Tampilkan postingan dengan label Pesantren Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Juni 2017

Materi Ceramah untuk Tafaruqon Pesantren Kilat Ramadhan

GURUMUDA.WEB.ID -  Istilah Tafaruqon adalah masa penutupan atau perpisahan pesantren kilat yang diadakan di bulan ramadhan. Istilah ini biasanya diucapkan atau untuk mempermudah pengucapan bahasa saja.


Tafaruqan (dibaca: tafaruqon) diambil dari mufrodnya Farroqo - yatafarroqu - tafarruqon. jadi Tafaruqon adalah isim masdarnya.

Pada kesempatan kali ini saya tidak akan mengkaji secara luas tentang arti Tafaruqan atau Tafaruqon. Namun, akan berbagi Materi Ceramah untuk Tafaruqon Pesantren Kilat Ramadhan.

Ceramah biasanya menjadi salah satu agenda acara Tafaruqon. Untuk persiapan tampil ceramah, ada baiknya sahabat Guru Muda memilih materi yang akan disampaikan. Tema-tema ceramah untuk tafaruqon pesantren ramadhan ini sangatlah luas.

Nah, untuk memudahkan saya akan memberikan sedikit materi, lebih jelasnya tema ceramah untuk tafaruqon tersebut.

  1. Menjadi Manusia Seperti Bayi di Hari Lebaran
  2. Lebaran itu Lubaran
  3. Meraih Cinta Allah di Hari-hari Terakhir Ramadan
  4. Keistimewaan Santuni Anak Yatim 
  5. Mencintai Nabi Sejak Dini
  6. Kewajiban Mengeluarkan Zakat dan Keutamaannya
  7. Pentingnya Ziarah Kubur
  8. Fadhilah Silaturahim Kepada Orang Tua, Kerabat dan Tetangga
  9. Memperbanyak Amal Kebaikan di 10 Malam Terakhir
  10. Pentingnya Menjaga Lisan tidak hanya di Bulan Ramadhan saja
  11. Menjemput Lailatul Qadr
  12. Rasulallah & Anak Yatim
Sebenarnya masih ada banyak  materi ceramah untuk mengisi acara tafaruqon. Insya Allah akan ditulis secara berkala materi ceramah ini. Sebagai tabungan saya untuk dibukukan...

Semoga Bermafaat

Read More

Minggu, 04 Juni 2017

Hafal Al Mulk Mumpung Masih Kecil. Istimewanya Luar Biasa!

GURUMUDA.WEB.ID – Agak lama saya tidak menulis di blog guru muda tercinta ini. Kegiatan Pesantren Ramadhan CeriaQU bersama anak-anak cukup menyita waktu. Tak lain, ada beberapa target yang mesti dipenuhi. Salah satunya, saya berharap pesantren ramadhan tahun ini, anak-anak santri bisa hafal surat Al Mulk yang berjumlah 30 ayat ini.

Saya tahu daya ingat ketika masih belia berbeda dengan orang dewasa. Daya tampung otak anak-anak masih dianggap bersih dan jernih. Ketika diisi dengan hal-hal yang postifi, apalagi ini ayat-ayat Allah, saya berharap ini salah satu langkah mengantarkan saya dan juga anak-anak menjadi pribadi shaleh yang diidam-idamkan setiap hamba.


Satu demi satu ayat, mulai dari ayat pertama Tabaarokalladzi biyadihil mulku wa huwa ‘ala kulli syaingqodiir...

Satu ayat diulang beberapa kali, bahkan sampai sebelas kali. Di hari ke-5 pesantren ramadhan, Alhamdulillah mereka baru hafal 5 ayat. Meskipun menurut saya agak lambat, tapi ini menjadi motivasi saya untuk terus membiasakan mereka mencintai Al Qur’an. 

Lambat? 

Ya.Logikanya, dengan otak anak yang masih jernih, mereka seharusnya bisa menghafal sehari 2-5 ayat. Apalagi surat Al Mulk tergolong ayat-ayat pendek. 

Tapi tidak demikian. Ada beberapa alasannya. Diantaranya, mereka hanya menghafal di Rumah Qur’an Nurul Musthofa yang saya asuh. Sementara di rumah, belum tentu mereka muroja’ah dibantu orang tuanya. Inilah pentingnya kolaborasi antara pengasuh dan orang tua.

Baca juga:



Kenapa saya menargetkan Anak-anak 
harus Hafal Al Mulk?


Alasan utamanya adalah mumpung mereka masih anak-anak. Sekali lagi, otak mereka masih jernih. Jangka panjannya, ketika mereka sudah dewasa, bahkan sudah menjadi orang tua, mereka sudah hafal dan terbiasa dengan surat Al Muk.

Dan alasan lainnya, karena Surat Al Mulk bukan hanya surat pendek biasa. Melainkan ada keutamaan bagi orang yang membiasakan membacanya. Apalagi sebelum tidur. 

Untuk menambah khazanah pengetahuan seputar keistimewaan Surat Al Mulk, wajar bila saya sertakan keterangan yang menguatkan untuk kita membiasakan membaca surat Al Mulk

Keutamaan Membaca Surat Al Mulk 

adalah Penyelamat Siksa Kubur


Di dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir

وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مَالِكٍ النُكْرِيُّ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ أَبِي الْجَوْزَاءِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : ضَرَبَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - خِبَاءَهُ عَلَى قَبْرٍ ، وَهُوَ لَا يَحْسَبُ أَنَّهُ قَبْرُ إِنْسَانٍ يَقْرَأُ سُورَةَ الْمُلْكِ حَتَّى خَتَمَهَا ، فَأَتَى النَّبِيَّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، ضَرَبْتُ خِبَائِي عَلَى قَبْرٍ وَأَنَا لَا أَحْسَبُ أَنَّهُ قَبْرٌ ، فَإِذَا إِنْسَانٌ يَقْرَأُ سُورَةَ الْمُلْكِ " تَبَارَكَ " حَتَّى خَتَمَهَا ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - : " هِيَ الْمَانِعَةُ ، هِيَ الْمُنْجِيَةُ ، تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ " ثُمَّ قَالَ : " هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ . 

At Tirmidzi telah berkata: "Ttelah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdul Malik bin Abi Syawarib, telah menceritakan kepada kami, Yahya bin Malik An Nukri dari Ayahnya, dari Abil Jauza' dari Ibnu 'Abbas berkata :

"Salah satu Sahabat Nabi membuat kemah di atas kuburan (dia tidak mengira itu kuburan). Tiba-tiba ada seseorang yang sedang membaca Surah Al Mulk sampai selesai. Ia pun menghadap Nabi dan berkata:' Wahai Rasulullah aku membuat kemahku di atas kuburan, aku tidak mengira itu ada kuburan.

Tiba-tiba ada suara seseorang sedang membaca Surah Al-Mulk (Tabarak) sampai selesai.'

Nabi bersabda:' Surah Al-Mulk adalah surat yang mencegah dan menyelamatkan dari siksa kubur."
- Hadist ini Hasan Ghorib.
(HR. At Tirmidzi )

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ قَالَ لِرَجُلٍ : أَلَا أُتْحِفُكَ بِحَدِيثٍ تَفْرَحُ بِهِ ؟ قَالَ : بَلَى . قَالَ اقْرَأْ : " تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ " ، وَعَلِّمْهَا أَهْلَكَ ، وَجَمِيعَ وَلَدِكَ ، وَصِبْيَانَ بَيْتِكَ ، وَجِيرَانَكَ ، ، فَإِنَّهَا الْمُنْجِيَةُ وَالْمُجَادِلَةُ ، تُجَادِلُ - أَوْ تُخَاصِمُ - يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّهَا لِقَارِئِهَا ، وَتَطْلُبُ لَهُ أَنْ يُنْجِيَهُ مِنْ عَذَابِ النَّارِ ، وَيُنْجِي بِهَا صَاحِبَهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ; قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - : " لَوَدِدْتُ أَنَّهَا فِي قَلْبِ كُلِّ إِنْسَانٍ مِنْ أُمَّتِي " . 

Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu., bahwasanya beliau berkata pada seseorang: 
“Maukah engkau kuhadiahi sesuatu yang akan membuatmu gembira?”.

Ia menjawab,“Tentu saja!”.

Ibnu Abbas berkata, “Bacalah Tabaroka lladzi biyadihil mulk (surat Al Mulk) dan ajarkanlah kepada keluargamu, semua anak-anakmu, semua anak kecil dan balita di rumahmu, dan termasuk pula tetangga-tetanggamu!“

Sesungguhnya surat tersebut adalah Al-Munjiyah (penyelamat) dan Al-Mujadilah(pendebat), yang akan berdebat membela pembacanya di hadapan Allah pada hari kiamat.

Ia juga akan menuntut kepada Allah agar menyelamatkan (pembaca)nya dari adzab neraka. Dan menuntut agar sahabatnya itu selamat dari adzab kubur.“

Rasulullah shollallohu alahi wasallam telah bersabda, ‘Aku sangat menginginkan agar surat Al Mulk berada di dalam dada setiap orang dari seluruh ummatku.’.”
(HR.At Tabrani )

Berikut Keterangan Membaca Surat Al Mulk 

sebelum tidur :


عَنْ جَابِرٍ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - كَانَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ " الم تَنْزِيلُ " سُورَةَ السَّجْدَةِ ، وَ " تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ "

Dari Jabir: "Sesungguhnya tidaklah Rasululloh shollallohu 'alaihi wasallam tidur hingga membaca surat As Sajadah dan Surat Al Mulk."
(HR. At Tirmidzi)

Hadist Membaca Surat Al Mulk 

Setiap Malam 


Dari Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

مَنْ قَرَأَ تَبَارَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ كُلَّ لَيْلَةٍ مَنَعَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَكُنَّا فِيْ عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُسَمِّيْهَا الْمَانِعَةَ، وَإِنَّهاَ فِيْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، سُوْرَةٌ مَنْ قَرَأَ بِهَا فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطَابَ 

“Barangsiapa membaca tabarakalladzi biyadihil mulk (Surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah menghalanginya dari adzab kubur. Kami dahulu pada zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam biasa menyebut surat Al-Mulku dengan Al-Mani’ah. Sesungguhnya ia benar-benar berada dalam kitab Allah. Ia adalah satu surat yang barangsiapa membacanya setiap malam, maka dia telah memperbanyak pahala dan memperbagusnya.”
(HR. An-Nasa’i )

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

يُؤْتَى الرَّجُلُ فِيْ قَبْرِهِ فَتُؤْتَى رِجْلَاهُ فَتَقُوْلُ رِجْلَاهُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقُوْمُ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةَ الْمُلْكِ، ثُمَّ يُؤْتَى مِنْ قِبَلِ صَدْرِهِ ـ أَوْ قَالَ: بَطْنِهِ ـ فَيَقُوْلُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةَ الْمُلْكِ، ثُمَّ يُؤْتَى رَأْسُهُ فَيَقُوْلُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةُ الْمُلْكِ.
 قَالَ: فَهِيَ الْمَانِعَةُ تَمْنَعُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَهِيَ فِيْ التَّوْرَاةِ: سُوْرَةُ الْمُلْكِ ـ مَنْ قَرَأَهَا فِيْ لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطْيَبَ. 

“Seseorang dalam kuburannya didatangi. Ia didatangi pada kedua kakinya. Maka, kedua kakinya berkata: 
Tidak ada jalan bagi kalian lewat saya. Karena dia biasa shalat malam denganku membaca surat Al Mulk. 
Kemudian ia didatangi melalui dada, atau dikatakan melalui perutnya. Maka, perut atau dada berkata: 
Kalian tidak ada jalan melalui saya. Karena dia biasa membaca surat Al-Mulk. 
Kemudian ia didatangi melalui kepalanya. 
Kepala berkata: Kalian tidak ada jalan melalui saya. Sebab dia biasa membaca surat Al Mulk denganku.”

Ibnu Masud melanjutkan perkataannya: 
“Surat Al Mulk adalah penghalang yang menghalangi seseorang dari adzab kubur. Surat Al Mulk ini dalam Taurat dikatakan: Barangsiapa membacanya pada suatu malam maka dia telah memperbanyak pahala dan memperbagusnya.” (HR. Al Hakim )

***

Semoga saya dan siapapun bisa membiasakan membaca Surat Al Mulk yang istimewa ini.

referensi: http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=1872&idto=1879&bk_no=49&ID=1940
Read More

Selasa, 30 Mei 2017

CeriaQU, Ceria Ramadhan Bersama Qur'an dengan Memanah Sebagai Program Unggulannya

GURUMUDA.WEB.ID - Alhamdulillah, Allah masih menitipkan amanah berupa umur, sehat, terutama iman dan islam sampai bulan Ramadhan ini.

Seperti tahun sebelumnya, saya mengadakan pesantren ramadhan sebagai program tahunan di lembaga yang saya asuh, Nurul Musthofa dan Rumah Baca AsmaNadia.


CeriaQU sebagai judul dalam kegiatan pesantren kilat ini. Diharapkan, mereka para santri tetap ceria dalam mengisi bulan penuh berkah ini.

Di CeriaQU ini ada beberapa materi yang berbeda dari tahun sebelumnya. Salah satunya adalah belajar memanah. Bagi santri asuhan saya, memanah masih terbilang asing. Meskipun teori/keilmuan, pernah saya sampaikan olahraga yang disunahkan (yang dilakukan Rasulullah) adalah Berenang, Berkuda dan Memanah.

"Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah"
(HR. Bukhari dan Muslim)



Sebagai tambahan dan juga pengetahuan bagi kita seputar memanah, saya bagikan artikel dari http://archery.metu.edu.tr/

9 Cara Memanah yang Tepat untuk Pemula:

Untuk bisa memanah yang baik dan tepat, gampang-gampang susah. Awalnya, terlihat gampang, ketika praktik, tetap harus dengan ilmunya. Untuk pemula seperti saya, maka minimal ada sembilan langkah agar kita bisa memanah dengan baik dan tepat.

1. Sikap Berdiri (stand) 
Sikap berdiri (stand), adalah “Sikap/posisi kaki pada lantai atau tanah. Sikap berdiri yang baik ditandai oleh:
(1) titik berat badan ditumpu oleh kedua kaki/tungkai secara seimbang,
(2) tubuh tegak, tidak condong ke depan atau ke belakang, ke samping kanan ataupun ke samping kiri.”

Terdapat 4 macam sikap kaki dalam panahan, yaitu:

  • open stand
  • square stand
  • close stand, dan 
  • oblique stand. 
Namun untuk pemula, maka yang kebanyakan dipakai adalah sikap Square Stand dan Open Stand

a.    Square Stand (sejajar)

  • Posisi kaki pemanah terbuka selebar bahu dan sejajar dengan garis tembak.
  • Pemahan pemula disarankan untuk mempergunakan cara ini 1 sampai 2 tahun, selanjutnya baru beralih ke terbuka (open stance)
  • Cara berdiri sejajar mudah dilakukan untuk membuat garis lurus dengan sasaran, namun dalam hal ini perlu diingat, yaitu pada waktu menarik dan holding cenderung badan bergerak.

b.   Open Stand (terbuka)

  • Posisi kaki pemanah membuat sudut 450 dengan garis tembak.
  • Pada saat menarik, posisi badan lebih stabil.
  • Posisi leher atau kepala akan lebih rileks dan pandangan pemanah lebih mudah untuk focus kedepan.
  • Cara berdiri seperti ini dianjurkan untuk pemanah lanjutan, katena pada tarikan penuh akan banyak space room pada bahu.

2. Memasang Ekor Panah (nocking)
 
Memasang ekor anak panah (nocking) adalah Gerakan menempatkan atau memasukkan ekor panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali dan menempatkan gandar (shaft) pada sandaran anak panah (arrow rest).

Kemudian, diikuti dengan menempatkan jari-jari penarik pada tali dan siap menarik tali.  Memasang ekor panah dalam olahraga panahan bisa menjadi fatal apabila salah penempatan baik terlalu atas ataupun terlalu bawah, maka perlu untuk memperhatikan kembali apakah anak panah yang dipasang sudah lurus tersandar di busur ataukah belum.

3. Mengangkat Lengan Busur (extend)
Mengangkat lengan busur (extend) adalah Gerakan mengangkat lengan penahan busur (bow arm) setinggi bahu dan tangan penarik tali siap untuk menarik tali.

Hal-hal yang harus diperhatikan yaitu lengan penahan busur rileks, tali ditarik oleh tiga jari yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Tali ditempatkan atau lebih tepatnya diletakkan pada ruas-ruas jari pertama, dan tekanan busur terhadap telapak tangan penahan busur ditengah-tengah titik V, yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk (lengan penahan busur),

4. Menarik Tali Busur (drawing)

Cara menarik tali busur pada panahan dengan baik dan benar
Teknik menarik tali busur:

Menarik tali busur (drawing) adalah gerakan menarik tali sampai menyentuh dagu, bibir dan atau hidung. Kemudian dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan penarik tali di dagu.

Ada tiga fase gerakan menarik, yaitu:

  • pre-draw: gerakan tarikan awal. Pada saat ini sendi bahu, sendi siku dan sendi pergelangan tangan telah dikunci.
  • primary draw : gerakan tarikan dari posisi pre-draw sampai tali menyentuh atau menempel dan sedikit menekan atau mengetat pada bagian dagu, bibir dan hidung dan berakhir pada posisi penjangkaran
  • secondary draw: gerakan menahan tarikan pada posisi penjangkaran sampai melepas tali (release).Anggota tubuh yang dipergunakan untuk menarik adalah: jari, punggung telapak (wirst), dan lengan bawah. 
Ketiga bagian ini pada posisi lurus kemudian lengan atas selanjutnya bahu dan otot belakang. Kebanyakan pemanah-pemanah pemula hanya menggunakan jari-jari saja, kebanyakan mereka tidak menggunakan otot-otot yang seharusnya dipergunakan seperti yang sudah dijelaskan.

5. Menjangkarkan Lengan Penarik (anchoring)
Menjangkarkan lengan penarik (anchoring) adalah Gerakan menjangkarkan tangan penarik pada bagian dagu.

Hal yang harus diperhatikan, yaitu tempat penjangkaran tangan penarik tali harus tetap sama dan kokoh menempel di bawah dagu, dan harus memungkinkan terlihatnya bayangan tali pada busur (string alignment).
Ada 2 jenis penjangkaran:

  • Penjangkaran di Tengah : tali menyentuh pada bagian tengah dagu, bibir dan hidung serta tangan penarik menempel di bawah dagu. 
  • Pada penjangkaran di Samping: tali menyentuh pada bagian samping dagu, bibir dan hidung, serta tangan penarik menempel di bawah dagu.


6. Menahan Sikap Panahan (tighten)

Menahan sikap panahan (tighten), adalah: suatu keadaan menahan sikap panahan beberapa saat, setelah penjangkaran dan sebelum anak panah dilepas.

Pada saat ini, otot-otot lengan penahan busur dan lengan penarik tali harus berkontraksi, agar sikap panahan tidak berubah. Bersamaan dengan itu pemanah melakukan pembidikan. Jadi pada saat membidik, sikap pemanah harus tetap dipertahankan.

7. Membidik (Aiming)
Membidik (aiming) adalah gerakan mengarahkan atau menempelkan titik alat pembidik (visir) pada tengah sasaran/titik sasaran.

Pada posisi membidik, posisi badan dari pemanah diharapkan tidak berubah. Kemudian pemanah tidak hanya fokus kepada sasaran tetapi diutamakan pada teknik, dengan kondisi badan yang relaks fokus akan lebih baik.

8. Melepas Tali/Panah (release)
Melepas tali/panah (release) adalah gerakan melepas tali busur, dengan cara merilekskan jari-jari penarik tali.

Ada 2 cara melepaskan anak panah:

  • Dead Release: setelah tali lepas, tangan penarik tali tetap menempel pada dagu seperti sebelum tali lepas. 
  • Active Release: setelah tali lepas tangan penarik tali bergerak ke belakang menelusuri dagu dan leher pemanah.

Pelepasan anak panah yang baik diperlukan untuk memberikan kekuatan penuh dari tali terhadap panah dalam setiap melepaskan panah yang diinginkan dan untuk mencegah getaran tali yang tidak diperlukan, yang akan menyebabkan panah berputar.
Kesalahan sedikit apapun pada saat melepaskan anak panah, akan mengakibatkan dampak yang sangat besar terhadap sasaran.

9. Menahan Sikap Panahan (after hold)
Menahan sikap panahan adalah suatu tindakan untuk mempertahankan sikap panahan sesaat (beberapa detik) setelah anak panah meninggalkan busur. Tindakan ini dimaksudkan untuk memudahkan pengontrolan gerak panahan yang dilakukan.

Jadi, AFTER HOLD adalah tangan busur tetap terentang pada posisi semula lurus kearah sasaran dan tetap ditahan hingga dua detik setelah panah menyentuh permukaan sasaran.


Read More

Materi Pelajaran Pesantren Kilat Ramadhan untuk Anak Santri

GURUMUDA.WEB.ID - Alhamdulillah, kita sudah menikmati Bulan Ramadhan yang berkah ini. Upaya untuk mengisi kegiatan di bulan suci ini sudah dipersiapkan. Termasuk materi pelajarannya untuk pesantren ramadhan.

Pun dengan saya, saat ini saya sudah mempersiapkan materi pelajaran untuk pesantren kilat ramadhan yang diselenggarakan setahun sekali ini.


Ada beberapa materi pelajaran yang wajib dalam materi pelajaran Pesantren Ramadhan, diantaranya:

1. Pelajaran Akhlaq
Tak bisa dipungkiri, pendidikan katakter yang terus digembos-gembosan pemerintah dengan kurikulum terbarukan, tetap saja harus mengakui dengan pola pembelajaran di pesantren. Cara Pesantren mendidik santri untuk bisa mandiri bukan hanya ucapan tanpa kerja yang nyata. Sosok Kyai yang kharismatik mendidik dengan telaten bagaimana supaya mempunyai murid tak hanya pintar mengaji, teteapi juga bagus dalam berakhlaq.

Maka, pesantren kilat ramadhan diharapkan orang tua menjadi solusi tepat untuk membantu pengembangan karakter anak. Meskipun tidak akan full.

Namun setidaknya ada bekas dan bekal di memori anak bagaimana cara beretika/adab. Memiliki akhlak yang mamdudah (baik).

Baca: Kapan Santri Harus Berdakwah

2. Pelajaran Fiqih Dasar

Selain pelajaran Akhlaq, untuk materi pesantren ramadhan selanjutnya yaitu pelajaran Fiqih.

Dengan pelajaran Fiqih, anak akan belajar dasar seputar Rukun Islam, Rukun Iman, Ciri-ciri Baligh, Fardhu Wudhu, Shalat, Bab Puasa, Haji dan materi ibadah lainnya.

Dengan Fiqih ini anak tidak hanya dengan teori saja, melainkan bisa sekaligus dengan praktik ibadah.

3. Materi Tauhid untuk Anak

Jika pesantren kilat ramadhan dilaksanakan di kampung seperti yang saya lakukan, Nadzoman Aqoid sifat wajib dua puluh menjadi pelajaran wajib.

Anak-anak sangat mudah menangkap ilmu dengan lagu, salah satunya dengan nadzom yang biasa di pesantren atau madrasah.

Wujud Qidam Baqo
Mukholafatu Lil hawaditsi

Materi tidak hanya dengan metoda lagu, tapi juga bisa dengan outing class/belajar di luar kelas. Dengan mengajak anak santri di seputar lingkungan pesantren atau madrasah.

Ada juga pelajaran yang tak kalah penting untuk Materi Pelajaran Pesantren Kilat Ramadhan untuk Anak Santri, yaitu belajar Memanah.

Ya. Belajar memanah sebagai pengenalan kepada anak santri bahwa olahraga yang satu ini adalah yang disunahkan. Olahraga yang diperintahkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, selain berkuda dan berenang.
Read More

Rabu, 17 Mei 2017

Guidebook Ramadhan for Kids: Panduan Orang Tua Dampingi anak Mengisi bulan Suci Ramadhan

GURUMUDA.WEB.ID - Guidebook Ramadhan for Kids: Panduan Orang Tua Dampingi anak Mengisi bulan Suci Ramadhan

Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan sebuah pesan singkat dari rekan di grup Whatsapp. Guide book yang dibuat oleh Ragwan M Al Aydrus ini dalam bentuk ebook untuk kita orang tua di bulan suci ramadhan.

Untuk memudahkan orang tua yang lainnya, saya menulis ulang Guide Book ini di Microsoft Office Word. 


Apa itu Guide Book Ramadhan for Kids?

Ramadhan for Kids adalah panduan bagi orang tua untuk mendampingi anak mengisi waktu di bulan suci ramadhan.

Planner ini ditujukan untuk anak usia sekolah (6-7 tahun ke atas), meski tetap dapat digunakan untuk semua usia dengan penyesuaian materi dan pendekatan.

Guidebook ini isinya apa saja?
  1. Tips bagi orang tua
  2. Penanda Harian
  3. Checklist Aktifitas
  4. Silabus Topik Harian
  5. Quality Time

6 Tips  untuk Orang Tua dalam mendampingi anak beribadah di bulan Ramadhan


#1. AJARKAN IMAN DULU

Kenalkan anak kepada Allah Swt dengan mengamati alam raya dan memikirkan nikmat-nikmatNya. Jundub bin Junadah berkata, “Dahulu kami telah bersama nabi sejak kami masih remaja mendekati usia balig. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an dan kemudian kami mempelajari Al-Qur’an sehingga iman kami bertambah dengan mempelajari Al-Qur’an tersebut.” (HR.Ibnu Majah)

#2. ALLAH AR-RAHMAN
Pengenalan Iman pertama haruslah membuat anak Cinta kepada Allah. Misal "Allah sayang sama anak yang berpuasa". Dengan begitu,  anak akan lebih optimis, menunjukkan rasa bersyukur, dan lebih termotivasi untuk beribadah. Sebaliknya, menakut-nakuti anak dengan kemurkaan Allah Swt akan membuat anak mudah putus asa dan terpuruk dengan rasa bersalah

#3. TUNJUKKAN CINTA
Orang tua wajib menunjukkan kasih sayang kepada anak. Hal yang tidak sejalan jika orang tua memperkenalkan tentang kasih sayang Allah Swt tetapi anak tidak dapat melihat dan meneladani kasih sayang tersebut dari orang tua. Rasulullah Saw bersabda : "Barang siapa yang tidak menyayangi, niscaya dia tidak akan disayangi.” (HR. Muslim)

#4. JADILAH ROLE MODEL
Teladan yang baik adalah sebaik-baiknya pendidikan. Dalam konteks Ramadhan, orang tua perlu menciptakan suasana cinta Ramadhan di dalam rumah. Percuma mengajarkan anak tentang shalat jika orang tua masih meninggalkannya, sia-sia mengajarkan anak untuk mengontrol amarah jika orang tua masih melampiaskan amarah dengan berteriak-teriak di hadapan anak.

#5. NO IMBALAN DI  AWAL         
Dalam mengajarkan ibadah kepada anak, hindari memberitahukan imbalan kepada anak di awal. Seperti “kalau adek puasanya full, nanti ayah kasih tas sekolah baru!” Sebaiknya, berikan imbalan di akhir tanpa memberitahukannya. Kemudian saat orang tua memberikan apresiasi melalui hadiah, tekankan juga bahwa hadiah tersebut adalah rezeki dari Allah Swt.

#6. SABAR 
Dalam membiasakan anak beribadah, orang tua perlu bersabar. Karenanya mengajarkan ibadah perlu dilakukan sejak dini agar proses pendidikan dapat dilakukan secara bertahap. Allah Swt berfirman: "Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya." (QS. Thaha: 132)


Topik Harian: Obrolan Ramadhan bersama Anak

Hari ke-1:  Mengenalkan Ramadhan 
Mengapa berpuasa? Ceritakan mengenai puasa sebagai salah satu rukun  Islam dan latihan untuk membangun kebiasaan baik.  Kemudian ajarkan tata cara berpuasa dan apa saja yang membatalkan puasa. 

Hari ke-2:  Pentingnya Niat 
Melalui pelafalan niat berpuasa, orang tua bisa menyisipkan pelajaran mengenai niat sebagai asas dari setiap amalan. 

Hari ke-3:  Ramadhan Di Masa Rasulullah Saw 
Ceritakan puasa di masa Rasulullah Saw yang penuh dengan suasana ibadah yang khusyuk yang disertai dengan peningkatan ibadah dibanding hari-hari biasanya. 

Hari ke-4:  Keutamaan Makan Sahur 
Orang tua dapat menjelaskan hadits tentang keutamaan makan sahur dan manfaatnya untuk kesehatan. 

Hari ke-5:  Puasa dalam Perjalanan 
Orang tua memberitahu bagaimana hukum berpuasa dalam perjalanan. 
"Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu " (HR. Muslim)

Hari ke-6: Pentingnya makanan yang baik 
Selain mengenalkan sunnah berbuka orang tua j uga bisa menjelaskan makanan yang baik dan sehat untuk sahur dan berbuka.  

Hari ke-7: Shalat Tarawih 
Sambil mengajak anak shalat tarawih, orang tua bisa menceritakan mengenai keutamaan Sunnah ini. 

Hari ke-8: Kisah Perang Badar 
Sambil menceritakan sejarah heroik perang Badar, orang tua bisa menanamkan kepada anak bahwa berpuasa tidak membuat kita lemah, melainkan semakin kuat dan produktif 

Hari ke-9: 10 Hari Pertama Bulan Ramadhan 
Hadits mengenai 10 hari pertama Ramadhan adalah rahmat. Orang tua dapat menyampaikan sifat Allah Swt yang Maha Pengasih dan Penyayang. 

Hari ke-10: Menahan Amarah 
Ajarkan anak bahwa di samping menahan diri untuk tidak makan dan minum, kita j uga tidak boleh mengekspresikan kemarahan. 

"Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak doanya mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan donya orang yang dizalimi"  (HR. Tirmidzi)

Hari ke-11: Ramadhan di Penjuru Dunia 
Ajak anak menonton video mengenai Ramadhan di berbagai negara, lalu bahas hal yang menarik dari kebiasaan muslim luar negeri dan tantangan yang mereka hadapi. 

Hari ke-12: Bersedekah di Bulan Ramadhan 
Orang tua bisa menyampaikan keutamaan sedekah dan kisah bagaimana pemurahnya Rasulullah Saw di bulan Ramadhan. 

Hari ke-13: Menyayangi Anak Yatim 
Sambil menceritakan kasih sayang Rasulullah kepada anak yatim, orang tua bisa mengajak anak berkunjung ke panti asuhan lalu bangkitkan perasaan empati anak. 

Hari ke-14: Pentingnya Bersyukur 
Ajarkan anak untuk mensyukuri nikmat Allah Swt melalui doa berbuka. 

Hari ke-15: Kejujuran 
Beritahu anak bahwa puasa j uga melatih kej uj uran, di mana saat hanya Allah Swt yang tahu bahwa anak benar-benar berpuasa atau tidak. 
 "Barangsiapa yang tidak menahan perkataan keji dan perbuatan buruk didalamnya, maka Allah tidak butuh (orang itu) menahan makan dan minumnya" (HR. Bukhari) 

Hari ke-16: Sifat Malu 
Ajarkan sifat malu sebagai adab kepada anak untuk tidak makan di depan orang berpuasa. 

Hari ke-17: Nuzulul Qur'an 
Ceritakan kisah bagaimana Al-Qur’an diturunkan dan keutamaan membacanya. 

Hari ke-18: Puasa Bagi Anak 
Orang tua bisa menjelaskan konsep usia baligh kepada anak di mana hal tersebut menandakan waj ibnya menjalankan  syariat termasuk puasa Ramadhan. 

Hari ke-19:10 Hari kedua Ramadhan 
Hadits mengenai 10 hari pertama Ramadhan adalah ampunan Allah Swt (magfirah). Dari sini orang tua bisa menjelaskan sifat Allah Swt yang Maha Pengampun. 

Hari ke-20:  Shalat Witir 
Orang tua dapat menjelaskan tata acara shalat witir dan keutamaannya.  
"Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa. " (HR. Bukhari & Muslim)

Hari ke-21:  Lailatul Qadr 
Orang tua dapat menceritakan keutamaan malam lailatul qadr untuk memotivasi anak agar tetap semangat beribadah di 10 hari terakhir.

Hari ke-22:  10 Hari terakhir Ramadhan 
Ceritakan kepada anak bahwa di 10 hari terakhir Ramadhan Rasulullah Saw dan para sahabat ra. semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya. 

Hari ke-23:  I't ikaf 
Ajarkan anak apa itu itikaf, dan bila memungkinkan ajak anak ke masj id untuk membuatnya merasakan pengalaman ber-i’tikaf. 

Hari ke-24:  Pintu Ar-rayyan 
Orang tua dapat mengapresiasi usaha anak untuk berpuasa dengan menceritakan mengenai hadits “pintu ar-rayyan”. 

Hari ke-25:  Persiapan Idul Fitri 
Ajarkan anak mengenai keutamaan idul fitri sebagai hari raya ummat  Islam. Bangun suasana menyambut idul fitri sejak awal. 

"Dahulu Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam jika telah memasuki sepuluh hari  terakhir (bulan Ramadhan) maka beliau mengencangkan sarungnya, beliau menghidupkan malam-malamnya (dengan ibadah) dan beliau membangunkan keluarganya."  (HR. Bukhari)

Hari ke-26:  Puasa Syawal 
Ceritakan kepada anak keutamaan Puasa Syawal. Kenalkan pula macam puasa Sunnah selain puasa wajib Ramadhan. 

Hari ke-27: Sunnah Idul Fitri 
Beritahu anak Sunnah-sunnah idul fitri dan buat komitmen untuk menjalankannya bersama. 

Hari ke-28: Pentingnya Silaturahim 
Kenalkan anak tradisi bersilaturahim yang sangat dianj urkan dalam  Islam. 

Hari ke-29: Bersedih akan berakhirnya Ramadhan 
Bangun kecintaan anak pada bulan Ramadhan sebagai bulan penuh keutamaan, ajak anak untuk berdoa bersama agar bisadisampaikan kembali pada Ramadhan berikutnya. 

Hari ke-30: Refleksi Bersama 
Pada malam 'Id, sempatkan untuk berefleksi bersama anak, sampaikan bahwa orang tua bangga karena anak telah berusaha untuk mengisi bulan Ramadhan dengan aktivitas yang bermanfaat. Tekankan bahwa setelah Ramadhan orang tua dan anak akan tetap berkomitmen membangun kebiasaan baik bersama. 

"Dan sempurnakanlah puasa kamu mengikut bilangan dari dalam bulan Ramadhan (29 hari atau30 hari) dan bertakbirlah (membesarkan Allah Swt) atas petunj uk-Nya yang diberikan kepada kamu, semoga kamu bersyukur." (Surah al-Baqarah:185)

Topik-topik di atas sebatas  rekomendasi. Jika seandainya ayah/bunda  sudah  pernah mengajarkan anak  mengenai salah satu atau  beberapa topik di atas, ayah/ bunda  bisa me-recall  pemahaman anak atau  mengaitkannya dengan  pengalaman anak (dengan mengajak anak  berdiskusi ringan/meminta anak  berpendapat). 

Mungkin juga anak sudah terbiasa melakukan suatu amalan, misal makan sahur, namun bisa jadi anak  belum paham  manfaat dari  makan sahur tersebut. 

Di sini orang tua dapat menjelaskan  lebih dalam agar anak  memahami  hikmah di  balik Sunnah  Rasulullah Saw. Selain itu, ayah/ bunda juga  bisa  mengganti topik  yang ada dengan  kisah-kisah  Para Nabi, Sahabat Saw, atau tokoh-tokoh Islam (mengenalkan anak dengan  role model yang baik).  

Dalam  menyampaikan topik-topik di atas, orang tua  bisa  memanfaatkan momen apa saja: sambil  berkendara di  mobil, saat akan tidur, selesai shalat  berjamaah, bahkan saat
bermain  bersama selama orang tua  bisa memancing  perhatian atau  rasa ingin tahu anak. 

Sebaiknya  kaitkan  bahan diskusi  Ramadhan di atas dengan  pengalaman anak,  karena anak akanlebih  mampu untuk  memahami dan  mengingat  pengetahuan  barunya jika pengetahuan tersebut cukup  bermakna secara  personal.

Untuk mendapatkannya, saya sudah mengunggah di Google Drive: DI SINI
Read More

Selasa, 28 Juni 2016

Kami Sebut Ngobrog

Di bulan Ramadhan, ada kegiatan special kami yang sering lakukan selain mengisi dengan Pesantren Ramadhan, yaitu NGOBROG. Ini istilah kami untuk memmbangunkan masyarakat untu k sahur. Seperti halnya orang lain, kami membawa seperangkat alat pukul. Seperti kentungan, bedug, botol, dan kami tambah dengan alat marawis.

Untuk ramadhan kali ini, kami mengelilingi 4 kampung; Lunjuk Girang, Citangtu, Pataruman dan Cihaur. Masih kawasan Desa Talagasari Kadungora.

“Sahur… sahur…!!!”

