Selasa, 18 April 2017

Garut Memang Gila

GURUMUDA.WEB.ID - Suasana Garut di Bulan Rajab ini memang sangat berbeda dari biasanya. Rajab membawa keberkahannya bagi siapa saja yang meyakininya. Ya. Peringatan Isra wal Mi'raj menjadi agenda tahunan bagi para penggerak, pendakwah, pengiring, dan orang-orang sebagai pelaku kebaikan. 

Tak terkecuali bulan Rajab ini. Dengan seantero kegiatan mulai dari yang sederhana sampai acara mengundang pejabat. Bahkan yang agak "memaksa" calon bupati yang ingin ikut berkumpul atas nama silaturahmi.

Garut Memang Gila. Salah satu kegilaanya adalah masyarakat dari tiap-tiap daerah atau kecamatan mengadakan festival marawis. Ini terlihat mulai bulan Maret yang lalu. Bisa jadi festival marawis akan berlanjut sampai bulan Ramdhan/Juni 2017.

Tahu sendiri, Marawis di Kabupaten Garut sangat membanggakan. Kurang lebih ada sekitar 500-an grup marawis dari  42 kecamatan ini. Belum lagi grup marawis dari pelosok yang belum tercatat oleh Ikatan Hadroh Marawis Garut atau IHMAGA.

Gilanya lagi, Anak-anak TK pun sudah lihai memainkan alat perkusi kolaborasi kesenian Timur Tengah dan Betawi ini. Karena biasanya grup marawis didominasi oleh orang-orang remaja dan dewasa, tapi tidak dengan grup marawis di Garut. 
Grup Marawis yang didominasi oleh anak-anak TK. dokpri

Bangga. Bersyukur. Dari sepak terjak IHMAGA yang saya tahu, sepak terjangnya membendung seni budaya barat harus didukung oleh semua pihak, termasuk oleh pemerintah. Bagaimana mereka blusukan ke daerah-daerah, melakukan sosialisasi, pembinaan, perekrutan, dan lainnya.

Festival Marawis di Bayongbong. dokpri

Semoga kegilaannya mengadakan festival marawis dilandasi dengan niat baik, keikhlasan dan yang paling penting "ngahiap" masyarakat dengan cara yang baik.
Read More

Senin, 03 April 2017

Kini Terbit Digital Buletin Guru Muda Edisi Perdana

GURUMUDA.WEB.ID - Alhamdulillah, beberapa hari ini disela-sela kesibukan beraktivitas harian, akhirnya saya bisa menerbitkan digital bulletin Guru Muda yang perdana. Cukup menguras waktu meskipun hanya 4 halaman saja. 


Berapa hari pembuatan Buletin Digital Guru Muda ini?

Bagi pemula seperti saya, butuh 2 hari untuk membuat buletin digital ini. Bisa dibilang sebentar, bisa juga lama. Ini demi mengajar deadline yang harus siap terbit tanggal 3 April 2017. Adapun hasilnya itu kembali kepada penilaian pembaca.


Siapa saja ikut berkontribusi?

Karena ini merupakan media personal yang ditujukan untuk umum. Maka, dalam pembuatannya pun semua oleh saya. Mulai dari penulisan naskah, editing, lay out dan desain. Tujuannya sebagai media pembelajaran juga buat saya atau sebagai learning test

Insya Allah ke depan , di bulletin digital ini akan menerima kiriman  teks atau gambar dari murid-murid saya di sekolah maupun di pesantren.

Baca Juga



Apa saja  isi Buletin Digital Guru Muda?

Untuk mengawali terbitnya bulletin digital ini, di halaman pertama ada opini saya yang berjudul Pentingnya Guru Menulis. Ditambah lagi undangan kerjasama dari Ruangguru.com kepada saya untuk menjadi Master Teacher.

Halaman kedua adalah informasi lanjutan dari halaman pertama. Ditambah lagi kata-kata motivasi.

Untuk halaman ketiga, ada sedikit kata demi kata yang dibalut menjadi kalimat puitis. Puisi Guru Muda menjadi bahan tulisan di bulletin digital ini. Ke depan, tidak hanya puisinya saja, melainkan apa pesan dan nilai yang terkandung di dalam puisi yang akan saya buat.
Masih di halaman ketiga, ada content TATAROS.  Di rubrik TATAROS  ini seperti halnya ensiklopedia, atau kamus penting dengan tulisan yang singkat, padat dan ilmiah. 



