Hafal Nadzoman Ini, Insya Allah Masuk Surga

GURUMUDA.WEB.ID – Masa iya cuma hafalan nadzoman bisa masuk surga?

Nadzoman seperti apa?

Baik. Nadzoman adalah syair (pupujian: istilah Sunda). Secara gampangnya adalah mensyairkan ilmu pengetahuan menjadi sebuah bait syair, dimana pembacaannya menggunakan irama tertentu.

Untuk orang Sunda bisa menggunakan Pupuh. Ilmu pengetahuan yang di-nadzom-kan ini hampir ditemui di pesantren dan madrasah.

Nadzoman Aqidaul ‘Awwam misalnya.

Kitab Aqidatul Awwam ini adalah kitab tipis yang menjelaskan fan ilmu tauhid. Dimana dikemas dalam bentuk syair.

Nam pengarangnya adalah Syaikh Ahmad Marzuqi Al Maliki Al Makki yang dilahirkan di Mesir.

Meskipun kitab Aqidatul ‘Awam ini begitu kecil, tetapi menjadi bahan tambahan bagi literasi Islam. Dibuktikan dengan banyanya kitab yang menjelaskan atau mensyarahkan kitab Aqidatul ‘Awwam in. Diantaranya adalah kitab Tahshil Nail al Maram Libayani Mandhumah ‘Aqidah al-‘Awam yang beliau karang sendiri, Nurudh Dhalam ‘alaa Mandhumah ‘Aqidah al-‘Awam karya Syaikh Nawawi al-Bantani dan Tashil al Maram liDaarisil Aqidatil Awam, yang digubah oleh Syaikh Ahmad Al Qoththa’aniy Al ‘Aysawiy. Juga ada kitab syarah Aqidatul ‘Awwam lainya, yaitu Jala’u al-Afham Syarh Aqidatul Awam yang dikumpulkan oleh KH. Muhammad Ihya Ulumuddin asal Malang.

Awal Mula Kitab Aqidatul ‘Awwam

Dikisahkan dalam kitab Jalau al Afham, bahwa para Ulama mengutip kisah yang menakjubkan tentang asbab digubahnya kitab Aqidatul Awam dari pengarang nadzom ini.

Sesungguhnya Syaikh Ahmad Al Marzuqi, sang pengarang, melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya berdiri mengelilingi beliau dalam mimpinya.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Syaikh Ahmad Al Marzqi: “Bacalah syair tentang tauhid, jika seseorang menghafalnya maka ia akan masuk surga, juga akan mendapatkan sesuatu yang ingin dicapainya berupa kebaikan yang sesuai dengan Al-Quran dan hadis”.

Syekh Al-Marzuki kemudian bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Bagaimana syair itu wahai Rasulullah?”

Para Sahabat kemudian berkata: “Dengarkanlah apa yang diucapkan oleh baginda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam !”

Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Katakanlah, أَبْدُ بِاسْمِ الله وَالرَّحْمنِ sampai akhir bait, yaitu وَصُحُفُ الْخَلِيْلِ وَالْكَلِيْمِ # فِيْهَا كَلَامُ الْحَكَمِ الْعَلِيْمِ, Rasulullah mendengar Al Marzuqi menyebutkan syair tersebut sampai selesai.

Ketika bangun dari tidurnya, Syaikh Ahmad Marzuqi langsung membaca kembali apa yang telah didapatkannya dalam mimpi, spontan beliau menghafalnya dalam keadaan utuh dari awal bait hingga akhir.

Kemudian beliau melihat baginda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk yang kedua kalinya di waktu sahur dalam keadaan tidur. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Bacalah apa yang telah kau himpun di dalam hatimu”.

Syaikh Ahmad Marzuqi pun membacanya dari awal hingga akhir dalam keadaan berdiri di hadapan Rasul, dan para sahabat mengelilinginya sambil mengucapkan “آمين” di setiap akhir baitnya.

Tatkala beliau mengkhatamkan bacaannya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Allah telah memberikan taufik kepadamu pada keridhaan-Nya, dan menerima nadzom itu, memberkahimu dan orang-orang mukmin, dan para hamba Allah subhanahu wa ta’ala dapat memanfaatkannya, Amiin”.

Setelah itu Syaikh Ahmad Marzuqi ditanya orang-orang tatkala mereka mengetahui nadzom tersebut, ia pun menjawab pertanyaan mereka, sekaligus menambahkan nadzom tersebut:

وَكُلُّ مَا أَتَى بِهِ الرَّسُوْلُ # فَحَقُّهُ التَّسْلِيْمُ وَالْقَبُوْلُ

(wa kullu ma ata bihi ar-rosulu # fahaqquhu at-taslimu wal qobulu)

hingga selesai yaitu sampai pada bait,

أبْيَاتُهَا ( مَـيْـزٌ ) بِـعَدِّ الْجُمَّل : تَارِيْخُها ( لِيْ حَيُّ غُرٍّ ) جُمَّلِ
سَـمَّـيْـتُـهَا عَـقِـيْدَةَ الْـعَوَام : مِـنْ وَاجِبٍ فِي الدِّيْنِ بِالتَمَامِ.

Begitulah asal mula Syaikh Ahmad Al Marzuqi mengarang kitab ini. Awalnya nadhom ini berjumlah 26 bait.

Karena kecintaannya kepada baginda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam , ia pun menambahkan 31 bait lagi, sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 57 bait.

Demikian semoga bermanfaat. (referensi: berbagai sumber/islamico/gurumuda)

Leave a Comment

%d bloggers like this: