Tampilkan postingan dengan label Gerakan Literasi Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gerakan Literasi Sekolah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2018

5 Bonus 74 Hiasan Dinding Kreatif untuk Memperindah dan Merasa Nyaman di Kelas

GURUMUDA.WEB.ID - Hiasan Dinding Kreatif untuk Memperindah dan Merasa Nyaman di Kelas - Sekolah merupakan rumah kedua bagi siswa. Diantara faktor keberhasilan proses pembelajaran adalah siswa dan juga guru merasa nyaman saat berada di sekolah. Tentu saja sekolah harus didesain sedemikian rupa supaya siapa pun yang berada di sekolah merasa nyaman.


Untuk menyiasatinya, adakalanya pihak sekolah yang kreatif merasa penting untuk menghias sekolah. Termasuk di dalam kelas. Dinding kelas, misalnya.


Saya termasuk orang yang kurang merasa nyaman jika di kelas tanpa ada kesan seni. Maksudnya, kelas polos, tanpa ada pernak-pernik, tanpa desain yang mendidik.


Nah, kali ini saya merasa harus berbagi seputar Kumpulan Contoh Hiasan Dinding Kelas yang Kreatif supaya Guru dan Siswa merasa nyaman di dalam kelas.


Setidaknya ada 5 + 74 contoh display desain hiasan dinding, yang bisa dijadikan referensi buat siapa saja. Apalagi bagi guru yang hendak mendesain kelasnya. 



Koleksi desain hiasan dinding kreatif ini bisa diterapkan tidak hanya di Taman Kanak-kanak (TK) saja. Mekainkan bisa digunakan ontohnya untuk di dalam kelas Sekolah Dasar, SMP ataupun SMA. Bahkan bisa menjadi contoh untuk di madrasah.

Baca Juga:

Contoh Pohon Literasi  
Literasi Digital Club (LDC) sebagai Ekskul Unggulan Tambahan
Cara Membuat Pohon Literasi di Microsoft Office Word. Berikut Contoh Desain Uniknya


Untuk membuat hiasan dinding seperti di atas, bisa menggunakan media karton, kertas kado, dari kayu. Bahkan dari barang bekas sekalipun.


Tentu saja menghias dinding kelas juga bagian dari Gerakan Literasi Sekolah. APalagi untuk menambah semangat gerakan literasi di sekolah ini, ada yang namanya Pohon Geulis - singkatan dari Gerakan Literasi Sekolah -. Dimana pohon geulis tersebut sebagai simbol menggambarkan berseminya gerakan literasi di sekolah.


Baca juga artikel menarik lainnya:
7 Contoh Pohon Geulis Gerakan Literasi Sekolah 
Upaya Kolaboratif Perpustakaan Sekolah


Sumber gambar di sini

Untuk bonus 74 Koleksi Hiasan Dindning Kreatif Kelas, bisa Anda dapatkan dengan cara klik gambar ini:
contoh display desain hiasan dinding

Read More

Sabtu, 21 Juli 2018

7 Contoh Pohon Geulis Gerakan Literasi Sekolah

GURUMUDA.WEB.ID - Kata Pohon “Geulis” diambil dari kependekan Gerakan Literasi Sekolah. Tujuannya adalah menggambarkan berseminya kegiatan dunia baca tulis di sekolah. 

Geulis juga diartikan cantik. Tak lain adalah kegiatan literasi di sekolah diharapkan benar-benar menjadi daya minat siswa pada kegiatan membaca dan menulis di sekolah.

Untuk membuat pohon geulis itu sangatlah mudah, biasanya sejumlah ranting yang menjulang ke berbagai arah. Sementara daun-daun diberi identitas buku apa saja yang sudah dibaca, dan diberi resume. 

Kali ini, Guru Muda akan berbagi desain/gambar pohon geulis yang bisa dijadikan referensi untuk membantu Gerakan Literasi Sekolah.

Berikut 7 Contoh Pohon Geulis Gerakan Literasi Sekolah:



>> Baca Juga
GERAKAN LITERASI SEKOLAH: Menumbuhkan Budaya Literasi di Sekolah
Literasi Digital Club (LDC) sebagai Ekskul Unggulan Tambahan
Cara Membuat Pohon Literasi di Microsoft Office Word. Berikut Contoh Desain Uniknya










Semoga dengan 7 contoh pohon geulis ini bisa menambah minat baca guru dan siswa di sekolah. (RYF)

Read More

Jumat, 24 Maret 2017

6 Langkah-langkah Membuat Buletin Sekolah yang Kreatif

GURUMUDA.WEB.ID - Buletin sekolah adalah salah satu media informasi, kreativitas, dan penggalian potensi peserta didik di sekolah. Dibuat untuk memberikan keleluasaan ekspresi positif dengan menjadikan kertas sebagai media informasinya. Tentunya dengan memadukan media digital (perangkat IT) sebagai penunjangnya.
Ada beberapa langkah untuk membuat buletin sekolah. Dimana buletin sekolah ini dibuat oleh peserta didik dengan dibimbing oleh guru yang mendukung dan memahami dunia jurnalistik. 



Ada hal-hal yang sangat penting untuk diaplikasikan untuk membuat media informasi seperti buletin sekolah ini. Namun, saya ringkas hanya enam saja.


Berikut 6 Langkah-langkah Cara Membuat Buletin Sekolah yang Kreatif:



PertamaMenyusun Rencana (Planning)

Perencanaan adalah langkah awal untuk mempraktekkan sesuatu. Begitu pun dengan membuat buletin. Di dalam penyusunan rencana ini, kira-kira apa yang akan menjadi bahan berita, tema apa yang akan dipublikasikan untuk minggu ini.

Yang mesti diingat, karena buletin adalah adiknya tabloid, majalah atau koran. Maka, yang unsur pemberitaan di dalam buletin harus memenuhi syarat 5 W + 1 H


google.com


Kedua, Pengumpulan Bahan-bahan Tulisan


Setelah perencanaan, tahap selanjutnya adalah pengumpulan bahan-bahan tulisan atau disebut juga hunting. Dalam tahap hunting ini, anggota Komunitas Jurnalistik atau kalau anak-anak didik yang saya bimbing di MTs IQRo adalah D-LiC alias Digital Literacy Club, harus bisa menyiapkan bahan-bahan untuk nantinya dimuat di buletin.


Bahan-bahan bisa berupa tulisan maupun gambar/ilustrasi. Tulisan untuk memperjelas apa yang hendak diinformasikan ke publik. Sementara gambar sebagai penguat dari tulisan tersebut. Bahkan, gambar bisa menjadi hiburan bagi pembaca buletin. Gambar bisa berupa kartun, karikatur atau komik. Gambar/ilustrasi ini sebagai bumbu dari tulisan inti.



Ketiga, Penulisan Naskah (Writing)


Tahap selanjutnya adalah penulisan naskah. Untuk menulis naskah, tentunya kita memanfaatkan Microsoft Office Word sebagai aplikasi pengolah kata. Meskipun nantinya buletin yang akan kita buat pun dengan mengggunakan Ms. Office Word. 

Tetapi, tak menutup kemungkinan kita pun ke depannya kita belajar membuat buletin dengan program CorelDRAW, Photoshop atau Adobe Indesign.

Penulisan naskah untuk buletin bersumber pada apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita perhatikan di sekeliling kita. 


Misalnya, kalau di sekolah, kegiatan seputar ekstrakurikuler, upacara hari Senin, atau kegiatan Class Meeting bisa menjadi bahan naskah yang nantinya dimuat di buletin sekolah.

Tak hanya itu, anggota Komunitas Jurnalistik pun bisa menampung tulisan dari teman-teman sekolahnya. Entah itu puisi, cerpen, komik, kata mutiara, dan tulisan.gambar lainnya. Justru ini akan meringankan anggota komunitas dalam pencarian naskah.


Keempat, Tahap Editing


Editing atau proses penyuntingan, koreksi dan adaptasi naskah merupakan tahap selanjutnya setelah terkumpulnya naskah yang telah ada. Mengedit naskah susah-susah gampang, karena kita harus sedikit menguasai Ejaan yang telah Disempurnakan (EyD) bahasa Indonesia. 


Mengenai EyD, kita bisa meminta bimbingan guru Bahasa Indonesia di sekolah. Karena masih banyak siswa yang belum jeli dalam EyD ini. Ternasuk banyak yang saya dapati ketika memeriksa naskah-naskah cerpen yang meminta saya untuk mengeditnya.



Kelima, Desain Buletin


Tahap kelima dalam pembuatan buletin sekolah adalah desain buletin yang meliputi tata Letak (Lay Out) dan Artistik (mempunyai nilai seni). Pembuat desain ini disebu dengan designer atau lay outer atau juga tim artistik.


Dimana tugas layouter ini :


  1. Mendesain setiap halaman dengan naskah atau gambar
  2. Mengatur halaman (biasanya untuk buletin ada 4 halaman)
  3. Memadukan kreativitas layouter dengan semua unsur dibutuhkan
  4. Selain mendesain halaman buletin dan menata foto, desainer juga bertugas  mendesain promo/pengumuman
  5. Mengedit naskah yang sudah diedit oleh editor

Keenam, Nge-PRINT Buletin

Jika kelima tahapan ini sudah dicapai, maka bersiap untuk mencetak/menge-print naskah yang sudah siap dicetak.

Cara Mencetak Buletin nanti akan dibahas selanjutnya.


Read More

Jumat, 13 Januari 2017

Cara Membuat Pohon Literasi di Microsoft Office Word. Berikut Contoh Desain Uniknya

GuruMuda.web.id - Pada tulisan sebelumnya, saya pernah berbagi Contoh Pohon Literasi yang dibuat CorelDRAW. Kali ini saya akan berbagi bagaimana Cara Membuat Pohon Literasi di Microsoft Office Word. Berikut Contoh Desain Uniknya.

Bagi para pengguna komputer sudah sangat pasti mengenal mengoperasikan program Microsoft Office Word. Sebagai pengolah kata Ms. Office Word tidak hanya pintar urusan ketik mengetik, tapi membuat gambar sederhana dan unik pun sangat bisa. Menggambar Pohon Literasi, misalnya.

Baca Juga:
Contoh Pohon Literasi Sekolah
Cara Membuat Buletin Kreatif Sekolah dengan Microsoft Office Word

Literasi sebagai media Literasi Sekolah adalah Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Baiklah, langsung kepada Cara Membuat Pohon GELIS alias Gerakan Literasi Sekolah:

Pertama, Buka Microsoft Word
Kedua, Klik tombol “Insert”

 Cara Membuat Pohon Literasi di Microsoft Word

Ketiga, Klik tombol “Shapes”, selanjutnya akan muncul tab seperti berikut




Keempat, Selanjutnya klik icon “Curve”



Kelima, Terakhir silahkan anda menggambar sesuai keinginan sendiri.

SELAMAT BERKREASI

Berikut Contoh Desain Unik nan Sederhananya: DI SINI



Read More

Selasa, 08 November 2016

Contoh Pohon Literasi Kelas

Literasi Sekolah adalah Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Tujuannya untuk menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan upaya kreatif. Salah satunya dengan membuat Pohon Literasi Kelas.

Saya membuat Desain Pohon Literasi ini dengan menggunakan CorelDRAW, silakan bisa dicopy.
Sebenarnya pohon literasi bisa dibuat dengan kertas karton.

>> Baca Juga: GERAKAN LITERASI SEKOLAH: Menumbuhkan Budaya Literasi di Sekolah


Bagaimana cara pohon literasi?
Sangatlah mudah. Siswa bisa menempelkan daun-daun atau gambar buku yang berisikan identitas siswa, buku yang sudah dibaca serta rangkumannya. Setelah menempelkan daun-daun pada pohon literasi, siswa mempresentasikan apa inti buku tersebut sebagai kegiatan literasi selanjutnya.

Untuk DOWNLOAD Versi CorelDRAW, silakan saya bagikan di Google Drive di SINI
Read More

Selasa, 11 Oktober 2016

Opini Guru Muda: Upaya Kolaboratif Perpustakaan Sekolah

GURUMUDA.WEB.ID - Alhamdulillah, bagi penulis yang membutuhkan sedikit keahlian dalam menulis, dimuat di media massa, apalagi media yang cukup familiar sangat berbahagia dan bersyukur manakala karyanya dimuat.

Beberapa hari yang lalu, murid saya mengirimkan foto bahwa tulisan saya sedasng dibaca. Berikut tulisan yang dimuat di majalah kandaga.

Upaya Kolaboratif Perpustakaan Sekolah

Oleh: Roni Yusron Fauzi

Diwajibkannya para siswa untuk membaca buku 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran sebagai salah satu penerapan program Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) yang dicanangkan Mendikbud, Anies Bawesdan, perlu diapresiasi oleh para stakeholder. (24/7)



Baca Juga Artiekel Menarik lainnya:
Jangan salahkan jika siswa begitu enggan untuk membaca. Menyempatkan membaca buku beberapa menit saja tentu akan dirasakan bosan. Maka, diperlukan adanya pembenahan perpustakaan sebagai pusat referensi di sekolah.

Persoalan yang utama rendahnya minat baca di sekolah karena perpustakaan kurang tertata dengan baik dan sosialiasi pustakawan yang kurang inovasi. Seakan perpustakaan hanya menjadi kebutuhan tertier saja. Padahal fungsi perpustakaan adalah sebagai jantungnya sekolah.

Untuk memperbaiki persoalan ini, maka diperlukan upaya-upaya kolaboratif yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah.


Pertama, kerjasama dengan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)


Saat ini eksistensi TBM sungguh sangat menggembirakan. Kegiatan di TBM tidak hanya membaca buku saja. Meminjam buku, lalu pulang. Tapi diisi dengan program-program tambahan seperti public speaking, bedah karya dan pelatihan menulis. Langkah seperti ini sebagai upaya mengikat pengunjung untuk selalu berada di  lingkungan TBM.

Pihak sekolah bisa meniru dan memodifikasi program di Taman Bacaan Masyarakat untuk bisa diterapkan di perpustakaan sekolah.


Kedua, Membuat Poster Edukatif 

Membuat Poster Edukatif sebagai implementasi pelajaran Seni Budaya & Keterampilan (SBK) ke dalam kehidupan sehari-hari. Poster atau pajangan hasil karya siswa tersebut bisa diisi dengan slogan motivasi berupa ajakan minat baca. Dengan harapan siswa dan guru lebih tergugah akan minat baca.


Ketiga, lengkapi dengan buku bebas 

Koleksi buku di perpustakaan sekolah lebih dominan pada buku kurikulum saja, padahal buku tersebut sudah sering menjadi pembahasan bersama guru.  Atau mengandalkan buku-buku dari pemerintah.

Buku bebas yang sifatnya mendidik seperti novel, kumpulan cerpen, majalah dan koran pun seyogyangya harus dijadikan prioritas. Dengan tujuan untuk menyegarkan pikiran siswa, juga supaya lebih bisa membuka pola pikir dan wawasan.

Tentunya untuk buku bebas ada penyaringan dari pustakawan. Melengkapi perpustakaan dengan buku bebas dengan harapan mencegah siswa supaya tidak bosan dalam membaca.

Jika ada perubahan yang signifikan  pengunjung perpustakaan sekolah yang meningkat, sudah jelas perpustakaan sekolah sudah diminati siswa. Semoga budaya membaca di Indonesia bisa berkembang ke depannya. (***)
 Majalah Kandaga Online

***
Artikel ini Dimuat di Majalah Kandaga  Edisi 73 | Agustus 2015)          



Read More

Senin, 25 April 2016

GERAKAN LITERASI SEKOLAH: Menumbuhkan Budaya Literasi di Sekolah

www.gurumuda.web.id - - - Sebagai aktivis di dunia baca tulis, tentu saja saya sangat menyambut baik dengan program pemerintah berkenaan dengan Gerakan Literasi Sekolah. Ini bisa menjadi ladang saya sebagai kepanjangan tangan mencerdaskan anak didik.

Apalagi saat ini saya mengasuh Perpustakaan Dhuafa Rumah Baca AsmaNadia Garut. Sebelum Gerakan Literasi dicanangkan, Alhamdulillah saya sudah mulai mengampanyekan literasi di masyarakat dengan Program Kampung Cerdas Kampung Membaca.

Baiklah, mari kita telisik mengenai Gerakan Literasi Sekolah

APA GERAKAN LITERASI SEKOLAH?

Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Seperti apakah sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang literat ?
Sekolah yang menyenangkan dan ramah anak di mana semua warganya menunjukkan empati, kepedulian, semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan, cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya.
Apa Pelibatan publik ?
Peran serta warga sekolah (guru, kepala sekolah, peserta didik, orang tua, tenaga pendidikan, pengawas sekolah, dan Komite Sekolah) akademisi, dunia usaha dan industri dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

TUJUAN UMUM
Menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang diwujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

TUJUAN KHUSUS

  • Menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah 
  • Meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat
  • Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan 
  • Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca
Silakan DOwnload Buku Saku Gerakan Literasi Sekolahnya DI SINI


Read More