Guru Muda Bacakan Puisi Zawawi Imron di Hari Santri Nasional

GURUMUDA.WEB.ID – Hari santri Nasional pada tanggal 22 Oktober, sudah ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres). Dimana disandarkan pada momentum fakta sejarah pergerakan jihad yang diinisiasi oleh Hadrotu Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, yang dikenal dengan sebagai “Resolusi Jihad”.


Di Garut sendiri kemeriahan Hari Santri Nasional dipuatkan di Islamic Center Garut (ICG). Ribuan santri dari 42 kecamatan hadir. Kreasi santri pung ditampilkan; Pencak Silat, Marching Band, Hadroh dan Marawis.

Saya yang sebagai Ketua Umum Ikatan Hadroh Marawis Garut (IHMAGA) mengondisikan untuk penampilan Rampak Hadroh Marawis yang diikuti oleh ratusan personil.

Sebagai bentuk ittiba’ kepada kepada Ulama sekaligus Penyair yang terkenal, KH. D. Zawawi Imron yang menutup acara Kirab Hari Santri Nasional di Tugu Proklamasi, Jakarta dengan membacakan penggalan puisi berjudul Resolusi Jihad. Maka, di Garut saya membacakan puisinya yang terkenal “Cerulit Emas”.

Hari Santri Nasional benar-benar menjadi sejarah. Sejarah bagi kaum sarungan karena telah dideklarasikan oleh Presiden Jokowi. Sejarah bagi saya, karena pertama kalinya membacakan puisi karya penyair terkenal di depan ribuan santri.

Sayangnya, bukan puisi “Resolusi Jihad” yang lebih pas di acara akbar itu. Puisi “Resolusi Jihad” tidak bisa ditemukan di pencarian Google. Tetap saya bersyukur bisa selalu belajar berkhidmah kepada kyai-kyai sepuh.

Di akhir puisi, saya katakan, “ SEJATINYA KITA ADALAH SANTRI WA SANTRIAH HADROTU SYAIKH MBAH HASYIM ASY’ARI”

Tepuk tangan ribuan santri tanda mengamini.

Leave a Comment

%d bloggers like this: