseorang: 
“Maukah engkau kuhadiahi sesuatu yang akan membuatmu gembira?”.

Ia menjawab,“Tentu saja!”.

Ibnu Abbas berkata, “Bacalah Tabaroka lladzi biyadihil mulk (surat Al Mulk) dan ajarkanlah kepada keluargamu, semua anak-anakmu, semua anak kecil dan balita di rumahmu, dan termasuk pula tetangga-tetanggamu!“

Sesungguhnya surat tersebut adalah Al-Munjiyah (penyelamat) dan Al-Mujadilah(pendebat), yang akan berdebat membela pembacanya di hadapan Allah pada hari kiamat.

Ia juga akan menuntut kepada Allah agar menyelamatkan (pembaca)nya dari adzab neraka. Dan menuntut agar sahabatnya itu selamat dari adzab kubur.“

Rasulullah shollallohu alahi wasallam telah bersabda, ‘Aku sangat menginginkan agar surat Al Mulk berada di dalam dada setiap orang dari seluruh ummatku.’.”
(HR.At Tabrani )

Berikut Keterangan Membaca Surat Al Mulk 

sebelum tidur :


عَنْ جَابِرٍ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - كَانَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ " الم تَنْزِيلُ " سُورَةَ السَّجْدَةِ ، وَ " تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ "

Dari Jabir: "Sesungguhnya tidaklah Rasululloh shollallohu 'alaihi wasallam tidur hingga membaca surat As Sajadah dan Surat Al Mulk."
(HR. At Tirmidzi)

Hadist Membaca Surat Al Mulk 

Setiap Malam 


Dari Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

مَنْ قَرَأَ تَبَارَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ كُلَّ لَيْلَةٍ مَنَعَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَكُنَّا فِيْ عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُسَمِّيْهَا الْمَانِعَةَ، وَإِنَّهاَ فِيْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، سُوْرَةٌ مَنْ قَرَأَ بِهَا فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطَابَ 

“Barangsiapa membaca tabarakalladzi biyadihil mulk (Surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah menghalanginya dari adzab kubur. Kami dahulu pada zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam biasa menyebut surat Al-Mulku dengan Al-Mani’ah. Sesungguhnya ia benar-benar berada dalam kitab Allah. Ia adalah satu surat yang barangsiapa membacanya setiap malam, maka dia telah memperbanyak pahala dan memperbagusnya.”
(HR. An-Nasa’i )

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

يُؤْتَى الرَّجُلُ فِيْ قَبْرِهِ فَتُؤْتَى رِجْلَاهُ فَتَقُوْلُ رِجْلَاهُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقُوْمُ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةَ الْمُلْكِ، ثُمَّ يُؤْتَى مِنْ قِبَلِ صَدْرِهِ ـ أَوْ قَالَ: بَطْنِهِ ـ فَيَقُوْلُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةَ الْمُلْكِ، ثُمَّ يُؤْتَى رَأْسُهُ فَيَقُوْلُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةُ الْمُلْكِ.
 قَالَ: فَهِيَ الْمَانِعَةُ تَمْنَعُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَهِيَ فِيْ التَّوْرَاةِ: سُوْرَةُ الْمُلْكِ ـ مَنْ قَرَأَهَا فِيْ لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطْيَبَ. 

“Seseorang dalam kuburannya didatangi. Ia didatangi pada kedua kakinya. Maka, kedua kakinya berkata: 
Tidak ada jalan bagi kalian lewat saya. Karena dia biasa shalat malam denganku membaca surat Al Mulk. 
Kemudian ia didatangi melalui dada, atau dikatakan melalui perutnya. Maka, perut atau dada berkata: 
Kalian tidak ada jalan melalui saya. Karena dia biasa membaca surat Al-Mulk. 
Kemudian ia didatangi melalui kepalanya. 
Kepala berkata: Kalian tidak ada jalan melalui saya. Sebab dia biasa membaca surat Al Mulk denganku.”