Dan untuk halaman empat, ada rubrik EduJournalism. Di rubrik ini, gaya tulisan seperti halnya di media Koran, majalah atau yang lainnya. Liputan langsung saya seputar dunia pendidikan dan dakwah.



Disisipi dengan komik pendidikan. Pada kali ini komik pendidikan dibuat oleh seorang guru kreatif, yang saya ambil dari blognya langsung ayip7miftah.wordpress.com

Baiklah, semoga saya bisa istiqomah untuk terus menerbitkan bulletin digitalnya seminggu sekali.

Untuk versi PDF, bisa Anda lihat di Google Drive.

Semoga bermanfat.

Read More

Sabtu, 01 April 2017

Miliki Buletin Digital Guru Muda Mulai 3 April 2017 secara GRATIS

GURUMUDA.WEB.IDTak bisa dimungkiri, buletin menjadi media cetak yang sampai saat ini masih dimanfaatkan suatu organisasi. Di era digital, bulletin versi cetak diupgrade menjadi E-Bulletin (bulletin elektronik) untuk memudahkan pembaca yang sudah terbiasa mengakses informasi melalui internet.



Tak terkecuali dengan Guru Muda, saya mencoba membuat dan menerbitkan Digital Bulletin yang bisa dibaca oleh siapa pun tanpa dibatasi oleh umur. 


Apa itu Buletin Digital?


JIka menilik pada pengertian Koran elektronik atau koran digital (bahasa Inggris: e-paper) yang berarti surat kabar dalam format elektronik yang dapat diakses dengan komputer atau ponsel cerdas.

Maka, Buletin Digital tidak jauh berbeda dengan koran digital yaitu salah satu media komunikasi visual yang berbentuk kumpulan lembaran-lembaran atau buku-buku diusahakan secara teratur oleh suatu organisasi atau instansi. Dan dalam buletin dimuat pernyataan-pernyataan resmi dan singkat bagi publik.

Karena perkembangan teknologi, buletin yang hanya berbentuk cetak, kini tersedia versi digital atau elektronik. Koran versi cetak secara digitalisasi dibuat persis atau menyerupai sumbernya yang biasanya menggunakan metode pemindaian.


Apa Tujuan Saya Membuat Buletin Digital?


Saya berusaha untuk selalu berinovasi. Dengan membiasakan diri memiliki mental inovasi, saya harus siap berpikir, bertafakur, mencari referensi, berkreasi tanpa batas. Ujung-ujungnya, bagaimana supaya saya bisa bermanfaat, khususnya buat diri saya pribadi. Syukur-syukur bisa bermanfaat juga buat pembaca atau pelanggan.


Apa Kelebihan Buletin Digital versi Guru Muda?


# 1. Dari Nama

Untuk membedakan, saya namai dengan Digital Bulletin, bukan dengan e-bulletin. Meskipun versi jadinya akan berupa gambar (jpg) atau Pdf seperti ebook.

# 2. Bukan Organisasi

Buletin Digital ini dibuat secara personal/pribadi, bukan atas nama suatu lembaga atau organisasi komunitas yang sudah biasa dipasaran.

# 3. Untuk Semua Umur

Buletin Digital Guru Muda dibuat dan diterbitkan untuk semua umur tanpa ada batasan. Ini menandakan bahwa tulisan atau gambar yang ada di bulletin digital ini aman dari SARA, Pornografi, RAS, dan lain-lain.

# 4. Desain Eksklusif

Saya mencoba mempraktikkan sedikit keahlian desain grafis dengan membuat desain Buletin Digital ini semenarik mungkin, kekinian, dan enak dipandang. Dengan tambahan kartun animasi yang diambil dari Google.

# 5. Terbit Mingguan

Buletin Digital Guru Muda akan diterbitkan secara berkala, mingguan, tepatnya setiap Hari Senin.

# 6. Tetap ada Edukasi

Karena dunia saya di pendidikan, maka konten yang ada di buletin digital ini tidak jauh dari dunia pendidikan. Ditambah dengan tulisan bermuatan dakwah.

# 7. GRATIS diperbanyak

Dengan ikhlas saya berikan secara GRATIS bulletin digital ini. Caranya dengan silakan copy versi pdf, lalu silakan diprint dan disebarluaskan.


Lalu, Apa Kekurangan dari Buletin Digital Guru Muda?


Ketika ada kelebihan, pasti ada kekurangan. Dua sisi ini akan selalu bergandengan. Untuk itu, saya menerima kritik, saran dan masukannya untuk perbaikan bulletin digital setiap kali terbitnya.

Semoga bisa Bermanfaat.

Read More

Jumat, 24 Maret 2017

6 Langkah-langkah Membuat Buletin Sekolah yang Kreatif

GURUMUDA.WEB.ID - Buletin sekolah adalah salah satu media informasi, kreativitas, dan penggalian potensi peserta didik di sekolah. Dibuat untuk memberikan keleluasaan ekspresi positif dengan menjadikan kertas sebagai media informasinya. Tentunya dengan memadukan media digital (perangkat IT) sebagai penunjangnya.

Ada beberapa langkah untuk membuat buletin sekolah. Dimana buletin sekolah ini dibuat oleh peserta didik dengan dibimbing oleh guru yang mendukung dan memahami dunia jurnalistik. 


Ada hal-hal yang sangat penting untuk diaplikasikan untuk membuat media informasi seperti buletin sekolah ini. Namun, saya ringkas hanya enam saja.

Berikut 6 Langkah-langkah Cara Membuat Buletin Sekolah yang Kreatif:

PertamaMenyusun Rencana (Planning)

Perencanaan adalah langkah awal untuk mempraktekkan sesuatu. Begitu pun dengan membuat buletin. Di dalam penyusunan rencana ini, kira-kira apa yang akan menjadi bahan berita, tema apa yang akan dipublikasikan untuk minggu ini.

Yang mesti diingat, karena buletin adalah adiknya tabloid, majalah atau koran. Maka, yang unsur pemberitaan di dalam buletin harus memenuhi syarat 5 W + 1 H
google.com

Kedua, Pengumpulan Bahan-bahan Tulisan


Setelah perencanaan, tahap selanjutnya adalah pengumpulan bahan-bahan tulisan atau disebut juga hunting. Dalam tahap hunting ini, anggota Komunitas Jurnalistik atau kalau anak-anak didik yang saya bimbing di MTs IQRo adalah D-LiC alias Digital Literacy Club, harus bisa menyiapkan bahan-bahan untuk nantinya dimuat di buletin.

Bahan-bahan bisa berupa tulisan maupun gambar/ilustrasi. Tulisan untuk memperjelas apa yang hendak diinformasikan ke publik. Sementara gambar sebagai penguat dari tulisan tersebut. Bahkan, gambar bisa menjadi hiburan bagi pembaca buletin. Gambar bisa berupa kartun, karikatur atau komik. Gambar/ilustrasi ini sebagai bumbu dari tulisan inti.

Ketiga, Penulisan Naskah (Writing)



Tahap selanjutnya adalah penulisan naskah. Untuk menulis naskah, tentunya kita memanfaatkan Microsoft Office Word sebagai aplikasi pengolah kata. Meskipun nantinya buletin yang akan kita buat pun dengan mengggunakan Ms. Office Word. Tetapi, tak menutup kemungkinan kita pun ke depannya kita belajar membuat buletin dengan program CorelDRAW, Photoshop atau Adobe Indesign.

Penulisan naskah untuk buletin bersumber pada apa yang kita lihat, apa yang kita dengar dan apa yang kita perhatikan di sekeliling kita. Misalnya, kalau di sekolah, kegiatan seputar ekstrakurikuler, upacara hari Senin, atau kegiatan Class Meeting bisa menjadi bahan naskah yang nantinya dimuat di buletin sekolah.

Tak hanya itu, anggota Komunitas Jurnalistik pun bisa menampung tulisan dari teman-teman sekolahnya. Entah itu puisi, cerpen, komik, kata mutiara, dan tulisan.gambar lainnya. Justru ini akan meringankan anggota komunitas dalam pencarian naskah.

Keempat, Tahap Editing

Editing atau proses penyuntingan, koreksi dan adaptasi naskah merupakan tahap selanjutnya setelah terkumpulnya naskah yang telah ada. Mengedit naskah susah-susah gampang, karena kita harus sedikit menguasai Ejaan yang telah Disempurnakan (EyD) bahasa Indonesia. 

Mengenai EyD, kita bisa meminta bimbingan guru Bahasa Indonesia di sekolah. Karena masih banyak siswa yang belum jeli dalam EyD ini. Ternasuk banyak yang saya dapati ketika memeriksa naskah-naskah cerpen yang meminta saya untuk mengeditnya.

