Friday, January 13, 2017

Cara Membuat Pohon Literasi di Microsoft Office Word. Berikut Contoh Desain Uniknya

GuruMuda.web.id - Pada tulisan sebelumnya, saya pernah berbagi Contoh Pohon Literasi yang dibuat CorelDRAW. Kali ini saya akan berbagi bagaimana Cara Membuat Pohon Literasi di Microsoft Office Word. Berikut Contoh Desain Uniknya.

Bagi para pengguna komputer sudah sangat pasti mengenal mengoperasikan program Microsoft Office Word. Sebagai pengolah kata Ms. Office Word tidak hanya pintar urusan ketik mengetik, tapi membuat gambar sederhana dan unik pun sangat bisa. Menggambar Pohon Literasi, misalnya.

Baca Juga:
Contoh Pohon Literasi Sekolah
Cara Membuat Buletin Kreatif Sekolah dengan Microsoft Office Word

Literasi sebagai media Literasi Sekolah adalah Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Baiklah, langsung kepada Cara Membuat Pohon GELIS alias Gerakan Literasi Sekolah:

Pertama, Buka Microsoft Word
Kedua, Klik tombol “Insert”

 Cara Membuat Pohon Literasi di Microsoft Word

Ketiga, Klik tombol “Shapes”, selanjutnya akan muncul tab seperti berikut




Keempat, Selanjutnya klik icon “Curve”



Kelima, Terakhir silahkan anda menggambar sesuai keinginan sendiri.

SELAMAT BERKREASI

Berikut Contoh Desain Unik nan Sederhananya: DI SINI


Read More

Wednesday, January 4, 2017

Gurusiana: Solusi Bagi Guru yang Belum Memiliki Blog

GuruMuda.web.id - Bagi guru blogger, guru yang suka ngeblog, pastinya sudah terbiasa menulis atau posting di blog pribadi. Saya pun demikian. Menulis seputar pendidikan dan dakwah dituangkan di blog Guru Muda tercinta ini dengan alamat www.gurumuda.web.id.

Namun, banyak rekan sejawat yang masih belum punya blog. Banyak pula alasannya. Salah satu alasannya:

“Saya nggak bisa membuat blognya, Pak?”

Kalau saya ada waktu renggang, saya sering membuatkan blog rekan guru dan juga dosen secara FREE. Tujuannya supaya mereka aktif menulis di blog. Sayang kalau mereka menulis, apalagi yang panjang-panjang hanya ditulis di kronologi faceboknya saja. Padahal, tulisannya akan terus dihimpit dengan tulisan baru.

Adalah GURUSIANA. Yang menurut hemat saya bisa dijadikan sebagai tempat menuangkan ide tulisan, bisa fiksi maupun non fiksi. Tulisan perdana saya berjudul Selingkuh Bu Sonia. Cerita pendek yang saya tulis ulang di blog Guru Muda. Cerita yang sangat pendek sekali.

Ada beberapa kategori tulisan di Gurusiana:
- Opini
- PTK
- Best Practice
- Reportase
- Kolom
- Cerpen
- Resensi
- Parenting

Tampilannya seperti di bawah ini:



Lalu, bagaimana cara daftar di Gurusiana, Pak?

Untuk daftar di Gurusiana sangatlah gampang:
1. Sila untuk mengunjungi gurusiana.id atau silakan ketik di Pencarian Google "gurusiana.id". Jangan lupa KLIK ya...


2. Silakan nikmati dulu tulisan hasil karya guru. Jika sudah membaca artikel para guru, apalagi cerpen Cerpen Guru Muda Selingkuh Bu Sonia,
Silakan untuk meng-klik Daftar, seperti di bawah ini:


3. Anda akan diarahkan ke halaman pendaftaran:

Silakan isi:
- Nama
- Alamat Email
- Telepon
- Password

Catatan: Jangan lupa klik juga "Saya bukan robot". Lalu KLIK Register.

4. Cek Email
Jika tidak ada di kotak masuk, silakan cek di SPAM. Klik tulisan "Verifikasi Akun Sekarang Klik Disini"


5. SELAMAT
Anda sudah bisa menulis di gurusiana dan bisa mengedit data pribadi.



Salam Aktif Menulis!!!

Eitsss... Tunggu dulu

Ternyata di Gurusiana, kita tidak hanya bisa menulis saja. Menyisipkan video pun sangat-sangat bisa. Tulisan Pak Luki Burhansyah dengan judul "Tutorial Cara Membenamkan Vidio di Gurusiana" bisa membantu.

Selain menulis, Anda bisa menambahkan video sebagai penguat artikel. Selamat berkarya!!!

Semoga Bermanfaat.



Read More

AGUPENA: Wadahnya Guru Penulis Indonesia

GuruMuda.web.id - Pentingnya guru membudayakan menulis menjadi tugas penting bagi guru yang lainnya untuk mewadahi guru penulis atau calon penulis. Maka, diperlukan organisasi untuk memfasilitasinya.

Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) adalah salah satu organisasi nonprofit di Indonesia yang anggotanya adalah para guru/pensiunan guru, dosen/pensiunan dosen dan tenaga kependidikan/pensiunan tenaga kependidikan yang memiliki minat dalam kepenulisan.

AGUPENA yang berkedudukan di Kota Tangerang, Banten ini berdiri sejak 28 November 2006 di Jakarta. Achjar Chalil (almarhum) adalah pendiri dan sekaligus ketua umum pertama.

Achjar Chalil, S.Pd (alm)

Tujuan dibentuknya AGUPENA untuk membantu pemerintah dalam rangka membangun peradaban dan mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui kegiatan penulisan karya tulis: fiksi atau nonfiksi, karya ilmiah maupun karya sastra, serta bahan ajar yang mengandung nilai-nilai agama, moral, etika, estetika, akhlak mulia, pengembangan dan penguasaan teknologi. Ini selaras dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003: Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen.

AGUPENA Didirikan oleh Para Pemenang Lomba Penulisan Naskah Buku Bahan Bacaan

Atas usulan dan dukungan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) yang saat itu dijabat oleh Prof. DR. Fasli Jalal, AGUPENA didirikan pertama kali pada tanggal 28 November 2006 di Jakarta oleh para Pemenang Lomba Penulisan Naskah Buku Bahan Bacaan yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

AGUPENA ini bersifat keilmuan, profesional, dan mandiri dengan memiliki tiga fungsi:

Pertama, sebagai wadah persatuan, pembinaan dan pengembangan guru penulis Indonesia.
Kedua, sebagai wadah partisipasi aktif profesional guru penulis dalam usaha menyukseskan pembangunan nasional. 
Ketiga, sarana penyalur aspirasi anggota dan komunikasi sosial timbal-balik antarorganisasi profesi, kemasyarakatan, dan pemerintah. 


Kegiatan dan Usaha AGUPENA

Tentunya sebuah organisasi harus di dukung dengan kegiatan dan usahanya. Adapun Kegiatan dan Usaha AGUPENA sebagai berikut:
  • Memberikan  pembinaan dan pelatihan kepada para guru, dosen, dan tenaga kependidikan agar mampu menulis bahan bacaan, buku pelajaran, karya ilmiah dalam bentuk tulisan yang selaras dengan tujuan pendidikan Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
  • Membantu Pemerintah mendorong peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara;
  • Menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintah dan swasta di dalam maupun di luar negeri bagi kemajuan dan kesejahteraan serta peningkatan kualitas profesi guru penulis;
  • Menerima/melayani guru, dosen, dan tenaga kependidikan yang menulis bahan bacaan yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta diperuntukan bagi peserta didik dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi;
  • Menyelenggarakan penelitian, pelatihan, dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan serta studi banding keilmuan dan profesi;
  • Melakukan kegiatan dan usaha lain yang halal yang dapat mewadahi dan menghidupi kegiatan organisasi dan para anggotanya.

Keanggotaan AGUPENA

Ada tiga kategori keanggotaan di AGUPENA, yaitu :

1. Anggota Biasa
Guru/Pensiunan Guru
Dosen/Pensiunan Dosen
Tenaga Kependidikan/Pensiunan Tenaga Kependidikan
2. Anggota Luar Biasa
Mereka yang masih mengikuti pendidikan sebagai calon guru dan siapa pun yang memiliki perhatian kepada dunia kepenulisan yang relevan dengan pendidikan
3. Anggota Kehormatan
Mereka yang karena keahliannya, sifat pekerjaannya, atau kedudukannya oleh organisasi dipandang dapat memberikan partisipasi bagi perkembangan dan kemajuan AGUPENA.
Mereka yang karena minat dan kegiatannya telah berjasa terhadap perkembangan dunia kepenulisan
***
Untuk mengetahui hasil karya tulis Guru Indonesia sila untuk mengunjungi situs AGUPENA: www.agupena.or.id

Read More

Friday, December 30, 2016

Muqoddimah Kitab Syi'rul Hisan

GuruMuda.web.id - Malam Jum’at memang rutinitas saya dan anak-anak mengisi malam penuh berkah ini dengan istighosah wa sholawah. Juga pembacaan sirah nabi dalam Kitab Syi’rul Hisan berbahasa Sunda huruf Pegon. Saya lantunkan dengan danding Pupuh Sinom.

Syi’rul Hisan fi Tafadhil Maulid Sayyidil Insi wal Jan adalah nama kitab resminya. Yang berarti Syair Mulia: Menyambut Kelahiran Pemimpin Manusia dan Jin.

Buah karya Muhammad Juwaini bin Abdurrahman dari Parakansalak, Sukabumi.

Sementara hak penerbitannya dipegang oleh As Sayyid Ali Al Aydrus. Kitab Syi'rul Hisan mulai dicetak sebelum Juli 1937 (1356 H).

Kitab Syi'rul Hisan adalah kumpulan syi'iran. Jadi dalam pembacaannya pun bisa bahar yang disesuaikan dengan liriknya.

Namun, biasanya untuk di jilid pertama, saya menggunakan Pupuh Sunda "Sinom" atau "Maskumambang"

Muqoddimah Kitab Syi’rul Hisan


Héi Alloh Nu Maha Agung
Abdi nyuhunkeun pitulung
midamel ieu syi’iran
Nyarioskeun mauludan

Nyarioskeun mauludna
Gusti abdi sadayana
Muhammad kakasih gusti
Panutupna nabi-nabi

Anu parantos dipilih
Jadi lawangna pangasih
Anu seueur mu’jizatna
Teu aya étangannana

Anu nyaah ka umatna
Kanu tumut ka anjeunna
Anu ngaboga syafa’at
Anu agung di Qiyamah

Nyarioskeun Gusti Alloh Ngadamel Nur Kanjeng Nabi Muhammad Méméh Ngadamel Nabi Adam


Keresa nu Maha Agung
Ngadamel Nur anu luhung
Saméméh didamel ramana
Nabi Adam jeung garwana

Saparantos Gusti Alloh
Midamel nur Rosululloh
Lajeng damel nabi adam
‘alaihi afdolu salam

Lajengna nur ditetepkeun
Di Adam dimanatkeun
Lajeng kanjeng Nabi Adam
‘alaihi afdolu salam

Dilebetkeun ka sawarga
Pitempateun anu mulya
Malaikat diparéntah
kedah sujud teu ngabantah

Ti dinya cahyana ngalih
Ka Nabi Syits nu dipilih
Lajeng kanjeng Nabi Adam
‘alaihi afdolu salam

Wasiat ka sadayana
Ka putra sareng putuna
Kieu wasiat ramana
Ka Nabi Syits pangpayunna

Hei Nabi Syits éta cahya
Cahaya nabi nu mulya
Ulah dilalaworakeun
Ku manéh mudu pindahkeun

Ka istri anu beresih
Ka nu suci masing rapih
Lajeng cahya kanjeng nabi
Ngalih deui ngalih deui

Tinu suci kanu suci
Dongkap ka keresa gusti
Ngalihna éta cahaya
Ka Abdul Mutholib téa

Ti Abdul Mutholib ngalih
Eta cahya ka Abdulloh
Ti Abdulloh ka gerhana
Siti Aminah wastana

Nu diselir ku pangéran
Dipapaprin kamulyaan
Didamel ibu ramana
Nabi anu pang unjulna


Semoga bermanfaat bagi yang sedang mencari informasi Kitab Syi'rul Hisan.
Saya dan anak-anak sedang berdo'a setelah membacakan Kitab Syi'rul Hisan
Baca Juga: Demi Mencintai, Mati Lampu Bukan Halangan
Read More

Saturday, December 24, 2016

Ternyata Bukan Shalahuddin Al Ayyubi yang Memperingati Maulid Nabi Secara Besar-besaran

GuruMuda.web.id - Raja Abu Sa’id Mudzoffar (ipar Sultan Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi)  adalah orang pertama yang memperingati Maulid Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam secara besar-besaran.

Walaupun raja yang memerintah Kerajaan Arbil (Arbelles), sebelah timur Mosul, Irak, itu sehari-harinya hidup sederhana, ia tidak segan-segan mengeluarkan sampai 300 ribu dinar (1 dinar= 2.038.409, jika 300.000 x 2.038.409 = 611.522.700.000 alias enam ratus miliar lebih) ketika itu, demi  memperingati Maulid Nabi.
Pembacaan Kitab Maulid Adhiyau Lami (17/01/2013) dok. pribadi

Arbil, kerajaan yang tegolong kecil, pernah diserbu Raja Mongolia, Zengis Khan. Raja Mudzoffar membayangkan, apabila rakyat tidak memiliki ketahanan mental yang tinggi, tentu mereka akan menjadi keganasan nafsu ekspansionisme.

Pada saat semangat rakyat melemah, Raja menemukan gagasan untuk membangkitkannya kembali dengan mengungkapkan riwayat kehidupan Nabi Muhamma shalallahu ‘alaihi wa sallam yang penuh heroisme dan patriotisme dalam menengakkan kebenaran, serta melindungi hak kaum lemah dan golongan tertindas.

Kajian mengenai hidup dan  kehidupan Nabi itu ternyata mampu membangun kembali semangat rakyat serta menumbuhkan ketahanan nasional yang tinggi. Sehingga, Zengis Khan tidak berhasil menundukkan kerjaan kecil itu.

Gagasan Raja Mudzoffar yang kemudian digunakan oleh Sultan Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi (1174-1193 Masehi atau 570 – 590 Hijriah) dari Dinasti Bani Ayyub, untuk membangkitkan semangat rakyat dalam Perang Salib, yang cukup lama.

Saat itu, dunia Islam sedang mendapat gelombang serangan dari berbagai bangsa Eropa: Prancis, Jerman dan Inggris.

Awalnya, gagasan Shalahuddin ditentang oleh para ulama. Sebab sejak zaman Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, peringatan seperti itu tidsak pernah ada. Lagi pula, hari raya resmi menurut ajaran agama Cuma ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

Akan tetapi, Shalahuddin menegaskan, perayaan Maulid Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syi’ar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid’ah.

Ketika Shalahuddin meminta persetujuan dari Khalifah An Nashr di Baghdad, ternyata khalifah setuju. Maka, pada ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 Hijriah (1183 M), Sultan Shalahuddin Al Ayyubi, sebagai penguasa Haramain (dua tanah Suci: Makkah dan Madinah).

Khalifah An Nashr mengimbau kepada seluruh jamaah haji agar, jika kembali ke tanah air masing-masing, segera menyosialisasikan kepada umat Islam bahwa, mulai tahun 580 Hijriah atau 1184 Masehi, tanggal 12 Rabbi’ul Awwal merupakan hari perayaan Maulid Nabi shalallahu ‘alaihi wwa sallam, dengan bebagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.

Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Sultan Shalahuddin pada peringatan Maulid  Nabi shalallahu’ laiahi wa sallam yang pertama adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat beserta puji-pujian bagi Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan bahasa seindah mungkin.

Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenangnya adalah Syaikh Ja’far Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji sampai sekarang sering dibaca umat Islam pada peringatan Maulid Nabi.

Mencintai Nabi dengan Membacakan riwayat kehidupannya.
Peringatan Maulid Nabi di Kampung Lunjuk Girang (16/02/2014)

Ternyata, peringatan Maulid Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang diselenggarakan Sultan Shalahuddin Al Ayyubi itu membuahkan hasil yang memuaskan. Semangat umat Islam dalam Perang Salib bergelora kembali.

Pada tahun 583 Hijriah atau 1187 Masehi, Jerusalem bisa direbut oleh Shalahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjdil Aqsha kembalimenjadi tempat beribadah umat Isalm, sampai hari ini.

Jadi, mauludan bukanlah perayaan kelahiran biasa, tapi lebih daripada itu. Yakni, untuk mengingatkan kembali sikap dan perilaku Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Sikap dan perilaku tersebut tidak sekadar untuk diketahui, namun juga dicontoh, dihayati, dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. (Dari beberapa artikel yang pernah dibaca)

Read More

Sunday, December 4, 2016

Makannya Nabi, Berbeda dengan Makannya Kita

Makhluk hidup memerlukan makanan untuk melangsungkan kehidupannya. Begitu juga dengan makhluk teragung, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, yang diagungkan oleh Yang Maha Agung.