Ibnu Masud melanjutkan perkataannya: 
“Surat Al Mulk adalah penghalang yang menghalangi seseorang dari adzab kubur. Surat Al Mulk ini dalam Taurat dikatakan: Barangsiapa membacanya pada suatu malam maka dia telah memperbanyak pahala dan memperbagusnya.” (HR. Al Hakim )

***

Semoga saya dan siapapun bisa membiasakan membaca Surat Al Mulk yang istimewa ini.

referensi: http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=1872&idto=1879&bk_no=49&ID=1940
baca selengkapnya

Selasa, 30 Mei 2017

CeriaQU, Ceria Ramadhan Bersama Qur'an dengan Memanah Sebagai Program Unggulannya

GURUMUDA.WEB.ID - Alhamdulillah, Allah masih menitipkan amanah berupa umur, sehat, terutama iman dan islam sampai bulan Ramadhan ini.

Seperti tahun sebelumnya, saya mengadakan pesantren ramadhan sebagai program tahunan di lembaga yang saya asuh, Nurul Musthofa dan Rumah Baca AsmaNadia.


CeriaQU sebagai judul dalam kegiatan pesantren kilat ini. Diharapkan, mereka para santri tetap ceria dalam mengisi bulan penuh berkah ini.

Di CeriaQU ini ada beberapa materi yang berbeda dari tahun sebelumnya. Salah satunya adalah belajar memanah. Bagi santri asuhan saya, memanah masih terbilang asing. Meskipun teori/keilmuan, pernah saya sampaikan olahraga yang disunahkan (yang dilakukan Rasulullah) adalah Berenang, Berkuda dan Memanah.

"Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah"
(HR. Bukhari dan Muslim)



Sebagai tambahan dan juga pengetahuan bagi kita seputar memanah, saya bagikan artikel dari http://archery.metu.edu.tr/

9 Cara Memanah yang Tepat untuk Pemula:

Untuk bisa memanah yang baik dan tepat, gampang-gampang susah. Awalnya, terlihat gampang, ketika praktik, tetap harus dengan ilmunya. Untuk pemula seperti saya, maka minimal ada sembilan langkah agar kita bisa memanah dengan baik dan tepat.

1. Sikap Berdiri (stand) 
Sikap berdiri (stand), adalah “Sikap/posisi kaki pada lantai atau tanah. Sikap berdiri yang baik ditandai oleh:
(1) titik berat badan ditumpu oleh kedua kaki/tungkai secara seimbang,
(2) tubuh tegak, tidak condong ke depan atau ke belakang, ke samping kanan ataupun ke samping kiri.”

Terdapat 4 macam sikap kaki dalam panahan, yaitu:

  • open stand
  • square stand
  • close stand, dan 
  • oblique stand. 
Namun untuk pemula, maka yang kebanyakan dipakai adalah sikap Square Stand dan Open Stand

a.    Square Stand (sejajar)

  • Posisi kaki pemanah terbuka selebar bahu dan sejajar dengan garis tembak.
  • Pemahan pemula disarankan untuk mempergunakan cara ini 1 sampai 2 tahun, selanjutnya baru beralih ke terbuka (open stance)
  • Cara berdiri sejajar mudah dilakukan untuk membuat garis lurus dengan sasaran, namun dalam hal ini perlu diingat, yaitu pada waktu menarik dan holding cenderung badan bergerak.

b.   Open Stand (terbuka)

  • Posisi kaki pemanah membuat sudut 450 dengan garis tembak.
  • Pada saat menarik, posisi badan lebih stabil.
  • Posisi leher atau kepala akan lebih rileks dan pandangan pemanah lebih mudah untuk focus kedepan.
  • Cara berdiri seperti ini dianjurkan untuk pemanah lanjutan, katena pada tarikan penuh akan banyak space room pada bahu.

2. Memasang Ekor Panah (nocking)
 
Memasang ekor anak panah (nocking) adalah Gerakan menempatkan atau memasukkan ekor panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali dan menempatkan gandar (shaft) pada sandaran anak panah (arrow rest).

Kemudian, diikuti dengan menempatkan jari-jari penarik pada tali dan siap menarik tali.  Memasang ekor panah dalam olahraga panahan bisa menjadi fatal apabila salah penempatan baik terlalu atas ataupun terlalu bawah, maka perlu untuk memperhatikan kembali apakah anak panah yang dipasang sudah lurus tersandar di busur ataukah belum.

3. Mengangkat Lengan Busur (extend)
Mengangkat lengan busur (extend) adalah Gerakan mengangkat lengan penahan busur (bow arm) setinggi bahu dan tangan penarik tali siap untuk menarik tali.

Hal-hal yang harus diperhatikan yaitu lengan penahan busur rileks, tali ditarik oleh tiga jari yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Tali ditempatkan atau lebih tepatnya diletakkan pada ruas-ruas jari pertama, dan tekanan busur terhadap telapak tangan penahan busur ditengah-tengah titik V, yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk (lengan penahan busur),

4. Menarik Tali Busur (drawing)

Cara menarik tali busur pada panahan dengan baik dan benar
Teknik menarik tali busur:

Menarik tali busur (drawing) adalah gerakan menarik tali sampai menyentuh dagu, bibir dan atau hidung. Kemudian dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan penarik tali di dagu.

Ada tiga fase gerakan menarik, yaitu:

  • pre-draw: gerakan tarikan awal. Pada saat ini sendi bahu, sendi siku dan sendi pergelangan tangan telah dikunci.
  • primary draw : gerakan tarikan dari posisi pre-draw sampai tali menyentuh atau menempel dan sedikit menekan atau mengetat pada bagian dagu, bibir dan hidung dan berakhir pada posisi penjangkaran
  • secondary draw: gerakan menahan tarikan pada posisi penjangkaran sampai melepas tali (release).Anggota tubuh yang dipergunakan untuk menarik adalah: jari, punggung telapak (wirst), dan lengan bawah. 
Ketiga bagian ini pada posisi lurus kemudian lengan atas selanjutnya bahu dan otot belakang. Kebanyakan pemanah-pemanah pemula hanya menggunakan jari-jari saja, kebanyakan mereka tidak menggunakan otot-otot yang seharusnya dipergunakan seperti yang sudah dijelaskan.

5. Menjangkarkan Lengan Penarik (anchoring)
Menjangkarkan lengan penarik (anchoring) adalah Gerakan menjangkarkan tangan penarik pada bagian dagu.

Hal yang harus diperhatikan, yaitu tempat penjangkaran tangan penarik tali harus tetap sama dan kokoh menempel di bawah dagu, dan harus memungkinkan terlihatnya bayangan tali pada busur (string alignment).
Ada 2 jenis penjangkaran:

  • Penjangkaran di Tengah : tali menyentuh pada bagian tengah dagu, bibir dan hidung serta tangan penarik menempel di bawah dagu. 
  • Pada penjangkaran di Samping: tali menyentuh pada bagian samping dagu, bibir dan hidung, serta tangan penarik menempel di bawah dagu.


6. Menahan Sikap Panahan (tighten)

Menahan sikap panahan (tighten), adalah: suatu keadaan menahan sikap panahan beberapa saat, setelah penjangkaran dan sebelum anak panah dilepas.

Pada saat ini, otot-otot lengan penahan busur dan lengan penarik tali harus berkontraksi, agar sikap panahan tidak berubah. Bersamaan dengan itu pemanah melakukan pembidikan. Jadi pada saat membidik, sikap pemanah harus tetap dipertahankan.

7. Membidik (Aiming)
Membidik (aiming) adalah gerakan mengarahkan atau menempelkan titik alat pembidik (visir) pada tengah sasaran/titik sasaran.

Pada posisi membidik, posisi badan dari pemanah diharapkan tidak berubah. Kemudian pemanah tidak hanya fokus kepada sasaran tetapi diutamakan pada teknik, dengan kondisi badan yang relaks fokus akan lebih baik.

8. Melepas Tali/Panah (release)
Melepas tali/panah (release) adalah gerakan melepas tali busur, dengan cara merilekskan jari-jari penarik tali.

Ada 2 cara melepaskan anak panah:

  • Dead Release: setelah tali lepas, tangan penarik tali tetap menempel pada dagu seperti sebelum tali lepas. 
  • Active Release: setelah tali lepas tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah.

