Tampilkan postingan dengan label Guru Era Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Era Baru. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Mei 2017

Guru Muda Ikutan Lagi Lomba Menulis di GURARU 2017

GURUMUDA.WEB.ID - Guru Era Baru atau Guraru bagi Guru Muda menjadi tempat berbagi dan belajar bersama guru-guru di Indonesia. Guraru bisa menjadi lahan untuk belajar menulis bagi guru yang hendak membiasakan diri menjadi penulis.

Banyak sekali pengalaman dan ilmu baru di Guraru. Saya bisa berkawan dengan seorang guru inspiratif, berprestasi dan kreatif. Padahal beum bertemu di kehidupan nyata. Sebutlah Guru Besar (guru yang berbadan besar) Pak Wijaya Kusumah atau biasa disapa Om Jay, atau Pak Dedi Dwitagama, Pemenang Guraru Award 2012.

Selain di blog Guru Muda ini, saya sering pula menulis di GURARU. Dari berkah suka menulis, guraru pun memberikan reward kepada guru muda, diantaranya:










Untuk tahun 2017 ini, kembali saya mengikuti lomba menulis guru ini. Tak lain sebagai motivasi saya untuk terus menulis.

Berikut Judul yang saya ikut sertakan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru:

Go Guru Digital dengan Perangkat yang Tepat


 Jangan lupa vote dan memberikan komentar/kritiknya untuk kemajuann kualitas menulis Guru Muda.
baca selengkapnya

Kamis, 17 Maret 2016

Mengetik 10 Jari dengan Keybook

GURUMUDA.WEB.ID - - - DIANTARA pelajaran dasar TIK, pengenalan tentang alat-alat Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) menjadi bahasan utama. Selanjutnya, pembahasan perangkat komputer: Hardware, Software dan Brainware.

Gambar-gambar perangkat tersebut biasa saya tampilkan dengan LCD Proyektor. Tampak antusias siswa MI IQRO, mereka menyangka akan menonton video kartun.

Saya menampilkan beberapa contoh  perangkat Hardware (perangkat keras),  salah satunya keyboard. Deretan huruf dan angka di papan kunci QWERTY saya perlihatkan kepada mereka. Lalu, saya menyuruh mereka untuk belajar mengetik 10 jari

Terus terang, sekolah belum bisa memfasilitasi laboratorium komputer, itu menandakan belum banyak komputer yang dimiliki. Jumlah komputer bisa dihitung dengan jari.

Untuk menyiasati kekurangan perangkat komputer, sementara anak-anak harus praktik. Maka, inspirasi itu datang ketika saya melihat salah seorang siswa yang mengetik di buku. Bukunya ia buka, seakan ia tengah membuka laptop. 

Melihat itu, saya menginstruksikan kepada dua puluh siswa supaya membuka bukunya masing-masing. Sampul buku mereka akan dijadikan layar monitor, sementara beberapa lembar kertas  sisanya akan dijadikan Keyboard.

“Ketika bapak perintahkan ketik A, maka kalian tekan kelingking kiri!” mereka pun memeragakan apa yang saya intruksikan.
“S...” mereka menekan jari manis kiri.
”D... ”
”F...
”space... ”
”J... ”
”K... ”
”L... ”
”titik koma,” mereka sangat serius dengan imajinasinya.

Mereka menggunakan Keybook. Ya, saya namai “Keybook”, artinya papan buku. Mengetik di buku sebagai pengganti Keyboard.

1 Laptop untuk 20 Siswa! Solusinya?
dok. yusronfauzi.com


Yakin dimana ada masalah di situ ada solusi terbaik. Pun dengan saya sebagai guru TIK yang sangat minim fasilitas TIK. Dimana satu laptop ternyata bisa dimanfaatkan oleh puluhan siswa. Mereka harus antri untuk mempraktikkan materi yang telah saya sampaikan. 


Namun, ketika kita berkreasi dan berimprovisasi dalam mengajar, maka solusi yang solutif akan datang di saat yang tepat.

Seperti masalah kekurangan media pembelajaran yang saya alami. Tak ada Keyboard, keybook pun jadi. Yang penting materi bisa disampaikan dengan baik, anak-anak bisa memahami dengan baik pula. Ini salah satu keberhasilan pembelajaran.

Apa Target Guru TIK Seperti Saya?


Hampir semua orang mempunyai target keberhasilan. Hasil dari sebuah proses tentunya ada target yang harus dicapai, termasuk guru TIK seperti saya. Sebenarnya apa target guru seorang guru TIK?

Pertama, Siswa Memahami Dasar-dasar TIK


Permasalahan penghapusan mata pelajaran TIK di kurikulum 2013 tidak memengaruhi saya untuk tidak mengajar TIK di sekolah. Justru saya semakin semangat untuk memberikan pengetahuan Teknologi Indormasi & Komunikasi di Era Digital saat ini.

Capaian yang ditargetkan, siswa harus memahami pelajaran TIK, minimal faham akan dasar-dasar TIK itu sendiri.

Kedua, Guru GO! BLOG, Siswa Ngeblog

Ya. Pastinya Anda sudah tahu makna Guru GOBLOG, yaitu guru yang senang ngeblog. Berbagi tulisan dengan media blog. Meskipun sudah banyak guru yang melek internet dengan membuat blog sebagai medianya. Namun, sangat jarang guru yang menularkan vitamin ngeblognya kepada anak didiknya.

Padahal pelajaran TIK sudah dikenalkan di sekolah dasar. Materi seperti program Microsoft Office Word dan membuat email sudah cukup membantu untuk mendorong siswa membuat blog. Ini sebagai solusi mengurangi kecanduan siswa dalam bermain game yang menjadi masalah berat bagi kita sebagai guru ataupun orang tua.

Ketiga, Kontes Blog Per Kelas

Sebagai bahan evaluasi dari pembelajaran TIK, khususnya pembuatan blog. Kompetisi blog per kelas menjadi target saya untuk menciptakan Internet Sehat & Terdidik di kalangan siswa juga guru. Lomba kebersihan tiap kelas sudah biasa dilakukan, tapi lomba blog? Cukup jarang.

Tiap hari senin akan diumumkan ketika upacara bendera, siapa pemenang tiap minggunya. Ini akan menjadi terobosan yang cukup menantang bagi saya sebagai guru yang tertuduh “sangat paham tentang TIK.”

Untuk sementara saya hanya bisa mencoba menjadi teladan bagi para siswa dan juga guru, memositifkan media digital. Bila ketiga target di atas sudah terpenuhi, maka ini langkah nyata memanfaatkan  teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menunjang proses mengajar.

Semoga Bermanfaat.

***
(Tulisan ini pindahan dari tulisan di blog saya sebelumnya yusronfauzi.com tanggal 5 September 2014)

baca selengkapnya

Kamis, 21 Mei 2015

Ini Artikel Guru Muda dalam Kompetisi Guru Blogger

GURUMUDA.WEB.ID - Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional di tahun 2015, Guru Era Baru (GURARU) menyelenggarakan kontes untuk guru.

Berikut tulisan saya yang diikutersertakan dalam kompetisi tersebut.



Bila seorang guru ditanya, “Apa motivasi ibu atau bapak menjadi guru?”

Kebanyakan menjawab, “Ingin mencerdaskan anak bangsa.”

Jawaban di atas sama halnya ketika saya ditanya serupa, mungkin juga jawabannya sama dengan Guraru. Tujuan sama bukan berarti caranya pun sama. Termasuk saya.

Selain mengajar di MTs IQRO, aktivitas lain saya di dunia pendidikan yaitu mengasuh sebuah perpustakaan Rumah Baca Asma Nadia Garut. Dimana sebuah perpustakaan yang dikonsep dengan sistem mandiri. Maksudnya disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan setempat. Kondisi masyarakat yang bisa dikatakan ‘belum mengerti’ akan pentingnya pendidikan.

Maka, berawal dari fakta yang ada, saya bersama istri terus mengampanyekan minat baca. 

Kenapa harus membaca?

Telah kita mafhumi bersama, membaca menjadi tolak ukur seseorang dikatakan cerdas dan berpendidikan. Dengan membaca, seseorang akan dihargai meskipun tak ingin dihargai. Dengan membaca seseorang akan menjadi pembelajar.

Dengan beberapa ratus koleksi buku yang ada di Rumah Baca, saya mencoba memanfaatkannya. Menunggu pengunjung untuk meminjam buku merupakan salah satu perpustakaan itu kaku. Saatnya untuk beraksi. Harus ada gebrakan.

Maka, dengan membagi waktu. Saya mulai menjadwalkan untuk keliling kampung. Dengan membopong puluhan buku, pindah dari kampung satu ke kampung lain. Mencetuskan Gerakan Kampung Cerdas Kampung Membaca. Dengan tujuan masyarakat luas bisa merasakan bagaimana rasanya memantaskan diri menjadi manusia yang cerdas. Manusia yang terbuka.

Mencerdaskan Anak Bangsa tentu saja diawali dari saya yang harus cerdas terlebih dahulu. Alhamdulillah, masih dikarunia potensi yang sangat luar biasa, yang wajib saya syukuri. Sebagai bentuk kebersyukuran, saya rela menyebarkan keahlian yang saya miliki.

Program-program yang saya jalankan dengan Gerakan Kampung Cerdas Kampung Membaca adalah:

  • Pelatihan Komputer dengan 5 Modul (Ms. Office Word, Excel, Power Point, Corel Draw & Photoshop). Dengan tujuan mereka mempunyai kecakapan hidup. Supaya
  • Pelatihan Kepenulisan.
  • Public Speaking
  • Pelatihan Menyablon, dan lain-lain

Semoga dengan Gerakan Kampung Cerdas Kampung Membaca yang saya jalani, terlahir anak-anak yang cerdas.

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

baca selengkapnya

Rabu, 20 Mei 2015

Guru Era Baru Wajib Ikuti Kompetisi Ini!

GURUMUDA.WEB.ID - Selama mendidik dan mengajar peserta didik pastilah banyak menyisakan kisah atau pengalaman. Senang, susah, bahkan kisah yang menggelitik.

Nah, daripada kisah itu mengendap di pikiran saja, kenapa nggak berbagi saja lewat tulisan?





Baiklah, saya akan berbagi informasi seputar lomba menulis bagi guru.

Berikut informasinya yang saya ambil dari blog GURARU:

Guraru, untuk memeriahkan Bulan Pendidikan Mei 2015, Pengelola Guraru (Guru Era Baru) mengadakan kontes blog bertajuk “Lomba Menulis Bulan Pendidikan bersama Acer Guraru“.

Ceritakan pengalaman-pengalaman menyenangkan selama menjalani profesi sebagai guru. Guraru juga bisa bercerita atau sharing mengenai pengalaman seru saat melakukan proses belajar-mengajar di luar kelas, atau mengangkat tema yang berhubungan dengan teknologi di dunia pendidikan.

Sebagai contoh, pengaplikasian gadget terhadap proses belajar mengajar dan sebagainya. Melalui kompetisi menulis ini, kami berharap Guraru bisa berbagi semangat positif kepada rekan guru maupun siswa yang akan menjadi calon guru di masa mendatang.

Event ini dilaksanakan sejalan dengan bentuk nyata visi dan komitmen Acer Indonesia, di mana Acer ingin mendorong para guru memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar, agar lebih efektif, kreatif dan juga tentunya interaktif.

Untuk mengikuti kontes blog ini, berikut mekanisme detail “Lomba Menulis Bulan Pendidikan bersama Guraru”.

Setiap peserta menuliskan artikel sesuai topik pilihannya di website guraru.org pada periode lomba 2- 21 Mei 2015.

Pilihan topik:
- Pengalaman menyenangkan dari menjadi seorang guru
- Pengalaman belajar dan mengajar di luar kelas

Setiap peserta diperbolehkan mensubmit lebih dari satu artikel. Ceritakan sekreatif mungkin!
Penambahan foto dan video akan mendapatkan nilai tambahan
Artikel yang dibuat harus disertakan keterangan “Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10” di bagian bawah artikel.

Peserta harus mencantumkan link artikelnya pada kolom komen di bawah artikel pengumuman di bawah ini.

Periode kontes blog:
2-21 Mei 2015   : Penulisan artikel di website komunitas Guraru
21-25 Mei 2015 : Pemilihan pemenang oleh Dewan Juri
26 Mei 2015       : Pengumuman pemenang

Tim Acer Indonesia dan pihak agensi sebagai juri akan memilih sepuluh orang kandidat.

Dua pemenang beruntung masing-masing akan mendapatkan 1 unit Acer One 10.

Tiga finalis akan mendapatkan paket merchandise dari Acer Guraru.

Acer One 10 adalah notebook hybrid terbaru dari Acer Indonesia dengan sistem operasi terbaru Windows 8.1. Perangkat ini bisa dioperasikan dalam empat mode berbeda, menjadikannya fleksibel terutama saat berinteraksi dengan para siswa di dalam maupun di luar kelas. Akses terhadap ribuan aplikasi di Windows Store akan menjadikan Guraru sebagai yang terdepan dalam penggunaan teknologi terdepan khususnya di bidang pendidikan.

baca selengkapnya