Namun, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memiliki cara dan aturan sendiri. Dan inilah yang menjadikan beliau sehat dan kuat

Istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, Siti ‘Aisyah, memberikan kesaksian terhadap kebiasaan beliau dala, memenuhi kepeluan makannya. Yakni, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memenuhi perutnya.

Ketika bersama keluarga, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak perah minta makanan kepada istri-istrinya. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam makan dan minum apa yang dihidangkan.

Teladan ini mungkin sangat berlainan dengan kita sekarang ini, tetapi begitulah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menyontohkan. Dan kita pun sebagai pengikut beliau, berusaha untuk terus meneladani akhlak beliau.

Namun, ada saja diantara kita yang mencoba mementahkan hadits itu dengan hadits lainnya. Yaitu, ketika itu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bertamu di rumah Barirah. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah aku melihat daging di dalam panci?” (H.R. Bukhari & Muslim). Mkasudnya, “Mengapa tidak mau kau hidangkan untukku?”

Mengapa Nabi bersabda begitu. Seolah-olah Nabi meminta makanan dari tamu? Tidak demikian. Bukannya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam meminta-minta makanan. Tetapi, beliau ingin menjelaskan kepada para sahabat bahwa, karena mereka menyangka daging tersebut bagi Nabi, beliau menyataan sunnahnya, boleh memakan daging itu.

Karena itulah, kemudian beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Daging ini adalah shadaqah untuk Barirah dan hadiah bagi kita.”

Hanya Sepertiga Perut

Al Miqdam ibnu Ma’dikarib berkata bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Anak Adam tidak memenuhi suat bejana yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa potong makanan untuk menguatkan punggungnya. Jika memerlukan lebih banyak lagi, sepertiga perut untuk makanan, sepertiganya untuk minuman, dan sepertiga sisanya untuk (rongga) bernapas.”

Dari sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam inilah banyak ulama menambah keterangannya, sebagaimana disampaikan Sufyan Ats Tsauri, seorang tabi’in (muridnya sahabat),

“Makanlah hanya sedikit makanan, sehingga seseorang akan tahan terjaga di tengah malam.”

Begitu juga seorang salafusshalih menjelaskan, “Janganlah banyak makan. Jika banyak makan, engkau juga banyak minum. Akibatnya banyak tidur, dan akhirnya banyak kehilangan (waktu untuk beribadah).”


Cara Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam makan

Diriwayatkan, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Cara makan yang lebih kusukai adalah makan dengan banyak tangan.”
Maksudnya, dengan memakai tangannya dan bersama-sama orang lain.
KH Ahmad Asrori Makan bersama Abuya Muhammad Alawi Al Maliki Makkah

Dalam hadits shahih, Nabi Muhammd shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi diriku sendiri, aku tidak makan seraya mengambil sikap duduk.”

Maksudnya mengambil tempat duduk tertentu, atau duduk bersandar dalam rangka makan. Misalnya, duduk bersila atau dengan cara duduk lain yang lebih enak.

Seperti seseorang yang bersila atau dengan cara duduk lain yang lebih nayaman ketika makan. Apabila seseorang mengambil sikap duduk tertentu atau dengan cara tetentu, ia berusaha menghabiskan banyak makanan. Ketika Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam duduk untukmakan, beliau duduk setelah berjongkok, persis seorang yang hendak bangkit dari duduk (Hadits Riwayat Bukhari)

Inti dari hadits itu, menurut Qadhi bin Iyadh, seorang pakar hadits, bukanlah semata-mata duduk bersandar pada sebuah sisi sebagaimana dikatakan oleh sebagian orang. Melainkan, bisa saja dalam kondisi lain beliau duduk sebagaimana orang pada umumnya.

Hal seperti itu juga berlaku dalalm tidurnya. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam tidur hanya sebentar. Beberapa riwayat hadits terpercaya menyatakan perihal tidur beliau yang sebentar.
Lebih jauh, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekalipun mataku tertidur, hatiku terjaga.” (Hadits Riwayat Bukhari)

Wallahu ‘alam bi shawwab.

Read More

Saturday, December 3, 2016

Lirik Syi'iran Tanpo Waton yang Populer dengan Versi 3 Bahasa

Syiir Tanpo Waton yang sebagian kalangan meyakini  bahwa syi'iran itu gubahan dari KH. Abdurrahman Wahid atau biasa disapa Gusd Dur. Ternyata KH.Mohammad Nizam As-Shofa atau Gus Nizam sang pemangku Pondok Pesantren AhlusShofa wal Wafa adalah penggubah aslinya.

Syi'ira Tanpo Waton bukan syi'iran sembarangan. Dengan padanan kata yang nyastra sufistik. Syiir Tanpo Wathon Gus Nizam ciptakan sejak tahun 2004.

Menurut Gus Nizam, Syi'ir Tanpo Wathon itu tercipta sat beliau mulai senang menyendiri di kamar dan sedang menggandrungi kesenian wayang sambil belajar Bahasa Jawa.

Disinggung tentang kepopuleran syiir yang oleh sebagian orang dikatakan sebagai karya dan suara Gus Dur,  Gus Nizam  tidak mempermasalahkannya. Justru beliau bersyukur bila Syiir yang diciptakannya itu bisa didengar banyak masyarakat.
Gus Nizam, penggubah Syi'ir Tanpo Waton

Berikut Lirik Syi'ir Tanpo Waton dengan beberapa versi 3 bahasa (Bahasa Jawa, Indonesia, dan Sunda)


Astaghfirulloh...Robbal baroyaah....
Astaghfirulloh...Minal Khothoyah....
Robbi zithni..'ilmannafii'aa...
Wawaffiqni...'Amalaan sholikha....

Ya roshulalloh..salam mun'alaika...
Ya rofi'asyaaniwaddaarojii....
'Athfataiyajii rotal'alaami...
Ya Uuhailaljudiwalkaromi.....2X

Dalam Bahasa Jawa
Ngawiti ingsun nglaras syi’iran
Kelawan muji maring Pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo pitungan 2X

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syareat bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sengsoro 2X

Akeh kang apal Qur’an Haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2X

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nisto 2X

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhide
Baguse sangu mulyo matine 2X

Kang aran sholeh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo haqiqot manjing rasane 2 X

Al Qur’an qodim wahyu minulyo
Tanpo tinulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo 2X

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat Rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjinge iman 2 X

Kelawan Alloh Kang Moho Suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas-pasan
Kabeh tinakdir saking Pengeran 2X (

Kelawan konco dulur lan tonggo
Kang podho rukun ojo dursilo
Iku sunahe Rosul kang mulyo
Nabi Muhammad panutan kito 2x

Ayo nglakoni sakabehane
Alloh kang bakal ngangkat drajate
Senajan asor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate 2X

Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Alloh swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese 2X

Lirik Tanpo Waton dalam Bahasa Indonesia

aku memulai menembangkan syi’ir
dengan memuji kepada Tuhan
yang memberi rohmat dan kenikmatan
siang dan malam tanpa perhitungan

wahai para teman pria dan wanita
jangan hanya belajar syari’at saja
hanya pandai bicara, menulis dan membaca
esok hari bakal sengsara

banyak yang hapal Qur’an dan Hadits
senang mengkafirkan kepada orang lain
kafirnya sendiri tak dihiraukan
jika masih kotor hati dan akalnya

gampang terbujuk nafsu angkara
dalam hiasan gemerlapnya dunia
iri dan dengki kekayaan tetangga
maka hatinya gelap dan nista

ayo saudara jangan melupakan
wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya
untuk mempertebal iman tauhidnya
bagusnya bekal mulia matinya


Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya
karena mapan lengkap ilmunya
menjalankan tarekat dan ma’rifatnya
juga hakikat meresap rasanya

Al Qur’an qodim wahyu mulia
tanpa ditulis bisa dibaca
itulah petuah guru mumpuni
ditancapkan di dalam dada

menempel di hati dan pikiran
merasuk dalam badan dan seluruh hati
mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman
sebagai sarana jalan masuknya iman

Kepada Alloh Yang Maha Suci
harus mendekatkan diri siang dan malam
diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas
dzikir dan suluk jangan sampai lupa

hidupnya tentram merasa aman
mantabnya rasa tandanya beriman
sabar menerima meski hidupnya pas-pasan
semua itu adalah takdir dari Tuhan

terhadap teman, saudara dan tetangga
yang rukunlah jangan bertengkar
itu sunnahnya Rosul yang mulia
Nabi Muhammad tauladan kita

ayo jalani semuanya
Allah yang akan mengangkat derajatnya
Walaupun rendah tampilan dhohirnya
namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah

ketika ajal telah datang di akhir hayatnya
tidak tersesat roh dan sukmanya
dirindukan Allah surga tempatnya

utuh jasadnya juga kain kafannya

Lirik Tanpo Waton dalam Bahasa Sunda

NGAWITAN ABDI MAOS SYI’IRAN
KALAWAN MUJI GUSTI PANGERAN
DZAT NU MAPARIN RAHMAT KANIKMATAN
SIANG JEUNG WENGI TEU ITUNG-ITUNGAN

DUH DULUR-DULUr KA SADAYANA
ULAH MUNG NGAJI WUNGKUL SYARETANA
KUR PINTER DONGENG, NULIS JEUNG MACA
AKHIRNA HUNGKUL MEUNANG SANGSARA

LOBA NU APAL QUR’AN JEUNG HADIST
SENENG NGAFIRKEUN JALMA LIANNA
KAFIR SORANGAN TEU DIPALIRE
PADAHAL MASIH KOTOR HATENA

GAMPANG KABUJUK NAFSU ANGKARA
DINA HIASAN GEBYARNA DUNYA
IRI JEUNG DENGKI BEUNGHAR TATANGGA
JADI ATINA POEK JEUNG NISTA

YUK DULUR-DULUR ULAH MOPOHOKEUN
WAJIB NGAJI JEUNG KANA NINGKATKEUNNA
PIKEUN NGANDELKEUN IMAN TAUHIDNA
SAENA BEKEL MULYA MAOTNA

JALMA NU SHOLEH SAE ATINA
MARGI SAMPURNA KAELMUANNANA
NGANGGE THORIQOT SARENG MA’RIFATNA
DUGI HAKEKAT LEBET MANAHNA

AL QURAN QODIM WAHYU NU MULYA
HENTEU DITULIS BISA DIBACA
ETA WEJANGAN GURU WASKITA
DITANCEUPKEUN DINA JERO DADA

NEMPELNA ATI REUJEUNG PIKIRAN
ASUPNA BADAN KABEH JERONA
MU’JIZAT ROSUL JADI PEDOMAN
MINANGKA JALAN LEBETNA IMAN

KALAWAN ALLOH NU MAHA SUCI
MASRAHKEUN DIRI SIANG JEUNG WEUNGI
DITIRAKATAN DIRIYADHOHAN
DZIKIR JEUNG SULUK ULAH DIPOHOKEUN

HIRUPNA TENGTREM NGARASA AMAN
ETA TEH TANDA JALMA NU IMAN
SABAR NARIMA NAJAN PAS-PASAN
SADAYA TAQDIR TI GUSTI PANGERAN

KA DULUR BATUR REUJEUNG TATANGGA
KUDU RARUKUN ULAH PASEA
ETA TEH SUNNAH RASUL NU MULYA
NABI MUHAMMAD PANUTAN URANG

YUk NGALAKONAN SAKABEHNA
ALLAH BAKAL NGANGKAT DARAJATNA
SANAJAN HANDAP DARAJAT LAHIRNA
TAPI MULYA MUNGGUH ALLAH TA’ALA

MUN TIMANG MANGSA, DINA AKHIRNA
MOAL KASASAR ROH JEUNG SUKMANA
DIPUJI ALLAH SURGA TEMPATNA
WEUTETUH MAYITNA OGE KAFANNA


ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ * يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ

عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَم * يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ


Syi'ir ini bisa dibacakan/dinadhomkan sebelum kegiatan majelis dimulai.
Semoga Bermanfaat!!!!
Read More

Friday, November 11, 2016

HEBAT!!! Berkat Kerjasama Super Team Guru dan Siswa, SMA Banjarwangi 01 Melaju ke Babak Final

Tim sepak bola SMA Banjarwangi 01 memastikan diri melaju ke babak final Turnamen Banjarwangi Cup 2016 melawan Hippa FC, besok 12/11/2016.

Turnamen tahunan yang diikuti oleh 22 tim ini diselenggarakan dalam rangka Hari Sumpah Pemuda 2016 yang diselenggarakan oleh Desa Wangunjaya .

