Tampilkan postingan dengan label Guru Digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Digital. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Agustus 2018

GURUMUDAMEDIA: Channel Pendidikan di YouTube Sebagai Media Pembelajaran

GURUMUDA.WEB.ID - Youtube merupakan situs yang memungkinkan pengguna internet untuk mengunggah, menonton, dan berbagi video. terpopuler yang menjadi konsumsi pengguna internet. Jutaan video tersebar di YouTube dengan konten yang beraneka ragam pula. 

Namun, sayang untuk Channel Pendidikan yang dibuat oleh guru masih jarang ditemukan. Padahal YouTube bisa dijadikan sebagai media pembelajaran.


Yang disayangkan, ketika kita search di pencarian YouTube dengan “Channel Pendidikan”, yang muncul bukanlah channel/saluran yang kita inginkan.




Nah, dengan alasan itulah, Guru Muda mencoba menyajikan konten video yang fun, edukatif yang dikemas dengan menghibur. Semoga keberadaan channel pendidikan GURU MUDA MEDIA menjadi ladang berbagi seputar dunia pendidikan sehari-hari.



Ada konten apa saja di channel pendidikan GURUMUDAMEDIA?


1. TUGAS ONLINE


Ya. Seperti video pertama di GURUMUDA MEDIA, video tersebut adalah tugas online Menghafal Kosakata dengan 3 bahasa, yaitu: Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris. 


Pada video ini bukan tugas yang saya berikan, namun saya hanya membantu wali kelas 2B di MI IQRO. Saya kumpulkan video tersebut menjadi satu.


Kalau penasaran, sila bisa di lihat di channel GURU MUDA MEDIA dengan judul “Nandito - Shafira - Isma | PINTAR LUCU Tugas Online Menghafal Kosakata 3 Bahasa Kelas 2B MI IQRO”

2.    TUTORIAL PEMBELAJARAN EDUKATIF
Selain tugas online, di channel pendidikan ini akan diisi juga konten yang masih mendidik, yaitu tutorial pembelajaran dengan sedikit keahlian yang saya miliki.



6 Keunggulan YouTube sebagai Media Pembelajaran:


  1. Potensial.yaitu youtube merupakan situs yang paling poluper di dunia internet saat ini yang mampu memberikan edit value terhadap education/pendidikan.
  2. Praktis yaitu youtube mudah digunakan dan dapat diikuti oleh semua kalangan termasuk siswa dan guru.
  3. Informatif yaitu youtube memberikan informasi tentang perkembangan ilmu pendidikan, teknologi, kebudayaan, dll
  4. Interaktif yaitu youtube memfasilitasi kita untuk berdiskusi ataupun melakukan tanya jawab bahkan mereview sebuah video pembelajaran.
  5. Sheareable yaitu youtube memiliki fasilitas link HTML, Embed kode video pembelajaran yang dapat di share di jejaring sosial seperti facebook, twitter dan juga blog/website.
  6. Ekonomis yaitu youtube gratis untuk semua kalangan. (Sukani/guraru.org)
Mari jadikan YouTube sebagai media pembelajaran dengan berisi konten-konten yang mendidik.
Read More

Rabu, 24 Mei 2017

Guru Muda Ikutan Lagi Lomba Menulis di GURARU 2017

GURUMUDA.WEB.ID - Guru Era Baru atau Guraru bagi Guru Muda menjadi tempat berbagi dan belajar bersama guru-guru di Indonesia. Guraru bisa menjadi lahan untuk belajar menulis bagi guru yang hendak membiasakan diri menjadi penulis.

Banyak sekali pengalaman dan ilmu baru di Guraru. Saya bisa berkawan dengan seorang guru inspiratif, berprestasi dan kreatif. Padahal beum bertemu di kehidupan nyata. Sebutlah Guru Besar (guru yang berbadan besar) Pak Wijaya Kusumah atau biasa disapa Om Jay, atau Pak Dedi Dwitagama, Pemenang Guraru Award 2012.

Selain di blog Guru Muda ini, saya sering pula menulis di GURARU. Dari berkah suka menulis, guraru pun memberikan reward kepada guru muda, diantaranya:






Untuk tahun 2017 ini, kembali saya mengikuti lomba menulis guru ini. Tak lain sebagai motivasi saya untuk terus menulis.