Kelima, Desain Buletin


Tahap kelima dalam pembuatan buletin sekolah adalah desain buletin yang meliputi tata Letak (Lay Out) dan Artistik (mempunyai nilai seni). Pembuat desain ini disebu dengan designer atau lay outer atau juga tim artistik.

Dimana tugas layouter ini :

  1. Mendesain setiap halaman dengan naskah atau gambar
  2. Mengatur halaman (biasanya untuk buletin ada 4 halaman)
  3. Memadukan kreativitas layouter dengan semua unsur dibutuhkan
  4. Selain mendesain halaman buletin dan menata foto, desainer juga bertugas  mendesain promo/pengumuman
  5. Mengedit naskah yang sudah diedit oleh editor


Keenam, Nge-PRINT Buletin


Jika kelima tahapan ini sudah dicapai, maka bersiap untuk mencetak/menge-print naskah yang sudah siap dicetak.

Cara Mencetak Buletin nanti akan dibahas selanjutnya.

Read More

Minggu, 12 Maret 2017

Hidup Hanyalah Istighfar, Judul Puisi yang Dibacakan Wagub Deddy Mizwar

GuruMuda.web.id - - - Bersyukur saya bisa menghadiri Majelis Ta'lim Bersatu (MTB) di Masjid Agung Sumedang, Malam Jum'at (10/3/2017). Majelis yang diselenggarakan sebulan dua kali ini sekaligus memperingati HUT Koran kebanggaan Kota Leutik Campernik ini, Sumedang Ekspress.

Wabup Jabar Dedi Mizwar sedsang membacakan puisi didampingi Abuya KH. Muhyiddin
Padahal agenda inti saya ke Sumedang untuk menghadiri acara resepsi adik saya (anak dari bibi) yang akan melangsungkan pernikahannya esok hari (Jum'at). Tiba di Sumedang Kota, sekitar jam delapan malam. Terdengar ada suara munsyid yang bersholawat dengan ditabuhi pukulan hadroh, saya yakini di Masjid Agung Sumedang sedang ada kegiatan pengajian.

Benar saja, ratusan orang sudah hadir di pelataran masjid. Tak panjang pikir, saya minta diberhentikan tepat di depan Masjid Agung Sumedang sama sopir angkot 04.

Membaca spanduk di depan, ternyata tak hanya rutinan pengajian yang dipimpin oleh Abuya KH. Muhyiddin Abdul Qodir Al Manafi saja, melainkan sekaligus tasyakuran Koran Sumedang Ekspress dalam miladya yang ke-7.

Acara ini benar-benar istimewa, bukan hanya biasa dihadiri oleh mustami' (pendengar) setia saja, melainkan dihadiri oleh ratusan Ormas, LSM, aparat pemerintah, Kepolisian dan juga dari Yonif 301.

Istimewanya lagi, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar pun ikut menghadiri pengajian berkah ini. Selain sambutan, Wabup Deddy Mizwar pun sempat membacakan puisi yang mampu menghipnotis para jamaah.

Tidak saya sia-siakan kesempatan langka ini untuk didokumentasikan. Direkam. Lalu, ditulis di blog ini.


HIDUP HANYALAH ISTIGHFAR

Karya: Nashruddin Anshori *


malam ini kutemukan kembali sisa nafas
ada yang menjelma sayap bidadari
ada juga yang ditakdirkan menjadi empedu

hidup hanyalah istighfar

belajar mereangkai kelopak mata
menyusuri lorong sunyi
menuju jalan kembali

ada saat ketika nafas pelan-pelan 
mulai mengelupas dari lubang hidung
dan tersisa butiran kapas

hidup sejati hanyalah istighfar

hari ini kembali kuhitung sisa nafasku
tapi yang kutemukan hanya dosa yang melimpah
memenuhi sejarah dan berhamburan
sepanjang waktu
laksana bermilyar butiran debu

Tuhanku...
aku malu...
aku malu berkaca pada cakrawala
pada biru langit yang tanpa celah
aku malu bercermin
pada bumi yang selalu terinjak dan diludahi
tettapi teteap saja bersabar
dan bahkan memberikan buah paling manis
dan harum semerbak wnagi melati

hari ini...
kujumlah dekapanmu
pada helai demi helai nafasku
tapi yang tersisa hanya desiran angin
rasa bersalah dari seluruh penjuru

