Senin, 12 November 2018

Serunya Jadi Guru Blogger di Era Digital

GURUMUDA.WEB.ID - Bagaimana jadinya jika Ponselnya pintar, siswanya melek internet, sementara gurunya gaptek?

Jelas sekali  ini akan menjadi masalah yang sangat riskan bukan? Terutama bagi dunia pendidikan. Jika gurunya tidak melek internet, tidak menggunakan internet secara sehat, maka ini adalah salah satu faktor menurunnya kualitas dan kompetensi bagi guru.


Era Digital yang semakin masif, mengharuskan guru untuk terus update informasi, terutama untuk kemajuan pendidikan. Entah itu pendidikan yang ruang lingkupnya di dalam, seperti metoda pembelajaran di kelas, maupun ruang lingkupnya secara global -guru melakukan inovasi pendidikan di luar jam mengajar-.

Jika guru yang peka pada kondisi zaman saati ini, apalagi hampir kebanyakan perangkat yang diakses berbasis digital, maka seyogyangya para guru diharapkan mampu memberikan edukasi bagi sesama rekan guru, terlebih bagi siswa.

Guru yang kreatif akan aktif memanfaatkan digital learning dalam pembelajarannya. Karena dengan cara itu guru akan banyak menginspirasi siswa dan guru lainnya dalam penerapan pembelajaran secara digital. Dengan teknologi informasi akan memudahkan guru dan murid untuk memperoleh materi pembelajaran dimanapun dan kapanpun. Maka, ini sama dengan guru kreatif membantu meningkatkan kualitas guru dan pendidikan di Indonesia.

Lantas, langkah apa yang mesti dilakukan bagi guru di tengah-tengah hidup di zaman digital seperti saat ini?

Jadilah Guru Blogger


Kenapa saya merekomendasikan kawan-kawan guru, atau juga dengan profesi apapun untuk menjadi seorang blogger?

Karena saya merasakan keseruannya.

Ya. Serunya saya menjadi guru blogger di era digital ini membuahkan bakat dan potensi yang dulunya terpendam, kini bisa dirasakan kemanfaatannya untuk orang lain. Terlebih bagi diri saya pribadi.

Jadi guru blogger itu tidak sulit, namun juga tidak mudah. Karena saat pertama kali mendelarasikan diri “saya adalah blogger”, hal pertama yang saya rasakan adalah BINGUNG. Ya, bingung dengan pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan.

Saya buat blog untuk apa?
Apa yang harus saya tulis?
Apakah dengan blog bisa menghasilkan uang?

Pertanyaan itu terus berkecamuk, padahal actionnya saja belum. Ternyata setelah membaca dari beberapa tulisan akan pentingnya memiliki blog, maka saya putuskan untuk menjadi guru blogger (bukan gurunya para blogger, melainkan guru ngeblog).

Beruntung saya bisa menjadi bagian dari jutaan orang yang berprofesi sebagai guru yang menjadi blogger. Tepatnya Guru Blogger, guru yang senang ngeblog. Dari kesenangan membaca dan menulis, maka terciptalah blog Guru Muda ini.

Dari segelintir guru yang ngeblog, tentunya paling sedikit guru blogger yang terbilang sukses. Maka, menjadi seorang yang pembelajar saya terus menggali, belajar, mempraktikkan ilmu dari guru-guru blogger yang telah sukses.

Lalu, Apa Serunya Jadi Guru Blogger di Era Digital?


1. Membangun Budaya Literasi

Literasi di sini berarti keberaksaraan, yaitu keterampilan menulis dan membaca. Kebiasaan literasi dimaksudkan guna melakukan kelaziman berfikir yang ikuti oleh suatu proses membaca, mencatat yang pada akhirnya apa yang dilaksanakan dalam suatu proses pekerjaan tersebut akan menjai sebuah karya.

Membudayakan atau membiasakan untuk membaca, menulis tersebut memerlukan proses.

2. Open Minded


Menjadi guru blogger itu pikiran menjadi terbuka, berwawasan luas. Ini sangat bertautan sekali dengan literasi (membaca dan menulis). Dengan seringnya membaca, maka pembendaharaan kata bakal bertambah. Dengan membaca pula kita akan tahu kelebihan dan kekurangan dari apa yang kita baca.

Ini artinya jika ingin berwawasan luas kita mesti siap menjadi pembelajar sejati. Ingin terus belajar. Sesuai dengan perintah menuntut ilmu mulai dari ayunan hingga bersiap ke liang lahad.
Berwawasan luas juga harus siap untuk menerima kritikan dan saran dari orang lain. Menghilangkan sifat egois yang bukan pada tempatnya.

3. Bergabung dengan Komunitas


Banyak komunitas blogger di dunia maya. Dari berbagai profesi bisa berkmpul, selama mempunyai blog pribadi. Dengan komunitas ini, keseruan menjadi blogger bertambah. Apalagi diadakannya kopdar sesama blogger.

4. Guru Muda Terpilih Menjadi Guru Blogger Inspiratif


Dengan izin Allah, bersyukur saya terpilih menjadi guru blogger inspiratif tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN). Ini pencapaian apresiasi yang luar biasa. Alhamdulillah.

Tentu saja keseruan selama saya menjadi guru blogger dengan pencapaian yang masih biasa, tidak akan berhasil jika tidak didukung dengan faktor lainnya. Misalnya, tidak akan menjadi blogger inspiratif jika tidak punya blog. Betul kan?

Saya pernah menulis tentang Cara Membuat Blog Termudah untuk guna Guru dan Siswa. Membuat blog itu hanya mengikut 4+1+1 saja.

1. Mempunyai Email
2. Pergi ke flatform blogger.com atau Wordpress
3. Sesudah masuk. Klik tombol yang bertuliskan BLOG BARU
4.  Isi Judul Blog + Alamat Blog +dan Pilih Template


Cukup 4 cara saja untuk mempunyai blog yang sederhana. Namun, jika Anda ingin blognya terlihat profesional, maka diharuskan untuk ditambah 1 lagi pendukungnya. Yaitu mempunyai domain yang berbayar. Awalnya blog saya beralamat inovasigurumuda.blogspot.com yang diupgrade menjadi www.gurumuda.web.id. Tanpa melakukan pembelian hosting, sebab hosting langsung dari pihak Google.

Tapi, setelah cukup lama ngeblog dan merasakan pahitnya ngeblog, seperti artikel yang dicopas oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Maka, saya benar-benar membutuhkan 1 lagi cara dalam penyimpanan data yang aman. Caranya dengan blog self-hosting. Artinya kita tidak hanya membutuhkan domain saja, melainkan juga dengan hosting. Karena dengan self hosting ini kita memiliiki kontrol penuh, tanpa harus ditakut-takuti dengan kehilangan data tulisan yang suatu saat bisa hilang oleh pihak Google.

Memilih harga hosting murah bagi seorang guru honorer seperti saya adalah pilihan tepat. Ya tentu saja. Karena harus disesuaikan dengan isi dompet yang mesti dikeluarkan. Tapi, jangan khawatir. Domainesia sebagai penyedia domain hosting menjadi tempat yang sangat direkomendasikan untuk membeli domain murah dan hosting murah pula.

Namun, sebelum itu perlu kiranya kita ketahui dulu Apa itu Domain dan Hosting, serta kegunaannya.

HOSTING = KELAS

Jika ibarat sekolah, hosting bagaikan sebuah kelas sekolah. Yang dimana pada sekolah tersebut terdapat ruang kelas. Nah, tiap kelas itulah yang kita sebut Hosting.

Sementara Domain ibarat alamat sekolah. Dengan alamat sekolah yang jelas, siswa akan dituntun untuk menuju sekolah dengan kelasnya masing-masing. Yang mana semuanya itu berdiri di sebuah bangunan sekolah yang disebut Website.

Lebih simpelnya adalah:


Sekolah = Website
Kelas = Hosting
Alamat Sekolah = Domain

Lalu Bagaimana Bentuk Nyata dari Domain & Hosting itu sendiri? 


Hosting merupakan sebuah server dengan teknologi terbaik yang disediakan oleh suatu penyedia jasa layanan hosting, seperti halnya DomaiNesia. Layanan hostingnya pun bermacam-macam: Shared Hosting, Dedicated Hosting, Virtual Private Server (VPS) dan Colocation Server.

Biasanya untuk website dengan ukuran yang standar, menggunakan Shared Hosting saja sudah cukup. Seperti beberapa blog lain yang saya miliki.

Sedangkan untuk domain, biasanya berbentuk nama domain beserta ekstensinya. Misalnya alamat blog Guru Muda www.gurumuda.web.id, atau blog murid saya TaktikTekno.com dengan ekstensi .COM yang dibeli di DomainNesia.

Memangnya Apa Kelebihan Memiliki Domain & Hosting Sendiri dengan Penyedia yang Sama?
Bisa saya katakan, jika kita memiliki domain, apalagi sekaligus hosting di tempat yang sama memiliki sejumlah keuntungan bagi pemiliknya.

Pertama, Membangun Personal Branding

Personal branding menyatakan siapa diri kita sebetulnya dan kenapa orang inginkan merekomendasikan domain kita untuk orang lain. Personal branding tidak saja untuk public pigure.  Siapa saja yang merasa ingin menjadi pribadi yang baik di mata stakeholdernya, maka Personal branding memang diperlukan.

Langkah membangun personal branding seperti yang dilakukan oleh Guru Muda adalah sebagai tahapan usaha positif kita untuk memaksimalkan potensi pribadi supaya diketahui orang banyak.
Dalam hal ini pengguna internet.

Membangun personal branding tidak mudah, diperlukan kemampuan, skill dan juga kreativitas yang Anda miliki sebagai nilai jual. GuruMuda.web.id sengaja diciptakan sebagai personal branding, bukan berarti saya benar-benar sebagai seorang guru muda yang pintar. Melainkan, sebagai pemecut untuk saya supaya menjadi guru yang pintar memanfaatkan internet di era digital sebagai media pembelajaran.

Kedua, Terlihat Profesional dan Terpercaya

Saya sering menggali informasi di google pencarian, contohnya cara membuat website,  mencari harga hosting murah, domain murah, hosting Indonesia, sampai dengan lomba blog domainesia.

Sering pula saya memilah dan memilih, mana penyedia domain hosting yang bisa menjadi tempat rujukan terpercaya. Maka , saya lebih memilih DomaiNesia yang profesional dan terpercaya.                     
Ketiga, Hemat Waktu dan Tenaga

Jika kita memilih tempat penyedia Domain & Hosting Sendiri di tempat yang sama, kita akan hemat waktu. Pengunjung blog Guru Muda cukup banyak perharinya. Karena bagi saya yang memiliki banyak pengunjung dan kesibukan secara offline, dengan membeli domain dan hosting sekaligus di tempat yang sama adalah keuntungan tersendiri.

Karena domain hosting yang dibeli, sekaligus bisa menghemat waktu. Termasuk membantu saya menghemat tenaga, saya tidak perlu lagi mencari dua penyedia jasa untuk mendapatkan produk domain dan hosting sekaligus.

Keempat, Harga Murah dengan Pelayanan yang Maksimal

Harga murah adalah pilihan awal saya ketika membeli sebuah produk. Termasuk domain hosting. Rela berjam-jam untuk mendapatkannya dengan membandingkan dengan penyedia lainnya. Karena istilah yang  begitu populer bagi konsumen adalah “harga murah, fasilitas wah...”

Maka, tentunya saya memilih penyedia domain hosting yang berpengalaman dengan sepak terjang yang mumpuni. Termasuk dalam pelayanannya.

Ini kisah murid saya yang ingin membeli domain. Saya rekomendasikan untuk membelinya di DomaiNesia saja. Murid saya yang masih awam dalam urusan beli membeli domain, karena ini merupakan pertamakalinya ia membeli domain. Termasuk untuk transfer rekening ke DomainNesia.
Untungnya, pelayanan dari operator DomainNesia sangat membantu dan melayani dengan cepat. Sehingga hanya beberapa menit saja, domain yang diinginkan sudah dimiliki dan diakses. Tidak menunggu 24 jam atau berhari-hari.

Kesimpulannya:

Menjadi guru blogger kreatif yang memanfaatkan digital learning dalam pembelajarannya, harus didukung oleh media penunjang lainnya seperti penyedia domain hosting yang jelas dan kredibel dalam pelayanannya. Ini demi terwujudnya peningkatan kompetensi guru dan pendidikan di Indonesia mencerdaskan anak bangsa.

2 comments

Jika Anda memetik manfaat dari blog Guru Muda ini, segera BAGIKAN kepada anggota keluarga, sahabat Anda.
Agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.

Hatur nuhun.
EmoticonEmoticon