Berikut Judul yang saya ikut sertakan dalam Lomba Menulis Guru Era Baru:

Go Guru Digital dengan Perangkat yang Tepat

http://guraru.org/guru-berbagi/go-guru-digital-dengan-perangkat-yang-tepat/
klik gambar untuk membaca artikelnya

 Jangan lupa vote dan memberikan komentar/kritiknya untuk kemajuann kualitas menulis Guru Muda.
Read More

Kamis, 17 Maret 2016

Mengetik 10 Jari dengan Keybook

www.gurumuda.web.id - - - DIANTARA pelajaran dasar TIK, pengenalan tentang alat-alat Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) menjadi bahasan utama. Selanjutnya, pembahasan perangkat komputer: Hardware, Software dan Brainware.
Gambar-gambar perangkat tersebut biasa saya tampilkan dengan LCD Proyektor. Tampak antusias siswa MI IQRO, mereka menyangka akan menonton video kartun.

Saya menampilkan beberapa contoh  perangkat Hardware (perangkat keras),  salah satunya keyboard. Deretan huruf dan angka di papan kunci QWERTY saya perlihatkan kepada mereka. Lalu, saya menyuruh mereka untuk belajar mengetik 10 jari

Terus terang, sekolah belum bisa memfasilitasi laboratorium komputer, itu menandakan belum banyak komputer yang dimiliki. Jumlah komputer bisa dihitung dengan jari.

Untuk menyiasati kekurangan perangkat komputer, sementara anak-anak harus praktik. Maka, inspirasi itu datang ketika saya melihat salah seorang siswa yang mengetik di buku. Bukunya ia buka, seakan ia tengah membuka laptop. Melihat itu, saya menginstruksikan kepada dua puluh siswa supaya membuka bukunya masing-masing. Sampul buku mereka akan dijadikan layar monitor, sementara beberapa lembar kertas  sisanya akan dijadikan Keyboard.

“Ketika bapak perintahkan ketik A, maka kalian tekan kelingking kiri!” mereka pun memeragakan apa yang saya intruksikan.
“S...” mereka menekan jari manis kiri.
”D... ”
”F...
”space... ”
”J... ”
”K... ”
”L... ”
”titik koma,” mereka sangat serius dengan imajinasinya.

Mereka menggunakan Keybook. Ya, saya namai “Keybook”, artinya papan buku. Mengetik di buku sebagai pengganti Keyboard.

1 Laptop untuk 20 Siswa! Solusinya?
dok. yusronfauzi.com


Yakin dimana ada masalah di situ ada solusi terbaik. Pun dengan saya sebagai guru TIK yang sangat minim fasilitas TIK. Dimana satu laptop ternyata bisa dimanfaatkan oleh puluhan siswa. Mereka harus antri untuk mempraktikkan materi yang telah saya sampaikan. Namun, ketika kita berkreasi dan berimprovisasi dalam mengajar, maka solusi yang solutif akan datang di saat yang tepat.

Seperti masalah kekurangan media pembelajaran yang saya alami. Tak ada Keyboard, keybook pun jadi. Yang penting materi bisa disampaikan dengan baik, anak-anak bisa memahami dengan baik pula. Ini salah satu keberhasilan pembelajaran.

Apa Target Guru TIK Seperti Saya?

Hampir semua orang mempunyai target keberhasilan. Hasil dari sebuah proses tentunya ada target yang harus dicapai, termasuk guru TIK seperti saya. Sebenarnya apa target guru seorang guru TIK?

Pertama, Siswa Memahami Dasar-dasar TIK
Permasalahan penghapusan mata pelajaran TIK di kurikulum 2013 tidak memengaruhi saya untuk tidak mengajar TIK di sekolah. Justru saya semakin semangat untuk memberikan pengetahuan Teknologi Indormasi & Komunikasi di Era Digital saat ini.
Capaian yang ditargetkan, siswa harus memahami pelajaran TIK, minimal faham akan dasar-dasar TIK itu sendiri.

Kedua, Guru GO! BLOG, Siswa Ngeblog
Ya. Pastinya Anda sudah tahu makna Guru GOBLOG, yaitu guru yang senang ngeblog. Berbagi tulisan dengan media blog. Meskipun sudah banyak guru yang melek internet dengan membuat blog sebagai medianya. Namun, sangat jarang guru yang menularkan vitamin ngeblognya kepada anak didiknya.
Padahal pelajaran TIK sudah dikenalkan di sekolah dasar. Materi seperti program Microsft Office Word dan membuat email sudah cukup membantu untuk mendorong siswa membuat blog. Ini sebagai solusi mengurangi kecanduan siswa dalam bermain game yang menjadi masalah berat bagi kita sebagai guru ataupun orang tua.

Ketiga, Kontes Blog Per Kelas
Sebagai bahan evaluasi dari pembelajaran TIK, khususnya pembuatan blog. Kompetisi blog per kelas menjadi target saya untuk menciptakan Internet Sehat & Terdidik di kalangan siswa juga guru. Lomba kebersihan tiap kelas sudah biasa dilakukan, tapi lomba blog? Cukup jarang.

Tiap hari senin akan diumumkan ketika upacara bendera, siapa pemenang tiap minggunya. Ini akan menjadi terobosan yang cukup menantang bagi saya sebagai guru yang tertuduh “sangat paham tentang TIK.”

Untuk sementara saya hanya bisa mencoba menjadi teladan bagi para siswa dan juga guru, memositifkan media digital. Bila ketiga target di atas sudah terpenuhi, maka ini langkah nyata memanfaatkan  teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menunjang proses mengajar.

Semoga Bermanfaat.

***
(Tulisan ini pindahan dari tulisan di blog saya sebelumnya yusronfauzi.com tanggal 5 September 2014)




Read More

Kamis, 03 Maret 2016

Smartfren Community & Media Gathering Sarat dengan Edukasi (Part. 1)

GURUMUDA.WEB.ID - - - Beruntung saya menjadi peserta yang diundang khusus oleh Mas Tri Herlambang mewakili Smartfren untuk mengikuti Smartfren Community & Media Gathering di Kampung Sampireun, Samarang, Garut (25/2) kemarin.


Undangan yang sudah direkomendasikan sebelumnya oleh Koordinator Smartfren Community wilayah Garut,  Ipan Setiawan kepada saya tentunya karena Jang Ipan (biasa disapa) mengenal saya sebagai guru blogger, Founder Kalamuna (Komunitas Literasi Digital) dan sebagai pengasuh Taman Bacaan "Rumah Baca Asma Nadia Garut."

Berhujan-hujan diantar rekan untuk menempuh ke daerah Kampung Sampireun yang letaknya di Kecamatan Samarang itu. Tiba di lokasi, beberapa wajah sudah saya kenal, tentunya Ipan Setiawan dan Pak Rinda Cahyana. Namun, saya mencari-cari seorang blogger, juga dosen yang lebih familiar dengan sebutan Abah Raka. Cium tangan hangat biasa saya lakukan ketika bertemu dengan paling sepuh.

Sambutan Hangat Mas Tri

Mas Tri dari Klix Digital langsung menghapiri dengan bersahabat serasa sudah kenal sebelumnya.\
"Kang Roni, ya?" sejurus kemudian.
Saya mengangguk, membalas dengan senyum.
"Silakan Kang istirahat dulu!" Mas Tri tahu saya agak basah kuyup. Lantas ia memberikan jaket Smartfren dan Produk Terbaru dari Smartfren, MIFI M2Y.

Istirahat sejenak, karena harus langsung berkumpul di resto untuk makan malam. Semeja dengan Abah Raka, calon guru di dunia per-blog-an ini harus saya ikuti terus. Saya harus dapat ilmu dari beliau tentang Content Writing.
Abah Raka langsung nyeruduk nasi.
Smartfren, Jaringan 4G LTE Pertama di Garut

klik untuk memperbesar
Smartfren bukan hanya operator telekomunikasi pertama yang menggunakan teknologi 4G LTE di Indonesia, melainkan juga di Garut. 95 % wilayah di Garut sudah bisa memanfaatkan akses 4G LTE
Read More

Sabtu, 27 Februari 2016

Kompetisi My Teacher My Hero Award 2016 untuk Guru Digital

Kompetisi My Teacher  My Hero Award 2016 merupakan program Indonesia Digital Learning (IDL), adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan :
  • Mencetak 100 master trainer (digital Squad) melalui Training  for Trainer untuk menuju 1 juta guru
  • Memberikan penghargaan bagi guru-gutu aktif dan kreatif dalam pemanfaatan digital learning
  • Menginspirasi masyarakan dengan kisah sang guru dalam penerapan digital learning,
  • Membekali master trainer dengan kurikulum Indonesia Digital Learning 2016
  • Meningkatkan kualitas guru dan pendidikan indonesia
  • Teknologi memudahkan guru dan murid untuk memperoleh materi pembelajaran dimanapun dan kapanpun.
Namun, sebelum rekan-rekan mengikuti kompetisi ini, rekan-rekan harus mengikuti seminar yang akan diselenggarakan pada bulan Maret 2016 di 8 kota.

Informasi lebih jelasnya, silakan tanyakan ke Guru Inovatif.

Selamat Mengikuti
Guru Muda
Read More