Ramadhan #1: Yasin

GURUMUDA.WEB.ID– – – Kita tak pernah bermimpi, umur kita bisa melaju kepada bulan berkah nan suci ini. Ramadhan yang selalu kita rindukan. Ramadhan yang di bulan Rajab kita selalu berdo’a supaya sampai kepada seribu bulan ini.

Peningkatan amal ibadah sungguh terasa di bulan ini. Ketika di bulan-bulan sebelumnya, masjid terkatung-katung, sedikit orang untuk berjamaah di masjid. Berbeda dengan Ramadhan. Berbondong-bondong, saling mengejar, berburu fadilah ramadhan, hati ditautkan pada masjid yang kini sumringah.

Alhamdulillah… Inilah tanda keistimewaan Ramadhan. Naiknya keimanan setiap hamba yang di dalam hatinya ada “Laailaaha ilallah, Muhammad Rasulullah.”

***

Yasin. Mendengar kata Yasin, kita akan langsung terbanyang dengan salah satu surat dalam Al Qur’an. Surat Yasin yang sangat sering dibaca ketika ada orang yang meninggal, diperdengarkan bagi orang yang tengah sakaratul maut, atau yang sering kita baca manakala mendapatkan kenikmatan. Diundanglah tetangga, sanak saudara, untuk minta dibacakan surat makkiyah ini.

Yasin. Beberapa mufassir (ahli tafsir) memaknai arti Yasin ini “Yaa Insaanun” (Wahai Manusia). Ada juga yang menafsirkan “Yaa Sayyidal Mursalin” (Wahai Rajanya Para Utusan), sebagai khitab atau mengarah kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Asal usul diturunkannya surat Yasin adalah sesungguhnya orang-orang kafir Makkah mengingkari bahwa Nabi Muhammad SAW bukanlah golongan para nabi dan rasul. Melainkan ia hanya anak yatimnya Abu Thalib. Dengan dalih bahwa Muhammad tidak pernah berangkat ke perpustakaan/sekolah, Muhammad tidak pernah belajar suatu ilmu kepada mua’allim (guru). “Bagaimana ia bisa dikatakan sebagai seorang nabi atau rasul?” begitu alasan para kafir Makkah saat itu.

Untuk meyakinkan Nabi Muhammad SAW, Allah Ta’ala bersabda:
“Ya Muhammad…janganlah engkau merasa nelangsa atas pengingkaran mereka kafir Makkah. Aku (kata Allah) bersaksi dengan asma-Ku Al Jalil, bahwa engkau adalah bagian dari para rasul.

#PesantrenRamadhan2016
#TafsirYasin

Sumber Gambar ada di sini
***

Tulisan di atas merupakan intisari dari Materi Kuliah Shubuh di Masjid Miftahul Jannah, Kampung Lunjuk Girang, Desa Talagasari, Kec. Kadungora Garut, tanggal 6 Juni 2016.

Kuliah Shubuh merupakan salah satu kegiatan Pesantren Ramadhan 1437 H, yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Nurul Msthofa & Rumah Baca Asma Nadia Garut.


Leave a Comment

%d bloggers like this: