Tampilkan postingan dengan label Guru Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Menulis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Juni 2017

KURIKULUM MANDIRI GURU MUDA

GURUMUDA.WEB.ID - Hebohnya isu Full Day School bikin marah bagi pemerhati pendidikan. Kebijakan sekolah selama lima hari yang direncanakan Pak Menteri dengan durasi delapan jam setiap harinya, ternyata  tidak hanya memicu kekhawatiran di kalangan siswa, tetapi juga para guru. 

Ternyata merebaknya opini di masyarakat, bikin marah juga bagi Pak Menteri sang pembuat kebijakan, karena demo opini dari para tokoh pendidikan terus menyebr di media sosial.


Menanggapi semacam ini, saya sih nyantai-nyantai aja, karena saat ini saya sedang/sudah merancang formula kurikulum mandiri ala guru muda yang insya Allah semua pihak akan setuju.

Kenapa saya begitu yakin Kurikulum Mandiri ini akan di setujui semua pihak???

Dalam kurikulum mandiri yang saya buat ini ada kolaborasi antara teori dan praktik yang berbeda dengan saat ini.

Teori dan Praktik harus Apik
Ilmu dan Amal harus Bersama

Dengan kurikulum mandiri ala guru muda ini anak tak akan jenuh belajar meskipun fasilitas sekolah/madrasah kurang memadai. Dimana kurang meratanya fasilitas pendidikan di daerah, apalagi di pedalaman nusanatra tercinta ini.

Ada strategi lain untuk siswa yang tak melulu belajar di dalam kelas. Diantaranya penilaian anak  tidak melulu mengedapankan nilai akademik saja. Melainkan ada nilai tambah bagi mereka siswa yang lemah nilai akademiknya.

Bisa jadi, dengan kurikulum mandiri ala guru muda ini, siswa yang punya IQ pas-pasan, tetapi mempunyai hafalan Qur'an, katakanlah 3 juz, bisa menjadi rangking ke-1.

Rangking ke-2 nya, siswa yang bisa membuat aplikasi android. Game, misalnya...

Keren bukan???

Insya Allah rancangan metoda Kurikulum Mandiri Guru Muda ini insya Allah dibukukan...

#gurumuda
#kurikulumgurumuda
#gurumudainstitute
Read More

Rabu, 24 Mei 2017

Guru Muda Ikutan Lagi Lomba Menulis di GURARU 2017

GURUMUDA.WEB.ID - Guru Era Baru atau Guraru bagi Guru Muda menjadi tempat berbagi dan belajar bersama guru-guru di Indonesia. Guraru bisa menjadi lahan untuk belajar menulis bagi guru yang hendak membiasakan diri menjadi penulis.

Banyak sekali pengalaman dan ilmu baru di Guraru. Saya bisa berkawan dengan seorang guru inspiratif, berprestasi dan kreatif. Padahal beum bertemu di kehidupan nyata. Sebutlah Guru Besar (guru yang berbadan besar) Pak Wijaya Kusumah atau biasa disapa Om Jay, atau Pak Dedi Dwitagama, Pemenang Guraru Award 2012.

Selain di blog Guru Muda ini, saya sering pula menulis di GURARU. Dari berkah suka menulis, guraru pun memberikan reward kepada guru muda, diantaranya:






Untuk tahun 2017 ini, kembali saya mengikuti lomba menulis guru ini. Tak lain sebagai motivasi saya untuk terus menulis.

Berikut Judul yang saya ikut sertakan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru:

Go Guru Digital dengan Perangkat yang Tepat

http://guraru.org/guru-berbagi/go-guru-digital-dengan-perangkat-yang-tepat/
klik gambar untuk membaca artikelnya

 Jangan lupa vote dan memberikan komentar/kritiknya untuk kemajuann kualitas menulis Guru Muda.
Read More

Rabu, 04 Januari 2017

Gurusiana: Solusi Bagi Guru yang Belum Memiliki Blog

GuruMuda.web.id - Bagi guru blogger, guru yang suka ngeblog, pastinya sudah terbiasa menulis atau posting di blog pribadi. Saya pun demikian. Menulis seputar pendidikan dan dakwah dituangkan di blog Guru Muda tercinta ini dengan alamat www.gurumuda.web.id.

Namun, banyak rekan sejawat yang masih belum punya blog. Banyak pula alasannya. Salah satu alasannya:

“Saya nggak bisa membuat blognya, Pak?”

Kalau saya ada waktu renggang, saya sering membuatkan blog rekan guru dan juga dosen secara FREE. Tujuannya supaya mereka aktif menulis di blog. Sayang kalau mereka menulis, apalagi yang panjang-panjang hanya ditulis di kronologi faceboknya saja. Padahal, tulisannya akan terus dihimpit dengan tulisan baru.

Adalah GURUSIANA. Yang menurut hemat saya bisa dijadikan sebagai tempat menuangkan ide tulisan, bisa fiksi maupun non fiksi. Tulisan perdana saya berjudul Selingkuh Bu Sonia. Cerita pendek yang saya tulis ulang di blog Guru Muda. Cerita yang sangat pendek sekali.

Ada beberapa kategori tulisan di Gurusiana:
- Opini
- PTK
- Best Practice
- Reportase
- Kolom
- Cerpen
- Resensi
- Parenting

Tampilannya seperti di bawah ini:



Lalu, bagaimana cara daftar di Gurusiana, Pak?

Untuk daftar di Gurusiana sangatlah gampang:
1. Sila untuk mengunjungi gurusiana.id atau silakan ketik di Pencarian Google "gurusiana.id". Jangan lupa KLIK ya...


2. Silakan nikmati dulu tulisan hasil karya guru. Jika sudah membaca artikel para guru, apalagi cerpen Cerpen Guru Muda Selingkuh Bu Sonia,
Silakan untuk meng-klik Daftar, seperti di bawah ini:


3. Anda akan diarahkan ke halaman pendaftaran:

Silakan isi:
- Nama
- Alamat Email
- Telepon
- Password

Catatan: Jangan lupa klik juga "Saya bukan robot". Lalu KLIK Register.

4. Cek Email
Jika tidak ada di kotak masuk, silakan cek di SPAM. Klik tulisan "Verifikasi Akun Sekarang Klik Disini"


5. SELAMAT
Anda sudah bisa menulis di gurusiana dan bisa mengedit data pribadi.



Salam Aktif Menulis!!!

Eitsss... Tunggu dulu

Ternyata di Gurusiana, kita tidak hanya bisa menulis saja. Menyisipkan video pun sangat-sangat bisa. Tulisan Pak Luki Burhansyah dengan judul "Tutorial Cara Membenamkan Vidio di Gurusiana" bisa membantu.

Selain menulis, Anda bisa menambahkan video sebagai penguat artikel. Selamat berkarya!!!

Semoga Bermanfaat.



Read More

AGUPENA: Wadahnya Guru Penulis Indonesia

GuruMuda.web.id - Pentingnya guru membudayakan menulis menjadi tugas penting bagi guru yang lainnya untuk mewadahi guru penulis atau calon penulis. Maka, diperlukan organisasi untuk memfasilitasinya.

Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) adalah salah satu organisasi nonprofit di Indonesia yang anggotanya adalah para guru/pensiunan guru, dosen/pensiunan dosen dan tenaga kependidikan/pensiunan tenaga kependidikan yang memiliki minat dalam kepenulisan.

AGUPENA yang berkedudukan di Kota Tangerang, Banten ini berdiri sejak 28 November 2006 di Jakarta. Achjar Chalil (almarhum) adalah pendiri dan sekaligus ketua umum pertama.

Achjar Chalil, S.Pd (alm)

Tujuan dibentuknya AGUPENA untuk membantu pemerintah dalam rangka membangun peradaban dan mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui kegiatan penulisan karya tulis: fiksi atau nonfiksi, karya ilmiah maupun karya sastra, serta bahan ajar yang mengandung nilai-nilai agama, moral, etika, estetika, akhlak mulia, pengembangan dan penguasaan teknologi. Ini selaras dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003: Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen.

AGUPENA Didirikan oleh Para Pemenang Lomba Penulisan Naskah Buku Bahan Bacaan

Atas usulan dan dukungan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) yang saat itu dijabat oleh Prof. DR. Fasli Jalal, AGUPENA didirikan pertama kali pada tanggal 28 November 2006 di Jakarta oleh para Pemenang Lomba Penulisan Naskah Buku Bahan Bacaan yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

AGUPENA ini bersifat keilmuan, profesional, dan mandiri dengan memiliki tiga fungsi:

Pertama, sebagai wadah persatuan, pembinaan dan pengembangan guru penulis Indonesia.
Kedua, sebagai wadah partisipasi aktif profesional guru penulis dalam usaha menyukseskan pembangunan nasional. 
Ketiga, sarana penyalur aspirasi anggota dan komunikasi sosial timbal-balik antarorganisasi profesi, kemasyarakatan, dan pemerintah. 


Kegiatan dan Usaha AGUPENA

Tentunya sebuah organisasi harus di dukung dengan kegiatan dan usahanya. Adapun Kegiatan dan Usaha AGUPENA sebagai berikut:
  • Memberikan  pembinaan dan pelatihan kepada para guru, dosen, dan tenaga kependidikan agar mampu menulis bahan bacaan, buku pelajaran, karya ilmiah dalam bentuk tulisan yang selaras dengan tujuan pendidikan Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
  • Membantu Pemerintah mendorong peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara;
  • Menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintah dan swasta di dalam maupun di luar negeri bagi kemajuan dan kesejahteraan serta peningkatan kualitas profesi guru penulis;
  • Menerima/melayani guru, dosen, dan tenaga kependidikan yang menulis bahan bacaan yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta diperuntukan bagi peserta didik dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi;
  • Menyelenggarakan penelitian, pelatihan, dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan serta studi banding keilmuan dan profesi;
  • Melakukan kegiatan dan usaha lain yang halal yang dapat mewadahi dan menghidupi kegiatan organisasi dan para anggotanya.

Keanggotaan AGUPENA

Ada tiga kategori keanggotaan di AGUPENA, yaitu :

1. Anggota Biasa
Guru/Pensiunan Guru
Dosen/Pensiunan Dosen
Tenaga Kependidikan/Pensiunan Tenaga Kependidikan
2. Anggota Luar Biasa
Mereka yang masih mengikuti pendidikan sebagai calon guru dan siapa pun yang memiliki perhatian kepada dunia kepenulisan yang relevan dengan pendidikan
3. Anggota Kehormatan
Mereka yang karena keahliannya, sifat pekerjaannya, atau kedudukannya oleh organisasi dipandang dapat memberikan partisipasi bagi perkembangan dan kemajuan AGUPENA.
Mereka yang karena minat dan kegiatannya telah berjasa terhadap perkembangan dunia kepenulisan
***
Untuk mengetahui hasil karya tulis Guru Indonesia sila untuk mengunjungi situs AGUPENA: www.agupena.or.id

Read More

Selasa, 11 Oktober 2016

Upaya Kolaboratif Perpustakaan Sekolah

GURUMUDA.WEB.ID - Alhamdulillah, bagi penulis yang membutuhkan sedikit keahlian dalam menulis, dimuat di media massa, apalagi media yang cukup familiar sangat berbahagia dan bersyukur manakala karyanya dimuat.

Beberapa hari yang lalu, murid saya mengirimkan foto bahwa tulisan saya sedasng dibaca. Berikut tulisan yang dimuat di majalah kandaga.

Upaya Kolaboratif Perpustakaan Sekolah

Oleh: Roni Yusron Fauzi

Diwajibkannya para siswa untuk membaca buku 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran sebagai salah satu penerapan program Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) yang dicanangkan Mendikbud, Anies Bawesdan, perlu diapresiasi oleh para stakeholder. (24/7)

Jangan salahkan jika siswa begitu enggan untuk membaca. Menyempatkan membaca buku beberapa menit saja tentu akan dirasakan bosan. Maka, diperlukan adanya pembenahan perpustakaan sebagai pusat referensi di sekolah.

Persoalan yang utama rendahnya minat baca di sekolah karena perpustakaan kurang tertata dengan baik dan sosialiasi pustakawan yang kurang inovasi. Seakan perpustakaan hanya menjadi kebutuhan tertier saja. Padahal fungsi perpustakaan adalah sebagai jantungnya sekolah.

Untuk memperbaiki persoalan ini, maka diperlukan upaya-upaya kolaboratif yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah.


Pertama, kerjasama dengan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)


Saat ini eksistensi TBM sungguh sangat menggembirakan. Kegiatan di TBM tidak hanya membaca buku saja. Meminjam buku, lalu pulang. Tapi diisi dengan program-program tambahan seperti public speaking, bedah karya dan pelatihan menulis. Langkah seperti ini sebagai upaya mengikat pengunjung untuk selalu berada di  lingkungan TBM.

Pihak sekolah bisa meniru dan memodifikasi program di Taman Bacaan Masyarakat untuk bisa diterapkan di perpustakaan sekolah.

Kedua, Membuat Poster Edukatif 

Membuat Poster Edukatif sebagai implementasi pelajaran Seni Budaya & Keterampilan (SBK) ke dalam kehidupan sehari-hari. Poster atau pajangan hasil karya siswa tersebut bisa diisi dengan slogan motivasi berupa ajakan minat baca. Dengan harapan siswa dan guru lebih tergugah akan minat baca.

Ketiga, lengkapi dengan buku bebas 

Koleksi buku di perpustakaan sekolah lebih dominan pada buku kurikulum saja, padahal buku tersebut sudah sering menjadi pembahasan bersama guru.  Atau mengandalkan buku-buku dari pemerintah.

