Buih Kerinduan

kutuangkan buihan kerinduan ini
pena dan kertas menjadi wasilahnya
rindu tak terperi selalu menyayat
selalu sakit belum bertemu

duhai engkau
kapankah aku bisa bersua
tanpa ada yang mengganggu
tanpa sekat

lama aku merinduimu
menangis dan menagis yang kubisa
aku yakin engkau pun merasakan

duhai engkau
memandangmu saja aku puas
memandangmu adalah obat mujarab akan kerinduan

duhai engkau
malam nanti aku akan menemuimu
semoga engkau menunggu di lorong sana

30 Mei 2013
14.46 WIB

Leave a Comment

%d bloggers like this: