Sunday, February 19, 2017

4 Aplikasi untuk Membuat Buletin Kreatif

Gurumuda.web.id - Buletin sebagai salah satu media informasi kepada khalayak untuk memberikan kegiatan yang dilakukan. Buletin Sekolah dibuat bisa sebagai media publikasi kepada khalayak umum, termasuk orang tua siswa.

Pun buletin menjadi media belajar siswa, sebagai aplikasi dari kegiatan belajar mengajar. Memadukan beberapa pelajaran, khususnya pelajaran Bahasa Indonesia.

Saya biasa membuat buletin dengan aplikasi yang sedikit saya kuasai, diantaranya dengan CorelDRAW atau Microsoft Office Word. Namun, ada lagi aplikasi untuk membuat buletin kreatif sekolah.


4 Aplikasi untuk Membuat Buletin Kreatif:


1. Microsoft Office Word
 Untuk membuat buletin di MNicrosoft Office Word pernah saya tulis di postingan sebelumnya berikut contohnya.

Baca: Cara Membuat Buletin Kreatif Sekolah dengan Microsoft Office Word

2. Microsoft Office Publisher
Saya anggap Anda sudah bisa membuka aplikasi Microsoft Office Publisher.
Di sana akan banyak pilihan / Tipe Publikasinya. Seperti ini.


lalu, pilih Newsletters

Silakan pilih desain yang Anda sukai, lalu isi artikel seputar kegiatan sekolah atau yang lainnya.

3. Membuat Buletin dengan CorelDRAW

Aplikasi CorelDRAW memang dispesialkan untuk membuat desain grafis, termasuk membuat buletin.
Saya sering membuat buletin dengan CorelDRAM. Salah satu contoh buletin yang saya buat di CorelDRAW di bawah ini:

4. Membuat Buletin dengan Photoshop

Photoshop ini jago membuat atau memanipulasi foto. Aplikasi ini pun bisa dimanfaatkan untuk membuat buletin kreatif sekolah. Meskipun agak sedikit bisa, saya sangat jarang menggunakan photoshop ini dalam pembuatan buletin.

Demikian yang bisa saya tulis tentang 4 Aplikasi untuk Membuat Buletin Kreatif.

Semog bermanfaat.

Read More

Tuesday, January 31, 2017

Peraturan Kompetisi Seni Hadroh AKSIOMA 2017

GuruMuda.web.id - Euforia Seni Hadroh di Indonesia sangat membanggakan. Ini menjadi pertimbangan kembali bagi Dirjen Pendis Kementerian Agama RI untuk memasukkan kembali Seni Hadroh dalam cabang kompetisi AKSIOMA untuk tahun 2017 ini.

Bagi para peserta atau madrasah yang mengikutsertakan peserta didiknya tentu harus memahami bagaimana peraturan kompetisinya.

Ketentuan Kompetisi Seni Hadroh AKSIOMA 2017


  1. Peserta adalah 1 (satu) group hadroh putri dan putra terdiri dari 7 siswi dan siswa MTs perwakilan provinsi.
  2. Peserta melakukan daftar ulang dan pengambilan nomor undian 30 menit sebelum pelaksanaan kompetisi.
  3. Nomor urut penampilan berdasarkan undian yang dilakukan sebelum lomba.
  4. Setiap peserta lomba menyanyikan 1 (satu) lagu pilihan yang telah ditentukan oleh panitia.
  5. Setiap peserta lomba menyanyikan lagu dengan durasi waktu maksimal 10 (sepuluh) menit.
  6. Peserta yang menyanyikan lagu melebihi waktu yang telah ditentukan akan dikenakan pengurangan nilai.
  7. Pemanggilan peserta sesuai nomor undian dan nama peserta tanpa menyebutkan asal kontingen
  8. Nomor undian peserta dikenakan pada dada sebelah kiri.
  9. Pemanggilan peserta dilaksanakan maksimal 3 kali, apabila 3 kali panggilan, belum hadir maka dinyatakan diskualifikasi, kecuali ada alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, peserta lomba dapat tampil pada urutan terakhir.
  10. Peserta lomba berbusana muslim, rapi, dan sopan.
  11. Peserta dilarang keluar masuk ruangan tanpa ada izin dari panitia.
  12. Peserta dilarang membawa HP ke dalam ruangan lomba.
  13. Para official dan atau pendamping tidak diperkenankan memasuki ruang lomba kecuali ada kepentingan mendesak dan atas izin panitia.
  14. Tim juri menentukan pemenang medali emas, perak dan perunggu putera dan pemenang medali emas, perak dan perunggu puteri. Apabila terjadi nilai yang sama, maka Tim Juri akan menentukan pemenang berdasarkan nilai tertinggi dalam penguasaan suara/vocal.
  15. Keputusan dewan juri akan hasil lomba bersifat mutlak tidak dapat diganggu gugat.