* Nashruddin Anshori adalah sahabat dari Wakil Gubernur Jawa Baat, Deddy Mizwar.
Read More

Jumat, 03 Maret 2017

Blusukan ke Kampung Pataruman

GuruMuda.web.idPataruman, salah satu kampung di wilayah Desa Talagasari, Kecamatan Kadungora, Garut. Sebuah kampung yang memiliki sejarah panjang jika dikaitkan dengan jaman penjajahan atau gerombolan.
Gapura Selamat Datang Kampung Pataruman

Malam ini, lepas ratiban dan shalawatan yang menjadi rutinitas mengisi jadwal santri di malam Jum'at, saya menyambangi Kampung Pataruman yang berbatasan dengan kampung Cihaur. Sekedar bersilaturahim sama orangtuanya anak-anak santri.
Malam Jum'at diisi dengan Ratiban dan Istighasah Shalawat
Baru kali ini blusukan malam-malam di kampung dulunya sebagai basis pertarungan pribumi dan penjajah. Karena biasanya saya jambangi orang tua santri yang ada di Kampung Lunjuk Girang.

Saya maklumi ketika kedatangan saya disambut dengan kekagetan penuh tanya oleh orang tua santri. 

Wajar karena ini pertama kalinya mengunjungi rumah anak-anak. Tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

Saya awali mengunjungi rumah orang tua Sandi. 

"Assalamu'alaikum..."

Baru dapat jawaban salam ketiga kalinya. Saya yakin penghuni rumah ada.

Yang membuka pintu Sandi. Saya mencoba untuk tidak memperlihatkan bahwa saya tahu santri ini cukup kaget dengan kedatangan saya. Berhubung hampir sebulan ini Sandi tak lagi mengaji. Ia langsung kabur ke kamarnya.

Bapak,ibu dan adik Sandi tak kalah kaget. Mereka langsung mempersiapkan karpet untuk saya duduki. Ayahnya yang sedang menonton pertandingan antara PERSIB vs PBFC langsung mempersilakan.

"Silakan, A, duduk!"

Tidak ada obrolan yang sangat serius yang saya awali. Pun dengan orang tuanya. Tampaknya mereka masih bingung, ada apa dengan kedatangan saya.

"Saya hanya ingin bersilaturahim, mumpung saya lagi nyantai." saya mencoba untuk menjawab kebingungan mereka.

"Oh iya, A" singkat

Tak lama saya di sana. Karena harus menuju ke rumah santri yang lain. Dan saya pilih Agis. Si yatim yang cukup "plus" ini menjadi target blusukan saya selanjutnya.

Saya disambut langsung ibunya yang buruh tani. Sementara Agis di rumah neneknya, di samping rumahnya.

Seperti semula, kekagetan ibunya Agis dapat saya lihat. Pun alasan sama ketika berkunjung ke rumah orang tua Sandi. Hanya bersilaturahim saja.

Namun, obrolan dengan ibunya Agis begitu mengalir. Demi menghidupi sehari-hari, ibunya Agis rela menjadi pemulung sisa yang jatuh ke tanah, dari para petani yang sudah panen. Ia lakukan dari kampung ke kampung, bahkan lintas desa.

Dari blusukan malam ini, saya banyak sekali menemukan ilmu dan hikmah yang hanya saya rasakan. Setidaknya dengan tulisan ini saya merekam jejak secuil perjalanan indahnya bersilaturahim.

Read More

Minggu, 19 Februari 2017

4 Aplikasi untuk Membuat Buletin Kreatif

Gurumuda.web.id - Buletin sebagai salah satu media informasi kepada khalayak untuk memberikan kegiatan yang dilakukan. Buletin Sekolah dibuat bisa sebagai media publikasi kepada khalayak umum, termasuk orang tua siswa.

Pun buletin menjadi media belajar siswa, sebagai aplikasi dari kegiatan belajar mengajar. Memadukan beberapa pelajaran, khususnya pelajaran Bahasa Indonesia.

Saya biasa membuat buletin dengan aplikasi yang sedikit saya kuasai, diantaranya dengan CorelDRAW atau Microsoft Office Word. Namun, ada lagi aplikasi untuk membuat buletin kreatif sekolah.


4 Aplikasi untuk Membuat Buletin Kreatif:


1. Microsoft Office Word
 Untuk membuat buletin di MNicrosoft Office Word pernah saya tulis di postingan sebelumnya berikut contohnya.

Baca: Cara Membuat Buletin Kreatif Sekolah dengan Microsoft Office Word

2. Microsoft Office Publisher
Saya anggap Anda sudah bisa membuka aplikasi Microsoft Office Publisher.
Di sana akan banyak pilihan / Tipe Publikasinya. Seperti ini.


lalu, pilih Newsletters

Silakan pilih desain yang Anda sukai, lalu isi artikel seputar kegiatan sekolah atau yang lainnya.

3. Membuat Buletin dengan CorelDRAW

Aplikasi CorelDRAW memang dispesialkan untuk membuat desain grafis, termasuk membuat buletin.
Saya sering membuat buletin dengan CorelDRAM. Salah satu contoh buletin yang saya buat di CorelDRAW di bawah ini:

4. Membuat Buletin dengan Photoshop

Photoshop ini jago membuat atau memanipulasi foto. Aplikasi ini pun bisa dimanfaatkan untuk membuat buletin kreatif sekolah. Meskipun agak sedikit bisa, saya sangat jarang menggunakan photoshop ini dalam pembuatan buletin.

Demikian yang bisa saya tulis tentang 4 Aplikasi untuk Membuat Buletin Kreatif.

Semog bermanfaat.

Read More

Selasa, 31 Januari 2017

Peraturan Kompetisi Seni Hadroh AKSIOMA 2017

GuruMuda.web.id - Euforia Seni Hadroh di Indonesia sangat membanggakan. Ini menjadi pertimbangan kembali bagi Dirjen Pendis Kementerian Agama RI untuk memasukkan kembali Seni Hadroh dalam cabang kompetisi AKSIOMA untuk tahun 2017 ini.

Bagi para peserta atau madrasah yang mengikutsertakan peserta didiknya tentu harus memahami bagaimana peraturan kompetisinya.

Ketentuan Kompetisi Seni Hadroh AKSIOMA 2017


  1. Peserta adalah 1 (satu) group hadroh putri dan putra terdiri dari 7 siswi dan siswa MTs perwakilan provinsi.
  2. Peserta melakukan daftar ulang dan pengambilan nomor undian 30 menit sebelum pelaksanaan kompetisi.
  3. Nomor urut penampilan berdasarkan undian yang dilakukan sebelum lomba.
  4. Setiap peserta lomba menyanyikan 1 (satu) lagu pilihan yang telah ditentukan oleh panitia.
  5. Setiap peserta lomba menyanyikan lagu dengan durasi waktu maksimal 10 (sepuluh) menit.
  6. Peserta yang menyanyikan lagu melebihi waktu yang telah ditentukan akan dikenakan pengurangan nilai.
  7. Pemanggilan peserta sesuai nomor undian dan nama peserta tanpa menyebutkan asal kontingen
  8. Nomor undian peserta dikenakan pada dada sebelah kiri.
  9. Pemanggilan peserta dilaksanakan maksimal 3 kali, apabila 3 kali panggilan, belum hadir maka dinyatakan diskualifikasi, kecuali ada alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, peserta lomba dapat tampil pada urutan terakhir.
  10. Peserta lomba berbusana muslim, rapi, dan sopan.
  11. Peserta dilarang keluar masuk ruangan tanpa ada izin dari panitia.
  12. Peserta dilarang membawa HP ke dalam ruangan lomba.
  13. Para official dan atau pendamping tidak diperkenankan memasuki ruang lomba kecuali ada kepentingan mendesak dan atas izin panitia.
  14. Tim juri menentukan pemenang medali emas, perak dan perunggu putera dan pemenang medali emas, perak dan perunggu puteri. Apabila terjadi nilai yang sama, maka Tim Juri akan menentukan pemenang berdasarkan nilai tertinggi dalam penguasaan suara/vocal.
  15. Keputusan dewan juri akan hasil lomba bersifat mutlak tidak dapat diganggu gugat.

