Tampilkan postingan dengan label Edu News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edu News. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juli 2018

Kemedikbud Minta Stop PR, Ini Reaksi Orangtua MI IQRO

GURUMUDA.WEB.ID - Beberapa hari yang lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meminta kepada seluruh guru di Indonesia untuk tidak lagi memberikan pekerjaan rumah alias PR pada siswa.

sumber foto: bangsaonline.com

Mengetahui informasi distopnya pekerjaan rumah untuk siswa, ditanggapi sejumlah orang tua Madrasah Ibtidaiyah (MI IQRO).

Dari sebagian komentar orang tua, sebagian besar tidak setuju dengan keputusan Pak Menteri.


Indra Yanti, menulis:
"tidak setuju pak, karena anak saya klo ga ada pr ga buka buku paling beresin buat bt pelajaran besok hehe...."

MPyanii ForseBa, pun menulis:
"Tidak setuju sama sekali 😂 "

Kania Rachmisari, menambhkan:
"jelas tidak setuju.....pr bikin ortu ma guru jadi ada komunikasi. .....refresh otak ortu juga kalo anak bertanya yg ga ngerti. ....pr juga mempererat silaturahmi sesama ortu murid ....(silih simbeuh informasi).....lanjutkan pa Alan Muhtar.......hehe"

Supaya tidak gagal paham, bagaimana kebijakan dari pemerintah untuk masalah PR ini?

Menurut menteri Muhajir, PR itu sejatinya sejatinya memang jangan dibebankan lagi ke siswa. Jadi sekolah-sekolah mengembangkan cara-cara belajar yang tuntas.

Ada 3 fungsi Pekerjaan rumah (PR):
1.    Pengayaan
2.    Penguatan
3.    Pengulangan

Terutama untuk hal-hal yang sifatnya praktis. Jika di sekolah tidak cukup, maka bisa dilanjutkan di rumah.

Sesuai dengan anjuran Pak Presiden Joko Widodo, PR bisa digantikan dengan kegiatan di rumah dengan cara siswa harus membantu orang tua, menjenguk temannya yang sakit.  Intinya, PR jangan dikaitkan dengan mata pelajaran, dan sebaiknya dituntaskan di sekolah.

Kalau belum tuntas, maka sebaiknya harus sesuai dengan 3 fungsi PR di atas.


Reaksi diberhentikannya PR sekolah, tidak hanya orang tua yang memberikan tanggapan. Siswa MTs IQRO pun menanggapi yang berbeda.

Anaya, misalnya. Siswi kelas IX ini menanggapi distopnya PR sekolah terlihat sangat sumringah. Apalagi dibelakukannya fullday school. Itu artinya ia lebih lama di sekolah, dan menurutnya:
"Enak, Pak. Libur jadi 2 hari sabtu dan minggu. Jadi bisa lebih lama kumpul bareng keluarga."
baca selengkapnya

Kamis, 06 Oktober 2016

Kamaruddin Amin, Dirjen Pendis Mewajibkan Guru Baru Ikut PPG

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Kamaruddin Amin mengatakan, guru-guru baru yang belum mengajar tidak lagi mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG). Tetapi semua wajib mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pra Jabatan.

"Saya rencanakan tahun 2017 sudah mulai, jadi untuk untuk guru agama, kita mulai pelaksanaan dulu di fakultas untuk calon-calon guru. Untuk guru-guru yang sudah pernah mengajar itu mengikuti PLPG," kata Kamaruddin yang gurumuda.web.id kutip dari Kemenag.go.id, saat memberikan arahan dan membuka acara Koordinasi Pelaksanaan Program Sertifikasi Guru Madrasah di Bogor, Jumat (30/9).


Masih menurut Kamaruddin, perlu diketahui, ke depan yang menjadi guru itu tidak hanya lulusan tarbiyah, tetapi juga dari fakultas-fakultas non tarbiyah. Karena lulusan Fakultas Ushuluddin, Dakwah, Adab itu juga bisa menjadi guru. Syaratnya harus mengikuti PPG dulu dan mengikuti training di tarbiyah.

"Jadi tarbiyah tidak perlu juga merasa kaplingnya diambil, tetapi seluruh fakultas mengikuti pelatihan intensif PPG sekitar enam bulan sampai setahun untuk bisa mendapatkan ilmu pedagogig di tarbiyah, akan tetapi kontennya fakultas-fakultas lain," ucap Kamaruddin.

Dirjen Pendis juga mengatakan, Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2016 ini tidak hanya guru umum saja, guru agama juga harus mendapatkan sertifikasi tahun ini.

"Kita lihat dan secepatnya kita putuskan berapa kuota berapa guru umum, berapa guru agama," kata Dirjen,

"Kita akan berkoordinasi dengan kementerian terkait akan hal ini," tambahnya.

Kamaruddin Amin mengatakan, kita ada rencana melakukan reformasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Menurutnya, ini juga penting untuk diketahui. Rencana desain LPTK yang sedang kita desain itu adalah nanti kita akan melaksanakan PLPG.

"Jadi PLPG ini untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban kita ini," jelas Dirjen.

Diceritakan Dirjen, saat dirinya melakukan kunjungan ke Skandinavia beberapa waktu lalu, ternyata di Denmark, Finlandia, dan Norwegia, yang namanya guru itu mempunyai dua keahlian yang berimbang antara pengetahuan tentang materinya dan pengetahuan pedagoginya. Itu harus dibuktikan dengan sertifikat dan pelatihan-pelatihan yang intensif.

Penguasaan Konten Guru Madrasah Lemah


"Nah, ini yang menjadi kelemahan mendasar. Guru-guru kita yang berada di madrasah itu khususnya guru-guru agama kita itu, penguasaan kontennya, penguasaan materinya itu lemah sekali. Karena di tarbiyah di seluruh Indonesia desain kurikulumnya lebih pada pedagogignya, tetapi penguasaan materinya lemah," ucap Dirjen.


Ditambahkannya, selama ini desain fakultas tarbiyah itu memang lebih pada pedagogignya,daripada kontennya. Padahal untuk menjadi guru itu harus menguasai materi juga - menguasai ilmunya- kalau hanya menguasai pedagogignya, maka tidak bisa mentranfer ilmunya secara maksimal.

"Jadi kedua duanya harus seimbang. Antara kompetensi pedagogig dengan penguasaan materi itu harus seimbang dan itu harus disempurnakan melalui PPG, yang akan dilaksanakan pada saat yang akan datang," imbuhnya.

Penguasaan Pendagogig Fakultas Tarbiyah harus Kuat

Masih menurut Dirjen, untuk fakultas tarbiyah misalnya, yang pedagoginya kuat itu harus ditambah materi pelajarannya, dan kurikulum tarbiyah akan kita ubah. Kita akan lakukan review kurikulum secara fundamental untuk mencetak guru yang menguasai atau kapasitas bidang materi dan juga pedagogig.

Harapan Dirjen, mahasiswa Fakultas Tarbiyah nantinya tidak akan seperti sekarang. Dimana sarjana pendidikan langsung bisa menjadi guru. Akan tetapi mereka mengikuti pelatihan lagi yang kemudian ketika diwisuda langsung sudah mempunyai sertifikat pendidik.

GURU sama dengan DOKTER

"Jadi sama dengan dokter, kalau dokter itu nanti mencetak sarjana kedokteran kemudian mengikuti kelas lagi untuk bisa menjadi dokter, jadi dokter itu profesi, sama dengan guru, guru itu juga profesi," ucap Dirjen.

"Seorang guru menjadi profesional itu setelah mengikuti PLPG selama tujuh hari, padahal itu sangat tidak cukup. Oleh karena itu, nanti ke depannya harus kita reformasi," pungkas Kamarudin Amin.
baca selengkapnya

Sabtu, 01 Agustus 2015

Garut Punya Majalah yang Super Edukasi

GuruMuda.web.id - - - Punya hobi menulis dan membaca tentu saja sangat senang jika ada media yang benar-benar sarat dengan dunia pendidikan. Apalagi di tulis oleh yang benar-benar terjun di dunia pendidikan sendiri.

Ternyata saya salah selama ini yang menilai guru di Garut kurang produktif untuk tulis menulis. Tapi, cukup beralasan juga kenapa saya menilai produktivitas tulis menulis di kalangan guru sangat kurang. Karena jarangnya terekspos di dunia maya. Nyatanya, di dunia nyata mereka cukup giat untuk mengirimkan artikel seputar pendidikan ke media massa seperti Majalah Kandaga dan Jaleuleu.

Majalah Kandaga sebagai majalah bulanan ini lebih dulu berkiprah lebih fokus di dunia pendidikan, meskipun ada beberapa rubrik semisal mengupas pemuda dan olahraga.

Sementara, Majalah Jaleuleu baru mengeluarkan tujuh edisi. Terbitnya sama sebulan sekali. Uniknya, Majalah Jaleuleu ini lebih intens kepada bahasa daerah, Sunda.


Ternyata Garut punya majalah seperti ini. Patut diapresiasi.

baca selengkapnya

Kamis, 23 Juli 2015

Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah Tahun 2015 asal Garut

GuruMuda.web.id - - -  Saya ucapakan selamat kepada semua guru yang mendapatkan rezekinya. Yakin setiap ikhtiar dan do'a yang maksimal, tujuan yang diinginkan akan terwujud.

Berikut saya bagikan informasi bagi rekan guru yang ada di RA maupun Madrasah yang ada di Garut yang telah ditetapkan sebagai Calon Peserta Sertifikasi tahun 2015.

Sayatulis kembali sebagian informasi dari Mapenda Garut:
Dengan ini kami sampaikan Lampiran SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3907 dan Nomor 3908 Tahun 2015 Tentang Penetapan Calon Peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Bagi Guru RA/Madrasah.

Berikut Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru RA/Madrasah untuk Guru Mata Pelajaran UMUM


  1. ELI KHOLISOH  MTSN GARUT KAB
  2. EVA PRAMOSTI. S.Pd  MTS N PAMEUNGPEUK
  3. ADE TATANG PMTS MUHAMMADIYAH DEPOK CISOMPET
  4. ODIR SUDIRMAN MTS AL IKHLAS CISURUPAN 
  5. ADE SEKARYANA BUDI MTS PERSIS RANCA BANGO TAROGONG KALER
  6. MIMIN SUHERMAN MTS AL MANNAR CIBALONG 
  7. CEP AAM RIDWAN MTS AL JUMHURIYAH BAYONGBONG
  8. DARMAJI MTS SA NURUL FALAH CINANGSI PAKENJENG
  9. NURONIAH 1 MTS MA'ARIF SUKAWENING
  10. WIKI SUPARMAN  MTS PERSIS PAMEUNGPEUK
  11. DADANG RUSWANDI - MTS PERSIS 160 LELES
  12. SUPRIYADIN - MA AL MANAAR MUHAMMADIYAH PAMEUNGPEUK
  13. LILIS YULIA   - MI ASY SYIFA LELES
  14. Miftahulhaq - MTS IZH HARUL HAQ TAROGONG KIDUL
  15. INE KUSYETI  - MTS AL HAFIZH CIKAJANG
  16. SOBARNA  - MI IQRO LELES
  17. ASEP RIJALUDIN  - MA MIFTAHUL ANWAR BAYONGBONG
  18. BUNYAMIN - MTS MIFTAHUL ULUM PERSIS 94 PAKENJENG
  19. INA KHODIJAH - MTS DARUL IHSAN LELES
  20. DEDEN HERMAWAN - MTS MA'ARIF 2 MALANGBONG
  21. ASEP YANYAN HERIYANTO - MA MA'ARIF I MALANGBONG
  22. ROSITA GANIA - MI CIPUTAT BL LIMBANGAN
  23. TUTI MARYATI - MTS PERSIS CIKAJANG
  24. YAMIN MUBAROK - MTS MIFTAHUL ULUM PERSIS 94 PAKENJENG
  25. Aep Komarudin - MTS AL QOMARIYAH SUKARESMI
  26. DADANG MASDUKI  - MTS N CISEWU
  27. MEMED - MTS AL JUNAEDIYAH CIBIUK
  28. ELIS NURHAYATI - MTS AL FATWA SUKARESMI –
  29. Ii Mulyana - MA IZHHAARULHAQ TAROGONG KIDUL K
  30. FITRIYANI - MTS AL MANAAR MUHAMMADIYAH PAMEUNGPEUK K
  31. HAZAR FAHMI - MA AL QUR'AN KUDANG BLUBUR LIMBANGAN
  32. MISBAHUDIN - MTS AS SALAM BANJARWANGI K
  33. JAMALUDIN - MTS SA NURUL FALAH BUNGBULANG
  34. YUSEP SAPRUDIN  - MTS MIFTAHUL ULUM PERSIS 94 PAKENJENG
  35. RUSTANDI - MTS PERSIS SUKARENDAH PANGATIKAN
  36. AGUS ERIK SUGANDI - MA ANNUR MALANGBONG
  37. YUNYUN BUDIANA - MA ANNUR MALANGBONG
  38. PIPIH RIDWAN - MTS DARUL IHSAN LELES
  39. ADE ABDUL KOHIR  - MTS SA NURUL FALAH BUNGBULANG
  40. YOGI HAPIT - MTS AL BAQIYATUSSOLIHAT BANJARWANGI
  41. DETI IRANI - MI PUTRAJAWA SELAAWI
  42. NELI MARYANA - MTS SA NURUL FALAH BUNGBULANG
  43. YULIA NINGSIH - MTS PERSIS SUKARENDAH PANGATIKAN  
  44. ENDAH FUJIANTI - MTS PERSIS SUKARENDAH PANGATIKAN
  45. MIFTAH FARID - MI DARUL MU'MIN CARINGIN
  46. ENENG DAMAYANTI -  MTS DAARUT TAQWA CIBATU
  47. WIDI HASTINI - MTS BAROKATUL HUDA CARINGIN
  48. RINRIN ANGGRAENI - MTS AL MANNAR CIBALONG
  49. IMAS MASPUPAH - MTS AL MANNAR CIBALONG 


Selengkapnya silakan Anda Download di bawah ini:

  1. Guru Mapel Agama (Qur'an Hadits, Akidah Akhlak, Fikih, SKI, Bahasa Arab, Guru Kelas RA dan Guru Kelas MI)
  2. Guru Mata Pelajaran Umum
Semoga Bermanfaat!
baca selengkapnya