Rampak Hadroh oleh Ikatan Hadroh Marawis Garut ( IHMAGA)

Kriteria Penilaian

Penilaian diberikan terhadap 3 (tiga) unsur nilai sebagai berikut :

  1. Harmonisasi (Materi suara)
  2. Teknik
  3. Skill (ekspresi, penjiwaan)
  4. Performance (penampilan, kekompakan dan bloking panggung)

Lagu yang Dipertandingkan

Lagu wajib yang dibawakan dapat memilih lagu berikut :

  • Rohatil - Habib Syech
  • Alfa Shollallahu - Habib Syech
  • Assalamu‟alaik zaynal anbiya - Habib Syech
  • Sholatun Bisalamin Mubin - Habib Syech
  • Ya hanana - Habib Syech
  • Subhanallah - Habib Syech

Protes


  1. Protes dalam hal non tehnis hanya dapat diajukan ke Panitia Penyelenggara
  2. Keputusan wasit yang sesuai dengan kewenangannya adalah mutlak
  3. Protes dalam hal tehnis dapat disampaikan ke Panitia Penyelenggara.

Technical Meeting

Technical Meeting (pertemuan tehnik) dilaksanakan 1 (satu) hari sebelum pertandingan dimulai dan diikuti oleh official.

Hal-Hal Lain

Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan/tata tertib dalam pertandingan ini akan ditentukan kemudian secara musyawarah mufakat pada saat technical meeting.

Read More

Peraturan Kompetisi Seni MTQ

GuruMuda.web.id - Seni MTQ merupakan salah satu cabang yang dikompetisikan dalam Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) tahun 2017 ini.


Adapun peraturan Kompetisinya sebagai berikut:

Peraturan Kompetisi Seni MTQ


  1. Peserta terdiri dari 1 (satu) putra dan 1 (satu) putri MI, MTs dan MA perwakilan provinsi.
  2. Peserta melakukan daftar ulang dan pengambilan nomor undian 60 menit sebelum pelaksanaan kompetisi.
  3. Pemanggilan peserta sesuai nomor undian.
  4. Nomor undian peserta dikenakan pada dada sebelah kiri.
  5. Pemanggilan peserta dilaksanakan maksimal 3 kali, apabila 3 kali pemanggilan berturut-turut tidak hadir, dinyatakan gugur, kecuali dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
  6. Maqro‟ yang dibaca oleh peserta ditentukan oleh panitia.
  7. Tanpa mengucapkan salam.
  8. Durasi lomba MTQ maksimal 7 menit.
  9. Indikator lampu : Hijau: mulai, Kuning: waktu kurang 3 menit, dan Merah : waktu habis (peserta mengakhiri lomba)
  10. Peserta kompetisi berbusana muslim, rapi dan sopan.
  11. Pemenang kompetisi adalah pemenang medali emas, perak dan perunggu putera dan pemenang medali emas, perak dan perunggu puteri.
  12. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

Kriteria Penilaian


  1. Lagu dan suara
  2. Tajwid
  3. Makhorijul Huruf/Fashohah
  4. Kesopanan

Protes


  1. Protes dalam hal non tehnis hanya dapat diajukan ke Panitia Penyelenggara
  2. Keputusan wasit yang sesuai dengan kewenangannya adalah mutlak
  3. Protes dalam hal tehnis dapat disampaikan ke Panitia Penyelenggara.

Technical Meeting

Technical Meeting (pertemuan tehnik) dilaksanakan 1 (satu) hari sebelum pertandingan dimulai dan diikuti oleh official.

Hal-hal Lain

Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan/tata tertib dalam pertandingan ini akan ditentukan kemudian secara musyawarah mufakat pada saat technical meeting.

Read More

AKSIOMA 2017 Digelar di Yogyakarta

GuruMuda.web.id - Sejak tahun 2009 Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) terbukti memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi terwujudnya semangat belajar siswa di lingkungan madrasah.

Terciptanya suasana tersebut di lingkungan pendidikan madrasah menumbuhkembangkan siswa dalam meraih prestasi belajar yang membanggakan.

AKSIOMA sebagai program unggulan 2 tahunan Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama untuk tahun 2017 ini akan digelar di Yogyakarta

Dirjen Pendis melihat perkembangan dan dinamika nasional, bahwa futsal adalah olahraga yang banyak digandrungi masyarakat masa kini. Pada penyelenggaraan Aksioma tahun ini Dirjen Pendis menganggap perlu futsal masuk dalam olahraga yang ikut dikompetisikan.

Harapnnya bakat-bakat terpendam siswa madrasah pada olahraga futsal ini dapat tersalurkan dan dapat meraih prestasi yang gemilang.

Tidak menutup kemungkinan hasil AKSIOMA tingkat nasional merupakan bibit-bibit yang bisa juga diorbitkan pada kejuaran olahraga dan seni tingkat nasional maupun internasional.



Read More

Friday, January 13, 2017

Cara Membuat Pohon Literasi di Microsoft Office Word. Berikut Contoh Desain Uniknya

GuruMuda.web.id - Pada tulisan sebelumnya, saya pernah berbagi Contoh Pohon Literasi yang dibuat CorelDRAW. Kali ini saya akan berbagi bagaimana Cara Membuat Pohon Literasi di Microsoft Office Word. Berikut Contoh Desain Uniknya.

Bagi para pengguna komputer sudah sangat pasti mengenal mengoperasikan program Microsoft Office Word. Sebagai pengolah kata Ms. Office Word tidak hanya pintar urusan ketik mengetik, tapi membuat gambar sederhana dan unik pun sangat bisa. Menggambar Pohon Literasi, misalnya.

Baca Juga:
Contoh Pohon Literasi Sekolah
Cara Membuat Buletin Kreatif Sekolah dengan Microsoft Office Word

Literasi sebagai media Literasi Sekolah adalah Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Baiklah, langsung kepada Cara Membuat Pohon GELIS alias Gerakan Literasi Sekolah:

Pertama, Buka Microsoft Word
Kedua, Klik tombol “Insert”

 Cara Membuat Pohon Literasi di Microsoft Word

Ketiga, Klik tombol “Shapes”, selanjutnya akan muncul tab seperti berikut




Keempat, Selanjutnya klik icon “Curve”



Kelima, Terakhir silahkan anda menggambar sesuai keinginan sendiri.

SELAMAT BERKREASI

Berikut Contoh Desain Unik nan Sederhananya: DI SINI


Read More

Wednesday, January 4, 2017

Gurusiana: Solusi Bagi Guru yang Belum Memiliki Blog

GuruMuda.web.id - Bagi guru blogger, guru yang suka ngeblog, pastinya sudah terbiasa menulis atau posting di blog pribadi. Saya pun demikian. Menulis seputar pendidikan dan dakwah dituangkan di blog Guru Muda tercinta ini dengan alamat www.gurumuda.web.id.

Namun, banyak rekan sejawat yang masih belum punya blog. Banyak pula alasannya. Salah satu alasannya:

“Saya nggak bisa membuat blognya, Pak?”

Kalau saya ada waktu renggang, saya sering membuatkan blog rekan guru dan juga dosen secara FREE. Tujuannya supaya mereka aktif menulis di blog. Sayang kalau mereka menulis, apalagi yang panjang-panjang hanya ditulis di kronologi faceboknya saja. Padahal, tulisannya akan terus dihimpit dengan tulisan baru.

Adalah GURUSIANA. Yang menurut hemat saya bisa dijadikan sebagai tempat menuangkan ide tulisan, bisa fiksi maupun non fiksi. Tulisan perdana saya berjudul Selingkuh Bu Sonia. Cerita pendek yang saya tulis ulang di blog Guru Muda. Cerita yang sangat pendek sekali.

Ada beberapa kategori tulisan di Gurusiana:
- Opini
- PTK
- Best Practice
- Reportase
- Kolom
- Cerpen
- Resensi
- Parenting

Tampilannya seperti di bawah ini:



Lalu, bagaimana cara daftar di Gurusiana, Pak?

Untuk daftar di Gurusiana sangatlah gampang:
1. Sila untuk mengunjungi gurusiana.id atau silakan ketik di Pencarian Google "gurusiana.id". Jangan lupa KLIK ya...


2. Silakan nikmati dulu tulisan hasil karya guru. Jika sudah membaca artikel para guru, apalagi cerpen Cerpen Guru Muda Selingkuh Bu Sonia,
Silakan untuk meng-klik Daftar, seperti di bawah ini:


3. Anda akan diarahkan ke halaman pendaftaran:

Silakan isi:
- Nama
- Alamat Email
- Telepon
- Password

Catatan: Jangan lupa klik juga "Saya bukan robot". Lalu KLIK Register.

4. Cek Email
Jika tidak ada di kotak masuk, silakan cek di SPAM. Klik tulisan "Verifikasi Akun Sekarang Klik Disini"


5. SELAMAT
Anda sudah bisa menulis di gurusiana dan bisa mengedit data pribadi.



Salam Aktif Menulis!!!

Eitsss... Tunggu dulu

Ternyata di Gurusiana, kita tidak hanya bisa menulis saja. Menyisipkan video pun sangat-sangat bisa. Tulisan Pak Luki Burhansyah dengan judul "Tutorial Cara Membenamkan Vidio di Gurusiana" bisa membantu.

Selain menulis, Anda bisa menambahkan video sebagai penguat artikel. Selamat berkarya!!!

Semoga Bermanfaat.



Read More

AGUPENA: Wadahnya Guru Penulis Indonesia

GuruMuda.web.id - Pentingnya guru membudayakan menulis menjadi tugas penting bagi guru yang lainnya untuk mewadahi guru penulis atau calon penulis. Maka, diperlukan organisasi untuk memfasilitasinya.

Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) adalah salah satu organisasi nonprofit di Indonesia yang anggotanya adalah para guru/pensiunan guru, dosen/pensiunan dosen dan tenaga kependidikan/pensiunan tenaga kependidikan yang memiliki minat dalam kepenulisan.

AGUPENA yang berkedudukan di Kota Tangerang, Banten ini berdiri sejak 28 November 2006 di Jakarta. Achjar Chalil (almarhum) adalah pendiri dan sekaligus ketua umum pertama.

Achjar Chalil, S.Pd (alm)

Tujuan dibentuknya AGUPENA untuk membantu pemerintah dalam rangka membangun peradaban dan mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui kegiatan penulisan karya tulis: fiksi atau nonfiksi, karya ilmiah maupun karya sastra, serta bahan ajar yang mengandung nilai-nilai agama, moral, etika, estetika, akhlak mulia, pengembangan dan penguasaan teknologi. Ini selaras dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003: Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen.

AGUPENA Didirikan oleh Para Pemenang Lomba Penulisan Naskah Buku Bahan Bacaan

Atas usulan dan dukungan Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) yang saat itu dijabat oleh Prof. DR. Fasli Jalal, AGUPENA didirikan pertama kali pada tanggal 28 November 2006 di Jakarta oleh para Pemenang Lomba Penulisan Naskah Buku Bahan Bacaan yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

AGUPENA ini bersifat keilmuan, profesional, dan mandiri dengan memiliki tiga fungsi:

Pertama, sebagai wadah persatuan, pembinaan dan pengembangan guru penulis Indonesia.
Kedua, sebagai wadah partisipasi aktif profesional guru penulis dalam usaha menyukseskan pembangunan nasional. 
Ketiga, sarana penyalur aspirasi anggota dan komunikasi sosial timbal-balik antarorganisasi profesi, kemasyarakatan, dan pemerintah. 


Kegiatan dan Usaha AGUPENA

Tentunya sebuah organisasi harus di dukung dengan kegiatan dan usahanya. Adapun Kegiatan dan Usaha AGUPENA sebagai berikut:
  • Memberikan  pembinaan dan pelatihan kepada para guru, dosen, dan tenaga kependidikan agar mampu menulis bahan bacaan, buku pelajaran, karya ilmiah dalam bentuk tulisan yang selaras dengan tujuan pendidikan Nasional sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
  • Membantu Pemerintah mendorong peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara;
  • Menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintah dan swasta di dalam maupun di luar negeri bagi kemajuan dan kesejahteraan serta peningkatan kualitas profesi guru penulis;
  • Menerima/melayani guru, dosen, dan tenaga kependidikan yang menulis bahan bacaan yang tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta diperuntukan bagi peserta didik dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi;
  • Menyelenggarakan penelitian, pelatihan, dan pengembangan di bidang ilmu pengetahuan serta studi banding keilmuan dan profesi;
  • Melakukan kegiatan dan usaha lain yang halal yang dapat mewadahi dan menghidupi kegiatan organisasi dan para anggotanya.

Keanggotaan AGUPENA

Ada tiga kategori keanggotaan di AGUPENA, yaitu :

1. Anggota Biasa
Guru/Pensiunan Guru
Dosen/Pensiunan Dosen
Tenaga Kependidikan/Pensiunan Tenaga Kependidikan
2. Anggota Luar Biasa
Mereka yang masih mengikuti pendidikan sebagai calon guru dan siapa pun yang memiliki perhatian kepada dunia kepenulisan yang relevan dengan pendidikan
3. Anggota Kehormatan
Mereka yang karena keahliannya, sifat pekerjaannya, atau kedudukannya oleh organisasi dipandang dapat memberikan partisipasi bagi perkembangan dan kemajuan AGUPENA.
Mereka yang karena minat dan kegiatannya telah berjasa terhadap perkembangan dunia kepenulisan
***
Untuk mengetahui hasil karya tulis Guru Indonesia sila untuk mengunjungi situs AGUPENA: www.agupena.or.id

Read More

Friday, December 30, 2016

Muqoddimah Kitab Syi'rul Hisan

GuruMuda.web.id - Malam Jum’at memang rutinitas saya dan anak-anak mengisi malam penuh berkah ini dengan istighosah wa sholawah. Juga pembacaan sirah nabi dalam Kitab Syi’rul Hisan berbahasa Sunda huruf Pegon. Saya lantunkan dengan danding Pupuh Sinom.

Syi’rul Hisan fi Tafadhil Maulid Sayyidil Insi wal Jan adalah nama kitab resminya. Yang berarti Syair Mulia: Menyambut Kelahiran Pemimpin Manusia dan Jin.

Buah karya Muhammad Juwaini bin Abdurrahman dari Parakansalak, Sukabumi.

Sementara hak penerbitannya dipegang oleh As Sayyid Ali Al Aydrus. Kitab Syi'rul Hisan mulai dicetak sebelum Juli 1937 (1356 H).

Kitab Syi'rul Hisan adalah kumpulan syi'iran. Jadi dalam pembacaannya pun bisa bahar yang disesuaikan dengan liriknya.

Namun, biasanya untuk di jilid pertama, saya menggunakan Pupuh Sunda "Sinom" atau "Maskumambang"

Muqoddimah Kitab Syi’rul Hisan


Héi Alloh Nu Maha Agung
Abdi nyuhunkeun pitulung
midamel ieu syi’iran
Nyarioskeun mauludan

Nyarioskeun mauludna
Gusti abdi sadayana
Muhammad kakasih gusti
Panutupna nabi-nabi

Anu parantos dipilih
Jadi lawangna pangasih
Anu seueur mu’jizatna
Teu aya étangannana

Anu nyaah ka umatna
Kanu tumut ka anjeunna
Anu ngaboga syafa’at
Anu agung di Qiyamah

Nyarioskeun Gusti Alloh Ngadamel Nur Kanjeng Nabi Muhammad Méméh Ngadamel Nabi Adam


Keresa nu Maha Agung
Ngadamel Nur anu luhung
Saméméh didamel ramana
Nabi Adam jeung garwana

Saparantos Gusti Alloh
Midamel nur Rosululloh
Lajeng damel nabi adam
‘alaihi afdolu salam

Lajengna nur ditetepkeun
Di Adam dimanatkeun
Lajeng kanjeng Nabi Adam
‘alaihi afdolu salam

Dilebetkeun ka sawarga
Pitempateun anu mulya
Malaikat diparéntah
kedah sujud teu ngabantah

Ti dinya cahyana ngalih
Ka Nabi Syits nu dipilih
Lajeng kanjeng Nabi Adam
‘alaihi afdolu salam

Wasiat ka sadayana
Ka putra sareng putuna
Kieu wasiat ramana
Ka Nabi Syits pangpayunna

Hei Nabi Syits éta cahya
Cahaya nabi nu mulya
Ulah dilalaworakeun
Ku manéh mudu pindahkeun

Ka istri anu beresih
Ka nu suci masing rapih
Lajeng cahya kanjeng nabi
Ngalih deui ngalih deui

Tinu suci kanu suci
Dongkap ka keresa gusti
Ngalihna éta cahaya
Ka Abdul Mutholib téa

Ti Abdul Mutholib ngalih
Eta cahya ka Abdulloh
Ti Abdulloh ka gerhana
Siti Aminah wastana

Nu diselir ku pangéran
Dipapaprin kamulyaan
Didamel ibu ramana
Nabi anu pang unjulna


Semoga bermanfaat bagi yang sedang mencari informasi Kitab Syi'rul Hisan.
Saya dan anak-anak sedang berdo'a setelah membacakan Kitab Syi'rul Hisan
Baca Juga: Demi Mencintai, Mati Lampu Bukan Halangan
Read More

Saturday, December 24, 2016

Ternyata Bukan Shalahuddin Al Ayyubi yang Memperingati Maulid Nabi Secara Besar-besaran

GuruMuda.web.id - Raja Abu Sa’id Mudzoffar (ipar Sultan Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi)  adalah orang pertama yang memperingati Maulid Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam secara besar-besaran.

Walaupun raja yang memerintah Kerajaan Arbil (Arbelles), sebelah timur Mosul, Irak, itu sehari-harinya hidup sederhana, ia tidak segan-segan mengeluarkan sampai 300 ribu dinar (1 dinar= 2.038.409, jika 300.000 x 2.038.409 = 611.522.700.000 alias enam ratus miliar lebih) ketika itu, demi  memperingati Maulid Nabi.
Pembacaan Kitab Maulid Adhiyau Lami (17/01/2013) dok. pribadi

Arbil, kerajaan yang tegolong kecil, pernah diserbu Raja Mongolia, Zengis Khan. Raja Mudzoffar membayangkan, apabila rakyat tidak memiliki ketahanan mental yang tinggi, tentu mereka akan menjadi keganasan nafsu ekspansionisme.

Pada saat semangat rakyat melemah, Raja menemukan gagasan untuk membangkitkannya kembali dengan mengungkapkan riwayat kehidupan Nabi Muhamma shalallahu ‘alaihi wa sallam yang penuh heroisme dan patriotisme dalam menengakkan kebenaran, serta melindungi hak kaum lemah dan golongan tertindas.

Kajian mengenai hidup dan  kehidupan Nabi itu ternyata mampu membangun kembali semangat rakyat serta menumbuhkan ketahanan nasional yang tinggi. Sehingga, Zengis Khan tidak berhasil menundukkan kerjaan kecil itu.

Gagasan Raja Mudzoffar yang kemudian digunakan oleh Sultan Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi (1174-1193 Masehi atau 570 – 590 Hijriah) dari Dinasti Bani Ayyub, untuk membangkitkan semangat rakyat dalam Perang Salib, yang cukup lama.

Saat itu, dunia Islam sedang mendapat gelombang serangan dari berbagai bangsa Eropa: Prancis, Jerman dan Inggris.

Awalnya, gagasan Shalahuddin ditentang oleh para ulama. Sebab sejak zaman Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, peringatan seperti itu tidsak pernah ada. Lagi pula, hari raya resmi menurut ajaran agama Cuma ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

Akan tetapi, Shalahuddin menegaskan, perayaan Maulid Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syi’ar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid’ah.

Ketika Shalahuddin meminta persetujuan dari Khalifah An Nashr di Baghdad, ternyata khalifah setuju. Maka, pada ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 Hijriah (1183 M), Sultan Shalahuddin Al Ayyubi, sebagai penguasa Haramain (dua tanah Suci: Makkah dan Madinah).

Khalifah An Nashr mengimbau kepada seluruh jamaah haji agar, jika kembali ke tanah air masing-masing, segera menyosialisasikan kepada umat Islam bahwa, mulai tahun 580 Hijriah atau 1184 Masehi, tanggal 12 Rabbi’ul Awwal merupakan hari perayaan Maulid Nabi shalallahu ‘alaihi wwa sallam, dengan bebagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.

Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Sultan Shalahuddin pada peringatan Maulid  Nabi shalallahu’ laiahi wa sallam yang pertama adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat beserta puji-pujian bagi Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan bahasa seindah mungkin.

Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenangnya adalah Syaikh Ja’far Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji sampai sekarang sering dibaca umat Islam pada peringatan Maulid Nabi.

Mencintai Nabi dengan Membacakan riwayat kehidupannya.
Peringatan Maulid Nabi di Kampung Lunjuk Girang (16/02/2014)

Ternyata, peringatan Maulid Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang diselenggarakan Sultan Shalahuddin Al Ayyubi itu membuahkan hasil yang memuaskan. Semangat umat Islam dalam Perang Salib bergelora kembali.

Pada tahun 583 Hijriah atau 1187 Masehi, Jerusalem bisa direbut oleh Shalahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjdil Aqsha kembalimenjadi tempat beribadah umat Isalm, sampai hari ini.

Jadi, mauludan bukanlah perayaan kelahiran biasa, tapi lebih daripada itu. Yakni, untuk mengingatkan kembali sikap dan perilaku Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Sikap dan perilaku tersebut tidak sekadar untuk diketahui, namun juga dicontoh, dihayati, dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. (Dari beberapa artikel yang pernah dibaca)

Read More

Sunday, December 4, 2016

Makannya Nabi, Berbeda dengan Makannya Kita

Makhluk hidup memerlukan makanan untuk melangsungkan kehidupannya. Begitu juga dengan makhluk teragung, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, yang diagungkan oleh Yang Maha Agung.

Namun, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memiliki cara dan aturan sendiri. Dan inilah yang menjadikan beliau sehat dan kuat

Istri Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, Siti ‘Aisyah, memberikan kesaksian terhadap kebiasaan beliau dala, memenuhi kepeluan makannya. Yakni, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memenuhi perutnya.

Ketika bersama keluarga, beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak perah minta makanan kepada istri-istrinya. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam makan dan minum apa yang dihidangkan.

Teladan ini mungkin sangat berlainan dengan kita sekarang ini, tetapi begitulah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menyontohkan. Dan kita pun sebagai pengikut beliau, berusaha untuk terus meneladani akhlak beliau.

Namun, ada saja diantara kita yang mencoba mementahkan hadits itu dengan hadits lainnya. Yaitu, ketika itu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bertamu di rumah Barirah. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah aku melihat daging di dalam panci?” (H.R. Bukhari & Muslim). Mkasudnya, “Mengapa tidak mau kau hidangkan untukku?”

Mengapa Nabi bersabda begitu. Seolah-olah Nabi meminta makanan dari tamu? Tidak demikian. Bukannya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam meminta-minta makanan. Tetapi, beliau ingin menjelaskan kepada para sahabat bahwa, karena mereka menyangka daging tersebut bagi Nabi, beliau menyataan sunnahnya, boleh memakan daging itu.

Karena itulah, kemudian beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Daging ini adalah shadaqah untuk Barirah dan hadiah bagi kita.”

Hanya Sepertiga Perut

Al Miqdam ibnu Ma’dikarib berkata bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Anak Adam tidak memenuhi suat bejana yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa potong makanan untuk menguatkan punggungnya. Jika memerlukan lebih banyak lagi, sepertiga perut untuk makanan, sepertiganya untuk minuman, dan sepertiga sisanya untuk (rongga) bernapas.”

Dari sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam inilah banyak ulama menambah keterangannya, sebagaimana disampaikan Sufyan Ats Tsauri, seorang tabi’in (muridnya sahabat),

“Makanlah hanya sedikit makanan, sehingga seseorang akan tahan terjaga di tengah malam.”

Begitu juga seorang salafusshalih menjelaskan, “Janganlah banyak makan. Jika banyak makan, engkau juga banyak minum. Akibatnya banyak tidur, dan akhirnya banyak kehilangan (waktu untuk beribadah).”


Cara Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam makan

Diriwayatkan, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Cara makan yang lebih kusukai adalah makan dengan banyak tangan.”
Maksudnya, dengan memakai tangannya dan bersama-sama orang lain.
KH Ahmad Asrori Makan bersama Abuya Muhammad Alawi Al Maliki Makkah

Dalam hadits shahih, Nabi Muhammd shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi diriku sendiri, aku tidak makan seraya mengambil sikap duduk.”

Maksudnya mengambil tempat duduk tertentu, atau duduk bersandar dalam rangka makan. Misalnya, duduk bersila atau dengan cara duduk lain yang lebih enak.

Seperti seseorang yang bersila atau dengan cara duduk lain yang lebih nayaman ketika makan. Apabila seseorang mengambil sikap duduk tertentu atau dengan cara tetentu, ia berusaha menghabiskan banyak makanan. Ketika Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam duduk untukmakan, beliau duduk setelah berjongkok, persis seorang yang hendak bangkit dari duduk (Hadits Riwayat Bukhari)

Inti dari hadits itu, menurut Qadhi bin Iyadh, seorang pakar hadits, bukanlah semata-mata duduk bersandar pada sebuah sisi sebagaimana dikatakan oleh sebagian orang. Melainkan, bisa saja dalam kondisi lain beliau duduk sebagaimana orang pada umumnya.

Hal seperti itu juga berlaku dalalm tidurnya. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam tidur hanya sebentar. Beberapa riwayat hadits terpercaya menyatakan perihal tidur beliau yang sebentar.
Lebih jauh, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekalipun mataku tertidur, hatiku terjaga.” (Hadits Riwayat Bukhari)

Wallahu ‘alam bi shawwab.

Read More