“Sahur… sahur…!!!”

Anak-anak santri begitu bersemangat meneriakan kata “Sahur … sahur…”

Perjalanan lumayan membutuhkan waktu sekitar satu jam, dimulai dari jam 02.30 sampai dengan 03.30 WIB. Cukup untuk waktu bersahur. Tidak telalu pagi. Karena pasti bakal berefek ketidaknyamanan masyarakat kalau terlalu pagi.


Kurang lebih 50 anak-anak santri Nurul Musthofa yang mengikuti NGOBROG ini. Suara keras mereka mampu membangunkan masyarakat yang lagi enak-enaknya tidur. Cukup paten juga suara mereka (hihihi…)
Yang penting ada kemanfaatan, karena dengan mereka, masyarakat bisa bangun untuk melaksanakan sahur. Karena dalam sahur ada keberkahan. Aamiin.

Shalat Tasbih sebelum NGOBROG

Sebelum melaksanakan aksi ngobrog, anak-anak santri dibangunkan jam setengah dua. Mereka dibelajarkan untuk mengerjakan Shalat Sunat Tasbih. Dilaksanakan empat rakaat, dua kali salam. Alhamdulillah, tahadust bini’mah. Faidah shalat tasbih yang saya rasakan adalah belajar focus. Ya. Karena dari tiap ba’da bacaan iftitah, surat sunah atau rukun shalat lainnya, kita disunahhkan memperbanyak baca tasbih. Misalnya, setelah baca iftitah, harus membaca “subhanallah, wal hamdulillah, walaailaahaillallah, wallahu akbar” sebanyak 15 kali. Setelah fatihah dan surat sunah membaca 10 kali tasbih. Dan seterusnya ruku, I’tidal, sujud, dlsb.
moon maaf fotonya burem


Empat rakaat telah kami lakukan, diteruskan dzikir; istighfar, tahlil dan shalawat. Tak lupa, pun kami mendo’akan orang tua kami. Semoga mereka dipanjangkan umurnya untuk beribadah, diluaskan rezekinya yang berkah. Apalagi ada sebagian dari orang tua kami yang telah berada di alam barzakh. Semoga mereka mendapatkan kenikmatan alam kubur.


Alhamdulillah, semoga anak-anak santri bisa menjadi manusia yang berakhlak dan pribadi Qur’ani. Bermanfaat kelak di masyarakat. Aamiin.


Read More

Senin, 06 Juni 2016

Ramadhan #1: Yasin

GURUMUDA.WEB.ID- - - Kita tak pernah bermimpi, umur kita bisa melaju kepada bulan berkah nan suci ini. Ramadhan yang selalu kita rindukan. Ramadhan yang di bulan Rajab kita selalu berdo'a supaya sampai kepada seribu bulan ini.


Peningkatan amal ibadah sungguh terasa di bulan ini. Ketika di bulan-bulan sebelumnya, masjid terkatung-katung, sedikit orang untuk berjamaah di masjid. Berbeda dengan Ramadhan. Berbondong-bondong, saling mengejar, berburu fadilah ramadhan, hati ditautkan pada masjid yang kini sumringah.

Alhamdulillah... Inilah tanda keistimewaan Ramadhan. Naiknya keimanan setiap hamba yang di dalam hatinya ada "Laailaaha ilallah, Muhammad Rasulullah."

***

Yasin. Mendengar kata Yasin, kita akan langsung terbanyang dengan salah satu surat dalam Al Qur'an. Surat Yasin yang sangat sering dibaca ketika ada orang yang meninggal, diperdengarkan bagi orang yang tengah sakaratul maut, atau yang sering kita baca manakala mendapatkan kenikmatan. Diundanglah tetangga, sanak saudara, untuk minta dibacakan surat makkiyah ini.

Yasin. Beberapa mufassir (ahli tafsir) memaknai arti Yasin ini "Yaa Insaanun" (Wahai Manusia). Ada juga yang menafsirkan "Yaa Sayyidal Mursalin" (Wahai Rajanya Para Utusan), sebagai khitab atau mengarah kepada Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam.

Asal usul diturunkannya surat Yasin adalah sesungguhnya orang-orang kafir Makkah mengingkari bahwa Nabi Muhammad SAW bukanlah golongan para nabi dan rasul. Melainkan ia hanya anak yatimnya Abu Thalib. Dengan dalih bahwa Muhammad tidak pernah berangkat ke perpustakaan/sekolah, Muhammad tidak pernah belajar suatu ilmu kepada mua'allim (guru). "Bagaimana ia bisa dikatakan sebagai seorang nabi atau rasul?" begitu alasan para kafir Makkah saat itu.

Untuk meyakinkan Nabi Muhammad SAW, Allah Ta'ala bersabda:
"Ya Muhammad...janganlah engkau merasa nelangsa atas pengingkaran mereka kafir Makkah. Aku (kata Allah) bersaksi dengan asma-Ku Al Jalil, bahwa engkau adalah bagian dari para rasul.

#PesantrenRamadhan2016
#TafsirYasin

Sumber Gambar ada di sini
***


Tulisan di atas merupakan intisari dari Materi Kuliah Shubuh di Masjid Miftahul Jannah, Kampung Lunjuk Girang, Desa Talagasari, Kec. Kadungora Garut, tanggal 6 Juni 2016.

Kuliah Shubuh merupakan salah satu kegiatan Pesantren Ramadhan 1437 H, yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Nurul Msthofa & Rumah Baca Asma Nadia Garut.

Read More