Sabtu, 18 Juli 2015

Peluang Bagi Guru Madrasah untuk Mendapatkan Beasiswa S-2 Tahun 2015

GuruMuda.web.id --- Ini peluang bagi guru madrasah yang sudah sarjana  untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya. Beasiswa S-2 di 6 Perguruan Tinggi (Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, IAIN Antasari Banjarmasin, STAINU Jakarta, dan IAIN Imam Bonjol Padang.
Adapun untuk memperoleh beasiswa S-2 tersebut dengan 9 pilihan prodi, diantaranya:  Bahasa Inggris, Matematika, IPA/Sains, Fisika, Biologi, Kimia, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab dan  Islam Nusantara.
Beasiswa yang diberikan berupa bantuan untuk studi S-2 selama 2 (dua) tahun atau 4 (empat) semester  pada tahun akademik 2013/2014 dan 2014/2015 di perguruan tinggi yang ditetapkan. Bantuan Beasiswa bagi guru Madrasah meliputi: Biaya pendidikan, Living Cost setiap bulan sebesar Rp 1.200.000,- selama dua tahun, Bantuan Sumber Belajar, dan Bantuan transport pergi dan pulang satu kali perjalanan selama studi.
Sasaran Beasiswa adalah Guru PNS Kementerian Agama yang mengajar pada MTs atau MA; Guru Tetap Yayasan (Bukan PNS) yang mengajar pada madrasah swasta (MTsS /MAS); dan Guru Bukan PNS yang mengajar pada madrasah negeri (MTsN atau MAN), sesuai dengan pengumuman beasiswa S-2 bagi guru Madrasah tahun 2013.
Syarat & Ketentuan  Umum Penerima Beasiswa adalah guru madrasah (MTs atau MA) yang memenuhi  sebagai berikut:
  1. Berpendidikan S-1/D-IV;
  2. Pengampu salah satu dari mata pelajaran berikut: Matematka, Bahasa Inggris, Sains (Fisika, Biologi, Kimia), keagamaan (Akidah-Akhlak, Alqur`an-Hadis, Fikih, Sejarah dan Kebudayaan Islam) atau Bahasa Arab yang ijasah S-1/D-IV-nya sesuai/relevan dengan tugas mengajarnya;
  3. Diutamakan yang belum sertifikasi;
  4. Berusia maksimal 40 tahun pada tahun 2013;
  5. Memiliki IPK minimal 2,75 pada skala 4,00 pada jenjang pendidikan S-1/D-IV;
  6. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Syarat & Ketentuan  Khusus Penerima Beasiswa adalah guru madrasah (MTs atau MA) yang memenuhi sebagai berikut:
  1. Diangkat dalam jabatan guru minimal 2 (dua) tahun (khusus untuk PNS);
  2. Mendapat persetujuan dari atasan (untuk PNS dan Bukan PNS yang mengajar pada madrasah negeri);
  3. Memiliki pengalaman mengajar di satuan administrasi pangkal (satminkal) minimal 5 tahun (guru tetap yayasan dan guru Bukan PNS yang mengajar di MTsN atau MAN). Dibuktikan dengan Surat Keputusan yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang;
  4. Memperoleh ijin belajar dan diijinkan kembali mengajar di satminkal dari ketua yayasan penyelenggara pendidikan (khusus untuk Bukan PNS);
  5. Program studi yang dipilih sesuai (relevan) dengan ijasah S-1 dan tugas mengajarnya;
  6. Lulus seleksi;
  7. Membuat pernyataan tentang kesanggupan nyelesaikan studi dalam 2 (dua) tahun di atas kertas bermeterai;
  8. Selama mengikuti program, peserta tidak dibenarkan mengikuti studi S2 lain atas biaya sendiri atau beasiswa dari instansi lain;
  9. Selama mengikuti program, yang bersangkutan dibebastugaskan dari tugas keguruan atau tugas lainnya.
Perguruan Tinggi Penyelenggara Beasiswa
Prodi
  1. Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Prodi: Bahasa Inggris ; Matematika
  2. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).Prodi: Sains/IPA Terpadu ; Bahasa Inggris
  3. Universitas Negeri Semarang (Unnes). Prodi: Fisika ; Biologi ; Kimia
  4. IAIN Antasari Banjarmasin. Prodi: Pendidikan Agama Islam
  5. STAINU Jakarta. Prodi: Islam Nusantara
  6. IAIN Imam Bonjol Padang. Prodi:Bahasa Arab

Sumber: 
http://madrasah.kemenag.go.id
http://pasca.unesa.ac.id/detail/pengumuman/beasiswa-s-2-guru-madrasah
Demikian saya bagikan informasi ini. 
Semoga bermanfaat!
baca selengkapnya