Buku bebas yang sifatnya mendidik seperti novel, kumpulan cerpen, majalah dan koran pun seyogyangya harus dijadikan prioritas. Dengan tujuan untuk menyegarkan pikiran siswa, juga supaya lebih bisa membuka pola pikir dan wawasan.

Tentunya untuk buku bebas ada penyaringan dari pustakawan. Melengkapi perpustakaan dengan buku bebas dengan harapan mencegah siswa supaya tidak bosan dalam membaca.

Jika ada perubahan yang signifikan  pengunjung perpustakaan sekolah yang meningkat, sudah jelas perpustakaan sekolah sudah diminati siswa. Semoga budaya membaca di Indonesia bisa berkembang ke depannya. (***)
 Majalah Kandaga Online

***
Artikel ini Dimuat di Majalah Kandaga  Edisi 73 | Agustus 2015)          


Read More

Senin, 03 Oktober 2016

Kuliah Menulis Online KPKers Garut Bareng Kang Acil

GURUMUDA.WEB.ID - Kuliah Menulis Online KPKers Garut Bareng Kang Acil - Ada info yang sangat menarik dari Komunitas Penulis yang satu ini. Mereka menamakan KPKers alias Komunitas Penulis Kreatif. Kali ini KPKers wilayah Garut mengadakan Kuliah Menulis Online bareng Kang Acil.

Kuliah Menulis Online ini diadakan selama satu bulan ke depan, dimulai sejak 30 September 2016 s.d. 29 Oktober 2016, setiap hari pukul 20.00-21.00 WIB.


Materinya seperti apa?


Materi yang akan dibahas mulai dari motivasi menulis, cara memilih tema, latar/setting, penokohan, kiat tembus ke penerbit mayor, dan langkah-langkah meraih sukses (tidak hanya dalam karir menulis).

Investasi???

Seikhlasnya! I
Insya Allah seluruh biaya akan disumbangkan kepada korban yang terkena musibah banjir bandang di Garut.
.
Bagi yang tertarik untuk mengikuti pelatihan ini, silakan menghubungi ketua KPKers Garut: Alisa Septiyani Azizah (0823-2013-5751) atau melalui facebook Azizah Noor Qolam.
.
Untuk pembayaran kelas online dapat ditransfer melalui:
BNI a.n. Alisa Septiyani Azizah (0379921088)
Mandiri a.n. Alisa Septiyani Azizah (1770000250347)

Mari belajar sambil berbagi untuk meringankan beban saudara-saudara kita di kota Intan. Raih ilmunya, dapatkan keberkahannya. Semoga Allah membalas dengan yang lebih baik. Aamiin ya rabbal 'alamin :)

MASIH ADA KESEMPATAN UNTUK KULIAH ONLIN BARENG KANG ACIL INI
SILAKAN GABUNG DI SINI

Sekilas Profil Kang Acil


Kang Acil atau Kurniawan Al Isyhad. Penulis yang juga mentor kepenulisan. Buku yang sudah diterbitkan diantaranya: Lafadz Cinta, Mencintaimu Haruskah Sesakit Ini?, Dosa-Dosa Terindah, Kitab Cinta Malam Pertama, dsb
Read More

Rabu, 28 September 2016

Kepala MTs IQRO: Tingkatkan Mutu MTs IQRO dengan Memilih Guru dan Siswa Teladan

GURUMUDA.WEB.ID - Lagi-lagi, Kepala MTs IQRO, Alan Muhtar, S,Pd melakukan gebrakan yang inovasi. Kali ini dengan tujuan meningkatkan kualitas guru dan siswa, MTs IQRO akan memilih guru dan siswa teladan per bulannya.

Kepala MTs IQRO, Alan Muhtar,S.Pd sedang memberikan sambutan
Pemilihan guru dan siswa teladan ini dengan tujuan mengembangkan semangat kompetisi serta mendorong semangat bersaing sekaligus meningkatkan kemampuan guru dan siswa, pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Madrasah Tsanawiyah IQRO Garut.

Secara umum, masih menurut Kepala MTs IQRO, pemilihan guru dan siswa teladan bertujuan untuk memberikan memberikan penghargaan kepada guru dan siswa yang memiliki prestasi bukan hanya secara akademik, tapi terkhusus adalah prestasi dari segi adab/akhlak/kepribadian.

Baca Juga:


Pemilihan guru dan siswa teladan akan dipilih tiap bulan. Pihak MTs IQRO akan memilih siswa teladan perkelas dan guru.

Semoga ini langkah baik untuk terus meningkatkan kualitas MTs IQRO. [Edu Journalism]

Read More