Pelepasan anak panah yang baik diperlukan untuk memberikan kekuatan penuh dari tali terhadap panah dalam setiap melepaskan panah yang diinginkan dan untuk mencegah getaran tali yang tidak diperlukan, yang akan menyebabkan panah berputar.
Kesalahan sedikit apapun pada saat melepaskan anak panah, akan mengakibatkan dampak yang sangat besar terhadap sasaran.

9. Menahan Sikap Panahan (after hold)
Menahan sikap panahan adalah suatu tindakan untuk mempertahankan sikap panahan sesaat (beberapa detik) setelah anak panah meninggalkan busur. Tindakan ini dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan gerak panahan yang dilakukan.

Jadi, AFTER HOLD adalah tangan busur tetap terentang pada posisi semula lurus kearah sasaran dan tetap ditahan hingga dua detik setelah panah menyentuh permukaan sasaran.


baca selengkapnya

Materi Pelajaran Pesantren Kilat Ramadhan untuk Anak Santri

GURUMUDA.WEB.ID - Alhamdulillah, kita sudah menikmati Bulan Ramadhan yang berkah ini. Upaya untuk mengisi kegiatan di bulan suci ini sudah dipersiapkan. Termasuk materi pelajarannya untuk pesantren ramadhan.

Pun dengan saya, saat ini saya sudah mempersiapkan materi pelajaran untuk pesantren kilat ramadhan yang diselenggarakan setahun sekali ini.


Ada beberapa materi pelajaran yang wajib dalam materi pelajaran Pesantren Ramadhan, diantaranya:

1. Pelajaran Akhlaq
Tak bisa dipungkiri, pendidikan katakter yang terus digembos-gembosan pemerintah dengan kurikulum terbarukan, tetap saja harus mengakui dengan pola pembelajaran di pesantren. Cara Pesantren mendidik santri untuk bisa mandiri bukan hanya ucapan tanpa kerja yang nyata. Sosok Kyai yang kharismatik mendidik dengan telaten bagaimana supaya mempunyai murid tak hanya pintar mengaji, teteapi juga bagus dalam berakhlaq.

Maka, pesantren kilat ramadhan diharapkan orang tua menjadi solusi tepat untuk membantu pengembangan karakter anak. Meskipun tidak akan full.

Namun setidaknya ada bekas dan bekal di memori anak bagaimana cara beretika/adab. Memiliki akhlak yang mamdudah (baik).

Baca: Kapan Santri Harus Berdakwah

2. Pelajaran Fiqih Dasar

Selain pelajaran Akhlaq, untuk materi pesantren ramadhan selanjutnya yaitu pelajaran Fiqih.

Dengan pelajaran Fiqih, anak akan belajar dasar seputar Rukun Islam, Rukun Iman, Ciri-ciri Baligh, Fardhu Wudhu, Shalat, Bab Puasa, Haji dan materi ibadah lainnya.

Dengan Fiqih ini anak tidak hanya dengan teori saja, melainkan bisa sekaligus dengan praktik ibadah.

3. Materi Tauhid untuk Anak

Jika pesantren kilat ramadhan dilaksanakan di kampung seperti yang saya lakukan, Nadzoman Aqoid sifat wajib dua puluh menjadi pelajaran wajib.

Anak-anak sangat mudah menangkap ilmu dengan lagu, salah satunya dengan nadzom yang biasa di pesantren atau madrasah.

Wujud Qidam Baqo
Mukholafatu Lil hawaditsi

Materi tidak hanya dengan metoda lagu, tapi juga bisa dengan outing class/belajar di luar kelas. Dengan mengajak anak santri di seputar lingkungan pesantren atau madrasah.

Ada juga pelajaran yang tak kalah penting untuk Materi Pelajaran Pesantren Kilat Ramadhan untuk Anak Santri, yaitu belajar Memanah.

Ya. Belajar memanah sebagai pengenalan kepada anak santri bahwa olahraga yang satu ini adalah yang disunahkan. Olahraga yang diperintahkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, selain berkuda dan berenang.
baca selengkapnya