Tim SMA Banjarwangi 01 yang awalnya sebagai tim kuda hitam atan non-unggulan mampu mengejutkan tim lawan.
Pipin Awaludin, Kapten SMA Banjarwangi 01

"Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kerjasama guru dan siswa, tim kami mampu melaju ke babak final," ujar Coach Pipin Awaludin kepada Guru Muda.

Di babak penyisihan SMA Banjarwangi 01 bertanding lima kali dengan hasil poin 11. Lolos ke delapan besar melawan AMK, menang 2-0. Dilanjut semifinal melawan Persika (Kadongdong) menang dalam rama adu pinalti 4-2 (2-2).


Turnamen sepak bola Bnajarwangi Cup ini dimulai sejak tanggal 9 Oktober hingga 12 Nopember 2016 di Lapangan Desa Kadongdong, Banjarwangi, Garut.

Berikut Susunan Pemain SMA Banjarwangi 01:
Kapten: Pipin
Striker: Willy, Pipin, Ude
Kiper: Yudi
Libero: Aep, Aep, Alo, Randy, Dodi
Gelandang: Iwan, Tegar, Agus


Tim SMA Banjarwangi 01 menjadi kandidat tim terbaik dalam turnamen ini dan mendapatkan apresiasi dari Kepala Desa Kadongdong dan pihak pemerintahan Kecamatan Banjarwangi.[EDU JOURNALISM/ RONI YUSRON FAUZI]
SMA BANJARWANGI SATU GARUT
Read More

Literasi Digital Club (LDC) sebagai Ekskul Unggulan Tambahan

Tujuannya sangat sederhana. Mengajak siapapun untuk meningkatkan minat baca tulis secara digital.

Saya sebut LDC. Literasi Digital CLUB. Sebagai salah satu ekstrakurikuler tambahan di MTs IQRO dimana saya mengajar. LDC adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang menitikberatkan kecakapan siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Meskipun banyak ekstrakurikuler yang ada di MTs, seperti Tahfiz Qur'an, Karate, Paduan Suara, Marawis, dan Marching Band. Saya berinisiatif menggandeng zaman digital seperti saat ini dengan membuka ekstrakurikuler LDC, dengan harapan semoga bisa menjadi jembatan bagi siswa akan pentingnya ekstrakurikuler di sekolah.

Untuk materi awal, saya memberikan pelajaran dasar seperti Microsoft Office Word untuk kelas 7. Alasannya, karena untuk kurikulum 2013 ini, dengan "TERPAKSA" mapel TIK harus dihilangkan.

Anggota LDC sendiri saya fokuskan untuk anak-anak kelas 7. Karena masih banyak waktu untuk mereka menguasai beberapa program aplikasi. Next time, mereka harus mampu membuat aplikasi android dengan mudah.


Tentunya materi Ms. Word tak bisa dipisahkan dengan program selanjutnya. Metoda yang saya gunakan harus diikuti siswa dengan cepat. Maka dari itulah, untuk sementara saya hanya memilih siswa yang memiliki laptop saja. Supaya di rumah, materi yang dibahas bisa diulang kembali.

Literasi Digital Club sebagai upaya menambah khazanah Gerakan Literasi Sekolah berbasis digital. [RONI YUSRON FAUZI]
Read More

Tuesday, November 8, 2016

Contoh Pohon Literasi Kelas

Literasi Sekolah adalah Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Tujuannya untuk menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa di sekolah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan upaya kreatif. Salah satunya dengan membuat Pohon Literasi Kelas.

Saya membuat Desain Pohon Literasi ini dengan menggunakan CorelDRAW, silakan bisa dicopy.
Sebenarnya pohon literasi bisa dibuat dengan kertas karton.

>> Baca Juga: GERAKAN LITERASI SEKOLAH: Menumbuhkan Budaya Literasi di Sekolah


Bagaimana cara pohon literasi?
Sangatlah mudah. Siswa bisa menempelkan daun-daun atau gambar buku yang berisikan identitas siswa, buku yang sudah dibaca serta rangkumannya. Setelah menempelkan daun-daun pada pohon literasi, siswa mempresentasikan apa inti buku tersebut sebagai kegiatan literasi selanjutnya.

Untuk DOWNLOAD Versi CorelDRAW, silakan saya bagikan di Google Drive di SINI
Read More