Rampak Hadroh oleh Ikatan Hadroh Marawis Garut ( IHMAGA)

Kriteria Penilaian

Penilaian diberikan terhadap 3 (tiga) unsur nilai sebagai berikut :

  1. Harmonisasi (Materi suara)
  2. Teknik
  3. Skill (ekspresi, penjiwaan)
  4. Performance (penampilan, kekompakan dan bloking panggung)

Lagu yang Dipertandingkan

Lagu wajib yang dibawakan dapat memilih lagu berikut :

  • Rohatil - Habib Syech
  • Alfa Shollallahu - Habib Syech
  • Assalamu‟alaik zaynal anbiya - Habib Syech
  • Sholatun Bisalamin Mubin - Habib Syech
  • Ya hanana - Habib Syech
  • Subhanallah - Habib Syech

Protes


  1. Protes dalam hal non tehnis hanya dapat diajukan ke Panitia Penyelenggara
  2. Keputusan wasit yang sesuai dengan kewenangannya adalah mutlak
  3. Protes dalam hal tehnis dapat disampaikan ke Panitia Penyelenggara.

Technical Meeting

Technical Meeting (pertemuan tehnik) dilaksanakan 1 (satu) hari sebelum pertandingan dimulai dan diikuti oleh official.

Hal-Hal Lain

Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan/tata tertib dalam pertandingan ini akan ditentukan kemudian secara musyawarah mufakat pada saat technical meeting.

Read More

Peraturan Kompetisi Seni MTQ

GuruMuda.web.id - Seni MTQ merupakan salah satu cabang yang dikompetisikan dalam Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) tahun 2017 ini.


Adapun peraturan Kompetisinya sebagai berikut:

Peraturan Kompetisi Seni MTQ


  1. Peserta terdiri dari 1 (satu) putra dan 1 (satu) putri MI, MTs dan MA perwakilan provinsi.
  2. Peserta melakukan daftar ulang dan pengambilan nomor undian 60 menit sebelum pelaksanaan kompetisi.
  3. Pemanggilan peserta sesuai nomor undian.
  4. Nomor undian peserta dikenakan pada dada sebelah kiri.
  5. Pemanggilan peserta dilaksanakan maksimal 3 kali, apabila 3 kali pemanggilan berturut-turut tidak hadir, dinyatakan gugur, kecuali dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
  6. Maqro‟ yang dibaca oleh peserta ditentukan oleh panitia.
  7. Tanpa mengucapkan salam.
  8. Durasi lomba MTQ maksimal 7 menit.
  9. Indikator lampu : Hijau: mulai, Kuning: waktu kurang 3 menit, dan Merah : waktu habis (peserta mengakhiri lomba)
  10. Peserta kompetisi berbusana muslim, rapi dan sopan.
  11. Pemenang kompetisi adalah pemenang medali emas, perak dan perunggu putera dan pemenang medali emas, perak dan perunggu puteri.
  12. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

Kriteria Penilaian


  1. Lagu dan suara
  2. Tajwid
  3. Makhorijul Huruf/Fashohah
  4. Kesopanan

Protes


  1. Protes dalam hal non tehnis hanya dapat diajukan ke Panitia Penyelenggara
  2. Keputusan wasit yang sesuai dengan kewenangannya adalah mutlak
  3. Protes dalam hal tehnis dapat disampaikan ke Panitia Penyelenggara.

Technical Meeting

Technical Meeting (pertemuan tehnik) dilaksanakan 1 (satu) hari sebelum pertandingan dimulai dan diikuti oleh official.

Hal-hal Lain

Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan/tata tertib dalam pertandingan ini akan ditentukan kemudian secara musyawarah mufakat pada saat technical meeting.

Read More

AKSIOMA 2017 Digelar di Yogyakarta

GuruMuda.web.id - Sejak tahun 2009 Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) terbukti memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi terwujudnya semangat belajar siswa di lingkungan madrasah.

Terciptanya suasana tersebut di lingkungan pendidikan madrasah menumbuhkembangkan siswa dalam meraih prestasi belajar yang membanggakan.

AKSIOMA sebagai program unggulan 2 tahunan Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama untuk tahun 2017 ini akan digelar di Yogyakarta

Dirjen Pendis melihat perkembangan dan dinamika nasional, bahwa futsal adalah olahraga yang banyak digandrungi masyarakat masa kini. Pada penyelenggaraan Aksioma tahun ini Dirjen Pendis menganggap perlu futsal masuk dalam olahraga yang ikut dikompetisikan.

Harapnnya bakat-bakat terpendam siswa madrasah pada olahraga futsal ini dapat tersalurkan dan dapat meraih prestasi yang gemilang.

Tidak menutup kemungkinan hasil AKSIOMA tingkat nasional merupakan bibit-bibit yang bisa juga diorbitkan pada kejuaran olahraga dan seni tingkat nasional maupun internasional.



Read More